fbpx
Febriyan Writing about life and anything that happen in life is one of my to do things. That's the reason blog Blog Review, Tips & Inspirasi by Febriyan Lukito born. Now I also admins for: Tempat Nongkrong Seru Pikiran Random Tulisan Blogger Indonesia

Kapan Indonesia Berjaya Dalam Negeri Sendiri

3 min read

kapan film indonesia berjaya di negeri sendiri

Sebuah pertanyaan klise dari saya pribadi sih, kapan film Indonesia berjaya di negerinya sendiri dan gak kalah sama gempuran film luar. Ini gara-gara postingannya Ken Dani minggu lalu soal sebuah film animasi buatan negeri sendiri. Sebenarnya pas nonton Film Inside Out, saya juga dah penasaran dengan film ini, pengen nonton. Tapi memilih film itu duluan (kan keluarnya barengan tuh).

Baca juga:Review Film Inside Out

Nah, pas baca Review Film-nya Dani soal Battle of Surabaya ini, jadi inget deh mau nonton film ini. Tapi kok pas saya cari jadwal film-nya dah gak banyak yang menayangkan film ini, di semua jaringan bioskop yang ada ya. Kalaupun ada, jam tayangnya siang hari, eike mana bisa coba. Sedih banget sih, karena itu kan film lokal.

Kalau kayak gini, kapan film Indonesia berjaya di negerinya sendiri coba?

Iya iya… saya sendiri juga lebih memilih nonton film Inside Out daripada film itu, tapi saat itu kan mikirnya juga baru ditayangkan di minggu itu. Paling gak minggu depannya masih ada. Ternyata. Hikss…

Film Indonesia Gak Perlu Ditonton

kapan film indonesia berjaya di negeri sendiriSaya pun jadi ingat ucapan salah seorang teman pas dulu saya ajak nonton film. Film Indonesia. Dia bilang, film Indonesia mah gak perlu ditonton di bioskop, cuma buang-buang uang doang terus gak lama juga tayang di tv. Sayang kan? Hmmm. Apa teman saya ini gak sendirian ya dalam pemikirannya? Pas aktif di group 21 juga kalau diajak nobar alias nonton bareng film Indonesia langsung pada mundur teratur.

Memang sih film Indonesia masih kalah dalam hal spesial efeknya dibandingkan film luar sana. Terus ceritanya juga gak semenarik film-film yang diangkat dari kartun keluaran MC atau DC itu. Ditambah pemainnya juga gak seganteng dan secantik para bintang film Hollywood. Terus modal yang dikeluarkan juga gak sebanyak film Hollywood. Lah ini kok saya malah jelekin film Indonesia sih dari tadi.

Maksud saya, memang ada kekurangan dalam film Indonesia, tapi kekurangan itu mulai berangsur berubah kok. Lihat aja film-film Indonesia sekarang. Gak kalah kok dengan film luar. Jadi kalau dibilang film Indonesia gak perlu ditonton di bioskop sih sayang banget – lain halnya kalau udah masalah uang ya, itu kembali ke masing-masing deh. Kalau nonton di bioskop dirasa buang-buang uang, ya kan kembali ke personal.

Film Indonesia Kualitas Jelek

Salah besar! Memang gak bisa disamakan semua kalau film Indonesia berkualitas baik, tapi gak semua film Indonesia itu kualitasnya jelek juga dong. Sebenarnya film Hollywood juga gak semuanya bagus kok. Banyak juga yang so-so aja bahkan cenderung jelek. Film Indonesia itu banyak yang bagus kok. Harusnya kita bangga dong dengan film kita.

Kenapa saya bisa bilang film Indonesia bagus? Karena saya pernah tanya di forum soal Film Asia yang suka ditonton, dan ternyata ada film Indonesia yang mereka sebutkan. Seriusan. Forum ini bukan forum lokal loh, tapi forum internasional. Gak percaya? Nih coba deh lihat capture-nya.

Emang sih dia hanya menyebutkan satu film Indonesia eh salah, dua ding. The Raid dan The Raid 2. Tapi kan tandanya film Indonesia juga dikenal kan? Bahkan dia bilang The Raid ini lebih keren dari Ong Bak (which is one of the famous Asian Movie from Thailand – OMG). Coba deh, masa mereka aja ngeh gitu sama film Indonesia yang keren abis itu – yang gosipnya menghantarkan Ray Sahetapy bermain di Captain America: Civil War (2016) nanti.

Dalam hal film The Raid, kualitas film jelek dalam hal apa ya? Saya pribadi sih suka banget sama film ini. Secara cerita oke. Secara fighting scene? Oke juga. Saya sendiri penasaran kalau ada yang bilang Film Indonesia itu Kualitasnya Jelek dari sisi apa?

Film Indonesia Yang Wajib Ditonton

kapan film indonesia berjaya di negeri sendiriSaya sendiri sudah pernah menuliskan 7 Film Favorit saya beberapa waktu lalu, dan 2 di antara daftar itu adalah film Indonesia. Memang saya suka banget sih sama film-film itu. Coba aja deh lihat film-film yang saya sebutkan itu. Ada Rectoverso (ini jadi favorit karena pemain dan juga ceritanya yang ditulis oleh Dewi Lestari) dan Belahan Jiwa (lagi-lagi karena pemainnya eh tapi ceritanya juga bagus banget). Tapi kalau mau dibikin daftar khusus film Indonesia kesukaan saya, ini dia daftarnya – Film Indonesia Yang Wajib Ditonton versi seorang febriyanlukito.

  1. The Raid & The Raid 2 – bukan karena yang di forum itu ya jadi saya masukkan, tapi film The Raid ini film yang memang bagus, dengan pemain Iko Uwais dan Ray Sahetapy. Coba deh tonton
  2. Belahan Jiwa, film ini akan selalu jadi rekomendasi saya untuk ditonton karena cerita yang diangkat itu unik. Salah satu pendapat yang habis nonton ini (saya inget banget): “Film bego di mana artis-artis papan atas bunuh diri massal.”
  3. Rectoverso – Film ini menarik karena memang punya beberapa cerita dalam satu film dengan script writer dan juga sutradara berbeda-beda. Jadi bisa bandingkan juga seperti apa kemampuan masing-masing. Selain ya karena Dee Lestari gitu lohhh.
  4. Rumah Dara – film super berdarah-darah yang sangat saya anjurkan untuk ditonton kalau kalian penyuka film thriller horror gitu. Baca juga: Review Film Rumah Dara
  5. Pendekar Tongkat Emas: film ini merupakan film persilatan model baru, setelah sekian lama film-film model Tutur Tinular atau Saur Sepuh beredar. Ini pun juga masuk dalam rekomendasi film Indonesia yang wajib ditonton. Baca juga: Review Film Pendekar Tongkat Emas
  6. kapan film indonesia berjaya di negeri sendiri
    Film wajib tonton nih… Modus Anomali atau Ritual (gambar dari IMDB)

    Modus Anomali – Ada yang nonton film ini? Belum? Kalau belum, kalian harus tonton ini. Film dengan bintang Rio Dewanto ini bagus banget, sangat sayang dilewatkan. Gak percaya? Coba deh tonton.

  7. Kala – film ini unik dalam artian penyutradaannya. Bener-bener beda banget. Ada yang tahu siapa sutradaranya?
  8. Petualangan Sherina – yang seumuran pasti deh mengalami masa-masa PS ramai banget di bioskop. Pengen banget rasanya menikmati masa seperti itu (padahal waktu itu gak beda jauh sama Harpot kalau gak salah ingat). Film ini ya penanda baliknya film Indonesia yang baik kok pada jamannya.
  9. Ada Apa Dengan Cinta – ini bukan AADC yang versi saya kemarin itu, bener-bener film AADC yang diperankan oleh Disas dan NicSap. Salah satu film remaja yang booming dan bagus banget.
  10. Arisan – gila kali ya masukin film ini. Gak, karena menurut saya film ini juga wajib ditonton karena memang memberikan sesuatu yang berbeda dalam Film Indonesia. Jadi ya harus masuk daftar film ini.

Itu aja sih 10 daftar film Indonesia yang wajib ditonton versi saya. Dan juga mengakhiri tulisan ngalur ngidul soal perfilman Indonesia dari saya. Kamu sendiri, suka film Indonesia gak? Ayolah, galakkan menonton film Indonesia biar film Indonesia berjaya di negerinya sendiri. 

NB: Masih menanti film 3 Srikandi nih yang penulisnya salah satu blogger ternama.

Febriyan Writing about life and anything that happen in life is one of my to do things. That's the reason blog Blog Review, Tips & Inspirasi by Febriyan Lukito born. Now I also admins for: Tempat Nongkrong Seru Pikiran Random Tulisan Blogger Indonesia

35 Replies to “Kapan Indonesia Berjaya Dalam Negeri Sendiri”

  1. Ada sihh film indonesia yang saya sukai yaitu comic 8 sama the raid omegeet filmnya bagus banget . tpi klo film cinta cintaan kayak aadc gue mau mutah liatnya bukannya gue jelek jelekin tapi film cinta cintaan nya jelek banget ditambah orangnya biasa biasa aja ngga sexyy . mengandalkan ciuman aja wekk cuihh .tidambah lagi film indonesia nggak 4k dan masih ful hd dan ngga ada fisual effectnya sanggaat membosankan sumpah .gue nyesel liatnya . beda jauh sama film amerika .temen temen gue juga benci film indonesia bukannya menjelek jelekkan indonesia .tpi filmnya aja yang saya benci .i love indooooo

    1. Untuk Comic 8 saya belum nonton nih mas. Kalau The Raid memang salah satu film kesukaan saya.
      Mas sendiri ada masukan gak untuk para film maker Indonesia biar bisa disukai filmnya.

  2. Tapi sekarang dunia perfilm-an Indonesia sudah menemui titik terang kayaknya mas,.. diawalii dengan bersinarnya film the raid yang banyak dibikin sub-tittle hampir diseluruh dunia

  3. aku nontoh sokola rimba dong ryan.

    Bukannya nga bagus. Kalau menurut aku pribadi, aku jarang mau nonton film di bioskop, kalaupun lagi pengen nonton pasti milih film yang paling bagus yang diputer saat itu. nga pernah yg niat bangat bela-belain khusus nonton film tertentu. malah kadang model avanger, iron man dll nonton nya malah di HBO. telat bangat kan yach.

    1. Wah dirimu bukan movie goers banget ya Lin? Kalau yang movie freaks kan akan rela mengantri untuk film2 Avengers dll.

      memang masih susah ya bersaing dengan yang lain, termasuk dengan film Asia lainnya

      Sekolah Rimba malah saya kelewatan. jadi nonton di rumah.

      1. Dulunya sich doyan tapi entah kenapa kesini-sini malah malas.

        aku pernah kenal sama satu sutradara indonesia, dia biasa buat skenario tp setelah ku tonton filmnya bagus sich tapi terlalu dalam dan pulang-pulangnya pusing. akhir cerita nya gantung dan kita disuruh mikir hehehehe.. tapi pas diluar negeri ikutin festival film dapat banyak penghargaan, bingung dech gue jadinya wkwkwkwk..

  4. Klo gw ntn film Indonesia di bioskop, gw liat judul, yg main sm jalan ceritanya.. Klo yg ecek2 sih ga akan gw tonton walopun gw suka bgt ntn film Indonesia 🙂

  5. Kalau saya ssring ketinggalan film Indonesia karena gabisa mengalokasikan waktu juga sih Mas. Mana biasanya kamis udah turun layar kan, huhu

  6. hai, mas ryan. ada kok film indo yang kubelain nonton di bioskop. haha diantaranya sih filmnya Comic 8. aku wes gak sabar nungguin yg session 2 nya ini 😀 ada juga film Belenggu. keren itu mah. Suka juga sama Rumah Dara, Rumah Kentang. Kalo aku sih mas, nontonnya tergantung selera. Kalo bandingin pilihan nonton Avenger sama drama Indo, sorry to say aku lebih milih Avenger…hiks…*ngumpet di pojokan* Lebih kebanyakan ke thriller, kalo drama rada ga suka.
    Liat listnya mas ryan jadi pengen nonton Kala sama Modus Anomali 🙂

    1. Comic8 saya kelewat. Tahun lalu kan ya? Belum nonton. Hikssss.
      Kalau dibandingkan spt itu sy juga milih Avengers. Kalau animasi: battle of surabaya n inside out? Milih mana?

      Kala bagusnya karena teknik penyutradaraannya mnrt saya. Modus Anomali krn ceritanya. Hehe. Ayo coba ditonton

      1. jawaban jujur nih ya mas…. kayae saya bakal milih nonton inside out duluan baru battle surabaya *aduuh aku mah apah atuh* :)))
        comic 8 yang king casino kings taun ini kok mas, pas mau lebaran kemarin kalo gak salah. ntar session 2 nya taun depan.
        The Raid, saya gak suka. entahlah… terlalu berdarah-darah. kalo nonton yg berdarah gitu, saya lebih suka yang semacam thriller.

      2. yep, saya suka yang agak sadis. yg ‘chop chop’ gitu. kalo film luar semacam SAW lah… *seleraku aneh ya*
        nah, channel Thrill jadi channel favorit setelah Li TV 😀
        waah iya kah RUmah DAra ada lanjutannya ?

  7. Saya ad anonton beberapa Film Indonesia seperti Modus Anomali, Rumah darah meski jejeritan tapi nonton berkali-kali dan beberapa lainnya tapi dari TV Kabel.
    Ada beberapa Film lain yang masuk Genre Thrill dan saya tonton di Thrill dan Film ini saya akui lebih bagus dari Film-Film Thailand yang idenya gak original IMHO.

  8. Halo mas ryan..
    mau iikutan komen ah..
    Masalah ini emang mbulet sih, satu sisi ada yang menyalahkan eksibitor (jaringan bioskop) karena tidak memberikan tempat bagi film Indonesia, baru tayang belum seminggu eh udah turun layar. Padahal ya, eksibitor2 ini mengikuti kebijakan pasar, ya kalo terus2an ditayangin tapi gak ada penonton kan yang menanggung rugi biaya operasional ya eksibitor. Kasian juga.
    Sisi lainnya ada yang menyalahkan bilang emang film Indonesia ya emang jelek. Baiklah, tidak semua jelek -bahkan ada yang bilang film “sampah”, beberapa film Indonesia ada juga kok yang laris di pasaran, baik lokal maupun internasional.
    Ujung2nya -menurutku ini malah makin memperparah sih- adalah timbulnya kampanye, ajakan atau bahkan “paksaan” untuk menyaksikan film Indonesia di bioskop atas nama rasa nasionalisme, mendukung film-film Indonesia.

    nah, menurut saya ada beberapa kemungkinan kenapa bisa begini:
    1. sebaran jaringan bioskop tidak merata dan terpusat di kota-kota besar yang notabene lebih melek sama film-film asing;
    2. harga tiket bioskop yang terlalu mahal;
    3. selera “penonton” di dalam negeri agak berbeda dan belum sepenuhnya ditangkap oleh pembuat film, kenapa? coba tengok beberapa film yang dapat apresiasi di luar macem Pintu Terlarang, What They Don’t Talk About When They Talk About Love dsb malah dak laku loh di sini.
    4. Film-film Indonesia dengan kualitas “yang katanya sampah” membuat penonton hilang kepercayaan sama film lainnya. Dan ohiya, kebanyakan juga “latah”.
    5. dan sebab-sebab lainnya.
    Karena itu kembali lagi ke kita sebagai penonton, saya sendiri tidak mau dalam keadaan “terpaksa” untuk menonton film Indonesia hanya karena “Ya, gw mau dukung film Indonesia…” Tapi saya nonton film Indonesia karena memang film itu bagus dan sesuai selera saya.. hehehe.. Dan cukup banyak kok film Indonesia yang saya sampe bela-belain ke bioskop paling ujung untuk dapat saya tonton.

    Ah, melihat listing film2 mas ryan, saya jadi pengen buat juga di blog.. hahaha… jadi panjang gini…

    1. Wahhh. Analisanya mendalam mas. Memang agak mbulet kalau dah soal ini. Semua ikut terkait dan terlibat.
      Soal film Pintu Terlarang saya suka juga tuh *gak masuk list ya hiks* nah yang satu lagi gak tahu malah. Baru denger.
      Ayo mas. Bikin postnya. Dua. Yang satu tentang film Indo nya. Yang satu buat list filmnya

  9. iya juga sih mas, untuk film2 tertentu kadang aku jg mikir bitu (baca: ga usah nonton di bioskop nanti ga lama jg muncul di TV), tapi kyk pendekar tongkat emas atau arisan gitu ya aku nonton di bioskop lah ya, jadi tetep sih tergantung filmnya, krn banyak jg film luar -yg katanya bagus- tapi ga aku tonton krn ga kepengen nonton *komen mbulet*

  10. Komen gw ini nuduh sih tapi kalo yang bilang film Indonesia ga perlu ditonton di bioskop berarti emang bukan penikmat film sejati. Sayang banget melewatkan banyak karya seni tingkat tinggi hanya karena itu buatan Indonesia. Soal listnya saran gw better dibuat postingan sendiri Yan biar bisa dieksplor lebih dalem. Ciyusan.

  11. Petualangan Sherina yang pernah saya tonton hihi…yg lainnya belum, saya suka film2 Indonesia yg mempunyai pesan moral yg bagus kayak Laskar Pelangi, Surat Kecil Untuk Tuhan tapi emang blm banyak yg bagusnya hihi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *