fbpx
Febriyan Writing about life and anything that happen in life is one of my to do things. That's the reason blog Blog Review, Tips & Inspirasi by Febriyan Lukito born. Now I also admins for: Tempat Nongkrong Seru Pikiran Random Tulisan Blogger Indonesia

Memilih Jodoh Blog

2 min read

Memilih Jodoh Blog 1

Being a blogger is not at as easy as it seems, at least that what I feel. And so many things that I need to learn about it.

The Footsteps
The Footsteps

Berawal dari pembicaraan tentang kegalauan saya di group Admin BEC tentang blogging, seperti tujuan, tema, kemudian pembicaraan merambah tentang pagerank, alexa, post berbayar dan lainnya. Akhirnya pembicaran ini menghasilkan post oleh Dani tentang Blog What He Love dan Nita tentang Trik Posting Blog Secara Rutin. Namun galaunya saya masih ada.

Di saat galau itu, saya pun BW dan menemukan beberapa post yang membuat saya berpikir, walau mereka tidak post langsung terkait dengan blog ya. Sebut saja postingan Mba Yo mengenai Why Images are Important in A Blog Post atau mba Adelina tentang Mempersiapkan Masa Pensiun. Mungkin ini cara alam menjawab saya, sebagai penganut MESTAKUNG, Dan akhirnya saat menjawab tantangan ke-5 dari BEC, saya kuatkan niat saya menulis tentang blog dalam kategori baru, yaitu blogging.

Why WordPress?

Yang paling pertama ingin saya bahas adalah kenapa saya memilih WP? Sebelumnya, saya menggunakan blogspot. Namun ada beberapa kendala yang saya temukan, salah satunya ya saat teman ingin komen, banyak yang kesulitan. Akhirnya saya pun memilih menggunakan WP dan ternyata, pilihan itu tidak salah. Banyak hal lain yang saya temukan yang lebih mudah untuk diset di sini. Salah satunya adalah Theme.

Banyak pilihan Theme yang diberikan di WP, baik yang free maupun yang berbayar. Tipe (subject) theme di sini beragam, ada yang Magazine, Business,  Professional, dan lainnya. Di WP, saat memilih Theme, kita diberikan fasilitas filter hal apa saja yang penting bagi kita, apakah responsive, warna, feature dan lainnya.

Sekarang saya akan coba explore kenapa saya memilih Theme blog ini. Sebelumnya saya menggunakan theme Expound. Namun karena ingin theme yang lebih clean bagi saya, saya pun mencari lagi deh yang termasuk dalam subject Magazine, seperti sebelumnya.

Hasil filteran Magazine - Free
Hasil filteran Magazine – Free

Saat memilih group subject Magazine plus filter free, kita akan diberikan 11 themes, seperti Expound, Suburbia, Imbalance 2, Oxygen, Columnist dan lainnya. Jika kita mengakses theme ini dari themes.wordpress.com, untuk cek tampilannya, kita bisa klik Live Demo. Cek dan ricek live demo beberapa theme saya lakukan. Setelah menemukan live demo yang kira-kira sesuai, saya ke WP Admin saya dan manage theme. Seperti dalam theme Suburbia ini, saya memperhatikan beberapa hal dalam memilih theme, yaitu:

Featured Image dan Sticky Post

Featured Image memungkinkan kita menampilkan posting di blog hanya menampilkan foto tertentu saja. Sedangkan Sticky Post untuk menampilkan posting tertentu di halaman awal blog. Saya sendiri menggunakan Sticky Post untuk pengumuman dan menampilkan ulang post tertentu. Suburbia mendukung fasilitas ini sehingga saya bisa mengganti Sticky Post saya setiap minggu.

Responsive

Perhatikan tiga gambar abu-abu di tengah bawah itu
Perhatikan tiga gambar abu-abu di tengah bawah itu
Ini harus diaktifkan. Dan pilihan ini ada kalau theme kita support responsive
Ini harus diaktifkan. Dan pilihan ini ada kalau theme kita support responsive

Karena banyak dari kita sudah mobile dalam membaca blog, theme yang responsive tentunya menjadi kriteria penting. Theme yang responsive akan sangat membantu yang blog-walking menggunakan tablet ataupun handphone. Coba perhatikan tiga gambar di bagian bawah capture-an saya. Ada gambar seperti komputer, tablet dan handphone. Tampilan blog kita akan berubah jika kita klik salah satunya, ini yang namanya responsive. Namun untuk mengaktifkan fasilitas ini, tentunya harus set juga di WP Admin – Appearance – Mobile seperti dalam gambar di kanan.

Widget

Ini list widget yang ada di Suburbia
Ini list widget yang ada di Suburbia

Selain itu, hal penting bagi saya adalah widget. Widget memungkinkan kita meletakkan hal-hal yang menurut kita penting untuk ditampilkan dalam blog kita, seperti yang saya gunakan untuk menampilkan BEC dan Adminnya. Theme Suburbia yang saya pakai ini agak unik karena widget pada halaman awal hanya ditampilkan di bagian bawah, sedangkan Sidebar Widget ada di setiap halaman tulisan kita. Bagi saya ini adalah kelebihan karena halaman awal saya tidak terlalu penuh widget.

Header

Yang tak kalah penting saat customize theme blog adalah header image blog (logo). Di Suburbia, saya diperkenankan untuk menggunakan pilihan Randomize Header Image seperti yang sudah saya terapkan. Logo S saya ganti dengan beberapa foto yang saya inginkan dan setiap membuka, foto ini akan berubah-ubah, dan fotonya tidak terlalu besar kok.

Excerpt

Seperti pada tulisan Dani mengenai blog theme, excerpt menjadi hal yang penting bagi saya. Setidaknya kalimat mengundang bisa saya gunakan untuk menarik orang membaca lebih detail. Kalimat yang sama saya gunakan untuk post di Sosial Media saya.

Nah… seperti saya bilang sebelumnya, setidaknya 10 theme saya coba. Dan yang saya dapatkan dari mencari theme adalah bahwa memilih theme memang tidak mudah.  Kalau saya bilang, memilih theme ini seperti memilih jodoh. Jadi, sudahkah menemukan jodoh yang cocok untuk blog kalian? Share yuk.

Febriyan Writing about life and anything that happen in life is one of my to do things. That's the reason blog Blog Review, Tips & Inspirasi by Febriyan Lukito born. Now I also admins for: Tempat Nongkrong Seru Pikiran Random Tulisan Blogger Indonesia

98 Replies to “Memilih Jodoh Blog”

  1. oow… selama menggunakan blogspot, dan baru memiliki akun di wp, saya belum menemukan fitur wp yang belum sebagus blogger. sampai saya menemukan artikel ini. tetapi, saya masih belum begitu tahu cara edit tampilan-tampilan blog wp saya. hihihi.

    1. Wah… welcome to wordpress club mas kalau gitu. Hehehe.

      Edit tampilan itu kl di WP sbnrnya lebih gampang. Tinggal click n drag. Namun karena banyak theme nya jadi bikin pusing nyari mana yg cocoknya.

      Mas pakai wp self hosted atau wpcom?

  2. Sejak pake wordpress 6 tahun lalu, udah gak tau berapa kali ganti theme.. tapi memang sejak dulu pilih yang backgroundnya putih. Eh,pernah ding bukan yang putih, tapi karena gak enak sendiri liat jadi diganti lagi. Kalo theme yang sekarang kayaknya udah lumayan cocok, tema warnanya putih-ungu soalnya, hehe…

      1. Kalo widget ada diutak-atik…. banyak yang diilangin maksudnya..hahahaha…

        Enaknya theme yang skrg karena menu dan widgetnya kudu diklik sendiri dulu baru tampil jadi gak menuh-menuhin layar. Ini gak tau sih keuntungan ato kelemahan, karena yang baca blog jadi gak bisa langsung akses menu dan widget. Tapi kalo aku pribadi lebih suka yang kyk aku pake sekarang, berasa lebih terang, lebih lega, dan tulisannya juga lebih besar…. Pendapat pribadi sih ini, namanya selera kan relatif ya 😀

        Iyes, yang di sini penggemar ungu 😀

  3. Berarti keputusan saya pindah ke WP tepat ya mas, coz ternyata pengguna WP kebanyakan pernah bunya Blogspot xixixi. Pengennya sih pilih theme yang clean kayak gini mas, keliatan profesionalnya gtw, tapi ternyata yang lucu2 lebih menggoda yaa *huhuhudasarcewek

  4. Pernah ngalamin jadi banci template, akhirnya malah ga nulis2..seperti rajin matut2 di cermin lihat baju mana yang bagus, tapi akhirnya ga keluar2 rumah haha…sekarang cukup puas dengan tipe2 simpel yg ga menggoda untuk dioprek2 atau gonta ganti header, semoga kuat iman…*kacamata kuda*

      1. 😀 masih suka kambuh sih kalo lupa minum obat :P, ya lumayan, jadi belajar html dikit2…*kalau template blogspot*

  5. Ah suka sama tulisan ini. Lengkap! Tapi ampe sekarang masih belum tau cara bikin exceprt (nulisnya aja salah, bodoamat) :p

    Menurut Ryan, theme yang ranselijo gimana? Responsive gak?

  6. huaaaaaaa….dan sampe sekarang aku belum nemuin tema yang pas, malah lagi males buka blog gara – gara pas ganti – ganti tema jadi acak – acakan dan pas lbalik lagi juga acak – acakan T.T

  7. aku sih masih ngoprek theme blognya. Tapi untuk sementara, ubah pake yang sekarang.
    Lebih keliatan clean dan fresh 😀
    *iya ya…ini theme blog ama jodoh…ga beda jauh :3

  8. Awalnya sudah di wordpress, terus nyoba blogspot, dua tiga bulan balik lagi ke wordpress. Alasan, mode sunting dan tampilannya wordpress itu konsisten

  9. saya juga suka themes yang clean.. dan kalau memilih perbandingan blogspot & wp, memang saya lebih suka wp..tanpa maksud mengecilkan blogspot..ini hanya rasa selera dan merasa lebih mudah digunakan aja..

  10. Ehh jangan ngejelekin produk orang euyy :d. Ehh ada yg udah pernah beli theme nya gak ya? Setelah beli, trus cthnya saya ganti dengan theme lain, Msih bisa digunain lg gak kalo seandainya saya balik lg menggunakan yg pernah beli. Kepo nihh

      1. sempat kepikiran mau pake themes yang mas pake juga. cuma saya kurang serg dengan header yang kecil dan link next dan previous post yang adanya di atas, bukan di bawah tulisan 😀

        selebihnya seh saya cocok juga

      2. Hahaha. Msg2 punya preferensi beda2 ya mas. Sy gak pernah perhatikan soal prev n next selama ni. Hehehe.
        Header mksdnya fontnya atau gambar?

  11. Saya dengan Penscratch saja Mas, soalnya tulisan saya panjang-panjang. Dulu sempat dengan Chalkboard dan Circle juga ya, tapi tidak bertahan lama soalnya tidak ada tempat buat widget dan pages :hehe

    Postingan ini tidak panjang, kok. Lengkap dan menarik untuk diikuti. Menurut saya, panjang pendek tulisan tidak begitu berpengaruh asalkan si penulis bisa menjaga napas pembaca dan api penasaran supaya scrolling terus-terusan ke bawah tidak dirasa berat olehnya :hehe. Di postingan ini Mas sudah berhasil melakukan itu.

    1. Makasih banyak Gara.

      Widget dan pages memang penting ya. Hehehe. Gak cuma tempel menempel yak.

      Kadang bikin alur yang bikin orang mau terus scroll yang susah ya

      1. Iya, soalnya widget dan pages membuat orang yang kebetulan penasaran dengan tulisan kita jadi mau membaca lebih banyak lagi 🙂

        Ya, Mas. Saya pun menganggap itu susah, tapi menurut saya lebih baik kalau kita enjoy saja. Dulu ada teman penulis pernah bilang bahwa tulisan itu bahasa hati yang paling jujur; karena bagaimanapun suasana hati kita pasti akan tercermin jelas pada tulisan kita, meski kita tidak meniatkan itu. 🙂

  12. Merasa berjodoh dengan theme gue yg sekarang. Suka yg simple dan cute (yahhh miriplah sama si empunya blog…uhukkkk mendadak batuk)

    Eh eh…kalo jodoh theme blog dah nemu, jodoh benerannya aja dulu mas…dicari. *melipir perlahan seblum di plototin masnya* :)))

  13. I’m currently married to Fashionista theme 😀 Agak susah yaa milih theme yang lengkap fiturnya dan tampilannya pun sesuai dengan yg kita mau.. Sekarang formatnya masih timeline, mungkin nanti2 mau diubah jadi kayak magazine.. Tapi berarti begadang lagii nih kalo mesti ubah2 theme lagi huaaaaaah

    1. Ayo dmn krg sregnya… Kmrn juga awalnya gitu. Expound dah ok dan suka. Tp kok kayaknya ada yang gmn gitu.. Bongkar2 deh.

      Buat nemu theme skrg gmn? Berapa lama?

      1. Nemu theme yang skr baru dipake sekitar 2 bulan mas, sebelumnya udah 4 tahun pake theme yang sama terus ngerasa bosen. Makanya pake theme yang sekarang

  14. Duh, berarti jodohmu di WordPress yah Ryaaan…
    Entah mengapa aku berasa jodohku di detik lho…hehehe…
    Walopun kadang sering maintenance dan captcha nya suka ngeselin aku udah berasa betaaaah banget nge blog disono…
    Bener katamu, mungkin emang udah jodoh hehe..

    1. Hahaha. Iya Mba. Jodohku sptnya di WP. Belum coba sih yang di detik Mba. Belum paham kelebihan dan kekurangannya. Mungkin Mba bisa bantu kasih masukan kelebihan kekurangannya.

      Captcha memang ngeselin Mba. Buat keamanan sih. Tapi jadi suka error.

  15. awal ngeblog juga gue dulu di blogspot trus bosen secara themenya itu2 aja pindah wp belum ada setahun deh kayanya *lupaaaa. kepincut karena themenya lucu2 aja Ryan hihihi. cemen banget alasanya yak ;p

    1. Eh alasan kayak gitu biasanya malah bikin makin penasaran n telusuri lbh banyak.
      Tapi memang theme WP lbh menggoda sih. Hahaha. Walau BS sendiri juga mulai tuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *