fbpx
Febriyan Writing about life and anything that happen in life is one of my to do things. That's the reason blog Blog Review, Tips & Inspirasi by Febriyan Lukito born. Now I also admins for: Tempat Nongkrong Seru Pikiran Random Tulisan Blogger Indonesia

Inspirasi – Dari Teknisi Jadi Koki

3 min read

kejar passion kamu

Kejar Passion Kamu, Dari Teknisi Jadi Koki – Ikutan bazaar itu memang banyak belajar, seperti yang saya tuliskan dua minggu lalu beberapa bulan lalu tentang Bazaar Sarapan Pagi di Komplek Perumahan saya. Dan saya pun belajar dari seorang chef tetangga bazaar, dia ini keren banget.

Dia itu mengejar impiannya, yaitu dari teknisi jadi koki. Itu pengalaman dia. Dia ini lulusan SMA (mungkin tepatnya SMK) Elektro. Tapi sekarang dia jadi chef di resto Jepang di daerah Cibubur sini. Dia ikutan bazaar karena resto tempatnya kerja ikutan.

Kejar Passion Kamu – Dari Teknisi Jadi Koki

kejar passion kamu
Inspirasi Hidup – Dari Teknisi Menjadi Koki

Namanya adalah Mas Henri. Dia bukan orang asli Jakarta namun sejak kecil dibesarkan di Jakarta *kalau tidak salah ingat – gini nih kalau pengen jadi reporter tapi gak bawa alat tulis*. Dia bercerita kalau dulu pas sekolah menengah, dia masuk ke jurusan Elektro di SMK – Sekolah Menengah Kejuruan (pas saya sekolah sih masih STM).

Memasuki jenjang pendidikan menengah bukan berarti opsi terakhir dan tidak berarti harus kita jalani selamanya – perubahan itu ada dan nyata.

Selesai sekolah, sama seperti ratusan murid yang bersekolah di SMK, mas Henri mencari pekerjaan. Sesuai dengan jurusan yang ditempuhnya, dia pun masuk ke dalam sebuah perusahaan sebagai staff di bagian Engineering. Dia pun menikmati yang namanya bekerja dan mendapatkan gaji.

Baca juga: Tips Wawancara Kerja

Jika Passion Berbicara Dalam Perjalanan Hidupmu

kejar passion kamu
Ini dia Mas Henri – dia lagi siapin sushi

Namun, ternyata, pekerjaannya itu tidaklah memberinya kebahagiaan. Setidaknya itu yang dirasakan oleh dirinya sendiri selang beberapa lama bekerja sebagai bagian dari tim teknisi. Secara skill sudah tentu dia lebih paham dibanding saya masalah teknisi gitu. Tapi setelah 8 tahun bekerja dan mengalami beberapa kali promosi, dia pun mengundurkan diri.

Alasannya sederhana, karena dia tidak bahagia dan merasa bahwa menjadi teknisi bukanlah passion yang dia impikan selama ini. Dia pun akhirnya memutuskan untuk mengejar impiannya sendiri dan melamar ke sebuah restoran di hotel bintang lima sebagai waiter.

Mungkin bagi sebagian orang lain menjadi waiter itu adalah bukan opsi sama sekali – dianggap rendah. Tapi bagi Mas Henri, hal ini justru menjadi jalan pembuka yang harus dia lakukan untuk menggapai mimpinya.

Baca juga: Tips Mengenali Passion Kamu

Selama menjadi pelayan di restoran itu, setiap istirahat makan siang, dia tidak pernah berhenti mengunjungi dapur dan belajar. Dia belajar mengenai cara memasak dari koki restoran tersebut. Setelah beberapa bulan, dia pun mengatakan maksudnya untuk menjadi koki juga. Dan koki restoran itu pun menganjurkan dia untuk pindah ke bagian dapur.

Menjadi Asisten Koki? Gak Kok

kejar passion kamu - menggapai mimpi dalam hidup
Jadi apa passionmu?

Apakah dia serta merta menjadi asisten koki tersebut di dapur? Gak banget. Dia malah diminta untuk jadi tukang cuci piring dulu. Kemudian jadi helper yang bertugas menyiapkan bahan makanan untuk masak setiap harinya.

Setiap hari dia mengupas kentang, memotong wortel, menyiapkan sayuran yang akan dipakai untuk menu hari itu. Tanpa ada kejelasan kapan dia diperbolehkan membantu sang koki utama tersebut.

Menyerah? Pastinya pikiran untuk menyerah juga terlintas dalam benaknya itu. Tapi tidak serta merta dia berhenti. Karena sang koki mengingatkan dia lagi bahwa dia harus belajar.

Menjadi koki itu tidak hanya harus bisa memasak. Tapi juga harus bisa menyiapkan bahan makanan seperti yang dia lakukan sekarang. Dan sebenarnya, hal itu mengajarkan dirinya untuk belajar bersabar agar saat menjadi koki nanti dia juga bersabar dalam memasak.

Saya sebenarnya agak-agak lupa Mas Henri mengucapkan kalimat di atas seperti apa tepatnya, tapi intinya sih yang dia katakan seperti itu. Bahwa dia diajarkan untuk belajar menjadi koki. Dan ternyata…

Berhasil Menjadi Koki – Menggapai Mimpi

kejar passion kamu menggapai mimpi
Nampang yang sibuk di bazaar

Setelah beberapa lama dia menjadi helper (saya lupa tepatnya berapa lama – kalau gak salah sih dua tahunan), dia pun dipercaya untuk membantu sang koki restoran itu. Hal ini agak riskan sebenarnya bagi sang koki. Karena Mas Henri tidak ada background pendidikan tata boga.

Baca juga: Pendengaranku Tidak Menghalangiku

Hitung-hitung sang koki saat itu mempertaruhkan kepercayaannya sendiri akan passion yang dimiliki oleh Mas Henri. Dia percaya akan passion dan mimpi yang dimiliki oleh Mas Henri dari kebiasaannya selama jam istirahat makan siangnya saat menjadi pelayan itu.

Menanyakan bumbu masakan, melihat cara memasak, semua itu rupanya menjadi tanda bagi sang koki bahwa saya memang punya passion dalam memasak, ujar mas Henri.

Dan hal itu menjadi berkah untuk mas Henri sendiri rupanya. Karena dari kepercayaan itulah, dia menjadi asisten koki di sana. Belajar memasak beragam masakan yang belum pernah dia bayangkan sebelumnya, termasuk memasak Zuppa Soup dan juga beragam sushi yang kini dipegangnya di resto keluarga di Cibubur itu.

Jangan Pernah Menyerah Pada Keadaan

Itu pesan terakhir dari Mas Henri ketika saya ngobrol dengan dirinya (ada pelanggang euyyy). Dia bilang, kalau memang suka akan sesuatu – passion kamu di satu hal, kejar itu. Walau pendidikan kamu sendiri bertolak belakang. Seperti saya, pendidikan saya STM tapi bisa jadi koki karena saya tidak menyerah mengejar passion saya itu.

Kejar passion kamu – karena pendidikan mungkin dibatasi karena keadaan yang “memaksamu” tapi passionmu? Itulah panggilan utama hidup kamu. Kamu yang menentukannya. Bisa jadi dirimu adalah akuntan – tapi kalau kamu suka menulis, kenapa gak? Itu yang mas Henri sampaikan pada saya. Terima kasih banyak mas Henri, mengingatkan saya untuk terus menulis dan berbagi.

Febriyan Writing about life and anything that happen in life is one of my to do things. That's the reason blog Blog Review, Tips & Inspirasi by Febriyan Lukito born. Now I also admins for: Tempat Nongkrong Seru Pikiran Random Tulisan Blogger Indonesia

29 Replies to “Inspirasi – Dari Teknisi Jadi Koki”

  1. saya juga lulusan smk otomotif mas, saya juga ingin jadi chef seperti mas henry, saya juga sangat suka liat acara masak2 di tv dan acara tentang kuliner, saya juga rencananya mau lamar kerja ke restoran juga jadi waiter dulu gak apa2lah….

  2. keren lho, tahan 2 tahun jadi helper.. bisa bertahan untuk mengejar impian, pasti banyak yg dipertaruhkan, dah setelehnya orang hanya bisa melihat dia dan bilang “enak yah..”

  3. Passionmu? itulah panggilan utama hidup kamu. Suka banget kata2 ini, seolah hidup dan membakar kalori.. eh semangat supaya teruslah berusaha. Tapi biasanya kalau udah passion selama proses hingga akhirnya menjadi sukses ga kenal kata lelah dan menyerah, karena suka – cinta – maka proses yang dijalani juga merasa happy2 aja. Bener gak tuh pak?

  4. wah menginspirasi sekali mas.. bener bener saya dulu sekolah di STM Mesin Otomotif, kuliah malah di Komputer Akuntansi sekarang di dunia broadcasting radio kwkw.. saya masih mencari passion saya mas mungkin di menulis x yah 😀 belum yakin hhee

  5. Wah antar pendidikan dan passionnya bertolak belakang ya Mas, salut dengan perjuangan dan pencapaian sang koki. Di tmpatku juga ada, seorang anggota club motor pria yang piwai bikin sambal akhirnya buka warung lalapan.

  6. inspirasi pagi yang menginspirasi banget, mas ryan.. agak mirip sama saya nih, kali aja nasib saya juga seberuntung mas henry hihi

    dulu saya lulusan stm. pernah kerja setahun. terus resign sebab pengin lanjut kuliah. dan skrg kayaknya kerja bakal kerja di pabrik lagi. yg saya simpulin dari postingan mas ryan ini: jangan membatasi diri kita oleh nasib dan takdir. sebagai manusia kita pasti punya angan angan kan 😀

  7. Selalu suka membaca tulisan-tulisan yang inspiratif macam ini. Menggapai mimpi itu memang kombinasi antara keberanian, kemantapan hati, ketekunan dan usaha yang terus menerus plus doa. Nice post mas 🙂

  8. Mas Henri bikin iri…saya juga sepertinya harus begitu…berani mundur karena mengejar passion yang lain…tapiiii….ah,pokoknya keren lah!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *