fbpx
Febriyan Writing about life and anything that happen in life is one of my to do things. That's the reason blog Blog Review, Tips & Inspirasi by Febriyan Lukito born. Now I also admins for: Tempat Nongkrong Seru Pikiran Random Tulisan Blogger Indonesia

7 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Pindah Hosting – Jangan Remehkan Support Hosting

6 min read

hal yang harus diperhatikan saat pindah hosting

Apakah kamu termasuk #BloggerIndonesia yang memutuskan untuk pindah ke wordpress self-hosted blog? Kalau iya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat pindah hosting, seperti yang saya lakukan saat kemarin pindah dari wordpress gratisan ke self-hosted ini.

Pengalaman saat pindahan dari wp.com ke febriyanlukito.com ini membuat saya belajar mengenai beberapa hal itu. Mulai dari pemilihan hosting sampai yang namanya blog siap dipakai dan ditayangkan kembali.  Kalau kita pindah hosting blog ke self-hosted, kita harus lebih hati-hati saja.

hal yang harus diperhatikan saat pindah hosting
7 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Pindah Hosting

7 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Pindah Hosting Blog WordPress ke Self Hosted

Alasan saya pindah dari wordpress dot com ke self-hosted wordpress salah satunya adalah kebebasan dalam mengelola blog saya. Dalam wordpress dot com kita gak diperkenankan pasang banner berisikan iklan, kalau memang mau monetizing blog, ya hal ini akan jadi masalah kan.

Akses lebih luas adalah nilai plus dari self-hosted blog #Blogging namun jangan sampai salah pilih #hosting dan hanya demi #TLD semata untuk pindah ke self-hosted Click To Tweet

Jadi apa saja hal yang harus diperhatikan saat pindah hosting dari wordpress gratisan ke self-hosted blog alias wordpress.org ini?

1. Tentukan Hosting yang diinginkan

Ibarat membangun rumah, yang perlu kita pastikan di awal adalah membuat fondasinya. Nah dalam menggunakan self-hosted blog, yang perlu kita siapkan terlebih dahulu adalah hosting yang akan kita pakai. Cara memilih hosting yang tepat bisa saja berbeda antara satu orang dengan yang lain.

Saat memilih #Hosting, sesuaikan dengan kebutuhanmu! Jangan hanya tergiur karena murahnya doang – tips memilih hosting #Blogging Click To Tweet
hal yang harus diperhatikan saat pindah hosting wordpress
Hosting yang direkomendasikan oleh WordPress

Apa saja yang perlu diperhatikan dalam menentukan hosting ini? Yang paling utama ya sesuaikan dengan kebutuhan kamu.

Kalau butuh hosting untuk e-commerce artinya ya perlu hosting dengan kapasitas besar.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan saat pindah hosting, dalam hal ini ya pemilihan hostingnya:

  1. Kapasitas yang diberikan – jangan hanya melihat dari harga. Pengalaman kemarin, saya hanya lihat dari harga. Murah sekaleee… tapi install CMS Joomla, langsung tepar.
  2. Mudah melakukan instalasi CMS yang dibutuhkan. Kebanyakan penyedia hosting hadir dengan Cpanel yang siap untuk instalasinya.
  3. Support dari hosting yang dipilih – cari yang supportnya itu siap sedia untuk membantu kita. Apalagi kalau kita gak pengalaman sama sekali soal ini.

Seperti terlihat pada gambar di samping, ada beberapa hosting yang direkomendasikan oleh WordPress.

Kalau saya sendiri sampai detik ini masih pewe dengan One.com dan beberapa hosting lokal lainnya sih. Ini karena saya sekalian testing dan beberapa domain tidak bisa di hosting yang satunya. Memilih hosting itu sendiri memang gak mudah kok. Perlu banget ketelitian, termasuk membaca review terkait hostingnya.

WordPress.org sendiri memiliki rekomendasi hosting di website mereka, coba deh baca di WordPress Hosting.

7 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Pindah Hosting - Jangan Remehkan Support Hosting 1

2. Siap dengan internet yang kenceng dan stabil

Kenapa saya tempatkan ini di urutan kedua? Tak lain dan tak bukan karena memang instalasi dan juga memindahkan posts yang sudah kita punya ini perlu koneksi yang stabil, jangan sampai saat kita sedang melakukan transfer, koneksi malah terputus.

Kesabaran saat pindah hosting itu perlu banget #Blogging selain tentunya perlu yang namanya internet yang stabil. Click To Tweet

Misalnya saja kita sedang import post dari blog sebelumnya. Ternyata jaringan internetnya terputus, ya sudah, kita akan kehilangan beberapa post. Ini kejadian pada saat saya pindahan kemarin.

Beberapa kali saya harus import ulang lagi. Percayalah menghapusnya itu bukan hal mudah, kecuali mau ulang semua dengan delete blog dan membuat blog baru lagi.

Internet kencang dan stabil benar-benar salah satu hal yang harus diperhatikan saat pindah hosting loh. Saya mengalami beberapa kali pindahan dan tidak semua postingan pindah.

3. Siap dengan nama domain yang diinginkan (bagi yang belum punya)

Nah… ini juga penting ya karena dengan self-hosted blog, kita menggunakan TLD – Top Level Domain seperti febriyanlukito.com. Saya pun sebenarnya sudah pernah membeli domain ini sebelumnya namun saya hentikan langganannya. Karena itulah proses yang saya agak lama karena harus recovery domain saya terlebih dahulu.

Memilih nama domain juga merupakan hal unik sendiri yang perlu diperhatikan.

Anggaplah kita sedang menciptakan sebuah produk (kita sebagai product developer), kita pikirkan juga branding yang kita inginkan. Demikian juga dengan nama domain ini, dia adalah branding kita.

Jadi nama domain ini harus mencerminkan nama brand yang kita inginkan.

Nama domain yang kita pakai adalah bagian dari #branding kita sebagai blogger #Blogging Click To Tweet

Dalam beberapa artikel yang saya baca, kita hendaknya berpikir ke depan. Seperti apa bayangan ke depannya diri kita dalam hal blogging. Apakah ingin fokus pada travel saja sehingga memilih nama yang ada kata travel-nya atau mengandung makna travel, ataukah nanti ke depannya kita akan berubah?

Sebenarnya bisa saja kita merubah TLD kita nanti, tapi sayang loh kalau sudah membangun sebuah brand terus kita rubah. It’s like developing a new product.

Bukanlah keharusan menggunakan nama pribadi untuk nama domain blog kita #TipsNgeblog #SelfHosted Click To Tweet

4. Pindahkan registrar dari hosting lama ke hosting baru

Apakah registrar itu dan kenapa harus dipindah? Jadi saat kita menggunakan hosting, kita akan mendaftarkan TLD kita ke sebuah organisasi yang mengatur semua domain name.

Coba deh baca Wikipedia mengenai registrar domain name. Saat kemarin saya pindah dari hosting lama saya  ke one.com saya diminta untuk memindahkan registrar domain name ini.

Siapkan EPP Key untuk transfer domain #Blogging Click To Tweet

Saya sendiri bingung, maksudnya apa. Tapi dengan pertolongan kedua belah pihak, saya pun berhasil memindahkannya. Jadi saya mengirimkan email mengenai hal ini ke hosting lama saya.

Gak lama ada balasan sehingga saya bisa unlock registrar domain saya dan kemudian mengganti hostnya. Karena itulah support dari hosting sangat diperlukan dan salah satu hal yang harus diperhatikan saat pindah hosting.

Ada beberapa pengalaman tidak menyenangkan dari teman blogger, di mana mereka membeli domain dari orang yang dikenal. Namun, saat ingin proses pindahan, orangnya ini susah dihubungi. Bahkan ada sampai yang domainnya expired. Hindari ini ya…

5. Export post dari blog lama

Buat yang pindah dari wordpress dot com ke self-hosted blog, maka kita harus pindahkan postingan dan media dari blog lama kita ke blog baru – eh ini kalau mau sih, kalau mau ulang dari awal juga boleh kok.

Untuk itu, wordpress.com sudah menyediakan toolsnya kok. Tinggal login wordpress, cari Tools terus Export. Akan muncul pilihan export post.

Saat export post dan media lama ini, akan ada pilihan untuk export all (post, pages, comments, media, dan lainnya). Gunakan yang ini jika post kamu masih dikit ya.

Kalau punya postingan banyak… mending pilih per tanggal post, karena nanti pas import akan ada batasan file.

hal yang harus diperhatikan saat pindah hosting
Salah satu hal yang harus diperhatikan saat pindah hosting adalah adanya limit besaran file yang diperbolehkan oleh wordpress untuk import post dan media

Karena itu saya mengekspor beberapa file. Untuk awal-awal post, saya tahu kalau saya tidak menggunakan foto ataupun besar post saya kecil, jadi bisa per tahun. Namun untuk post di beberapa bulan terakhir (saya putuskan sejak 2014) saya export per bulan.

Memang jadinya agak ribet karena harus export beberapa kali dan naming (biar gak salah) dan nanti import beberapa kali, tapi setidaknya sih tidak bikin error dan ulang lagi.

WordPress Com sendiri memiliki layanan transfer posts dan media #Blogigng Click To Tweet

6. Install WP.org di hosting baru

Salah satu alasan saya memilih one.com sebagai hosting saya adalah karena fasilitas one click installation untuk wordpress self-hosted. Jadi install CMS WordPress di One.com itu gampang banget. Ingat lagi ya, pas memilih hosting – hal yang harus diperhatikan saat pindah hosting ya kemudahan install ini.

Hindari penggunaan username admin untuk keamanan #Blogging Click To Tweet

Install platform wordpress ini cukup mudah, namun setelahnya jangan lupa untuk setting ya, layaknya setting blog baru. Nah yang saya ingin ingatkan kan adalah bahwa setelah install wordpress ini, ada baiknya langsung install plugin-plugin yang direkomendasikan, antara lain: 

  1. Jetpack – Ini untuk mengkoneksikan blog wordpress self hosted kita ke akun wordpress.com – pakai plugin ini kalau memang dirasa perlu ya, kayak saya pakai karena harus untuk iklan dari Jetpack.
  2. SEO by Yoast – plugin rekomendasi untuk SEO setting.
  3. Akismet – plugin ini membantu filter komen spam di blog kita.
  4. WP Super Cache – salah satu plugin rekomen untuk caching blog kita agar loadingnya gak lama

Ada plugin bawaan dari wordpress, yaitu Hello Dolly. Plugin ini adalah plugin “have fun” aja. Disarankan gak diaktifkan.

Plugin yang tidak dipakai, lebih baik dihapuskan biar gak bikin lola #Blogging Click To Tweet

Saya pribadi nyaman dengan menggunakan Yoast SEO free. Kekurangan yang free ini ada di keyword yang ditargetkan hanya bisa 1 keyword aja (short ataupun long tailed keyword). Ada juga yang menyarankan menggunakan All in One SEO Pack.

Kalau ada yang tanya saya, SEO itu perlu ya? Bukannya Content is The King? Benar memang, konten blog yang bagus itu penting. SEO diperlukan untuk memungkinkan tulisan bagus kita itu lebih luas ke orang karena muncul di page one search engine. Sharing is caring, right? Why don’t we make sure our post in page one?

Kalau sudah, kita bisa import post dari blog lama kita.

Baca juga: 15 Plugin Rekomendasi Tulisan Blogger Indonesia untuk WordPress Self Hosted.

7. Import posts dari blog lama

Nah kalau kira-kira sudah, kita mulailah dengan import post dari blog lama kita. Gak mau import? Gak apa kok, ya tinggal anggap ini rumah baru yang kita mulai dari awal lagi kan. Kalau mau pindahkan semua post, ya harus pakai ini.

Jadi kita masuk ke WP.org Admin kita dan pilih Tools – Import – pilih WordPress importer (yang nanti diarahkan untuk install plugin).

Import satu satu tapi berhasil atau import all tapi gagal? #Blogging Click To Tweet

Import ini memiliki batas maksimum besaran file yang bisa diimport adalah 96MB, jadi pastikan filenya jangan melebihi ya. Saya sendiri lebih membatasi untuk file maksimal di 2/3MB.

Kita cukup klik file yang ingin diupload dan kemudian import. WordPress akan memprosesnya. Setelah selesai, dia akan mengarahkan kita untuk mengganti nama author.

Apakah author tetap sama (karena kita install Jetpack dan aktivasi connected with WP.com, user di WP.com kita akan muncul di sini) ataukah ingin dipindahkan ke user baru. Ini terserah kalian sih. Kalau saya kemarin pilih pindahkan.

Pastikan tick import all media agar gambar-gambar masuk #Blogging Click To Tweet

Sudah Selesai Pindah Hosting?

Itu 7 hal yang perlu diperhatikan saat pindah hosting untuk pengguna wordpress, dari wpcom ke self hosted blog. Untuk dari blogspot gimana? Bisa gak sih pindah hosting ke wordpress? Bisa dong… banget tapi mungkin kapan-kapan ya saya sharenya.

Eh iya, lupa. Kalau sudah selesai import post yang ada, coba deh cek, siapa tahu ada yang gagal ke import apa gak. Pindah hosting ini sudah selesai – eh gak juga kok, masih banyak, seperti pilih theme blog yang mau dipakai, setting banner kanan atau bawah atau atas dan yang lainnya.

WP Beginner, salah satu referensi saya untuk masalah Blogging ada pernah share bagaimana cara membuat blog dengan wordpress dalam waktu cepat. Coba deh baca. Siapa tahu bermanfaat. Yang pasti, dalam membuat blog ataupun pindah hosting, theme  itu juga penting.

Usahakan theme blog itu #SEO dan #MobileFriendly ya #blogging Click To Tweet
theme mobile friendly untuk wordpress

Nah, kira-kira sih itu yang saya anggap hal yang perlu diperhatikan saat pindah hosting berdasarkan pengalaman kemarin – ya cuma satu sih pengalamannya itu. Mudah-mudahan sih membantu ya. Saya sendiri tidak memilih menggunakan jasa pihak ketiga karena ingin belajar, seperti curhatannya Dani dalam Pindahan Rumahnya itu.

Dan kalau memang ada yang ingin ditanya monggo bisa email ke febriyan.lukito@gmail.com atau WA bagi yang sudah punya WA saya. Siap membantu kok kalau ingin pindahan.

Febriyan Writing about life and anything that happen in life is one of my to do things. That's the reason blog Blog Review, Tips & Inspirasi by Febriyan Lukito born. Now I also admins for: Tempat Nongkrong Seru Pikiran Random Tulisan Blogger Indonesia

73 Replies to “7 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Pindah Hosting – Jangan Remehkan Support…”

  1. Salam kenal.
    Saya baru aja pindahan. Meski ngga ngerti2 amat, dibantuin teman akhirnya bisa juga.
    Mau nanya mas, kalau udah pindahan, rumah lama di wp.com boleh dirubuhin ngga sih? Atau jangan? Pertimbangannya apa?
    Terima kasih yaaa

    1. Untuk yang pindahan dari wpcom, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan juga saat pindahan ini:
      1. redirect link dari tulisan lama ke tulisan baru – jika url formatnya diganti dari yang ada tanggal ke post (namablogcom/tanggal/judul-post ke namablogcom/judul-post). kalau gak lakukan redirect ini, akan banyak error di blog.
      2. Blog wpcom nya bisa di:
      a. jangan diindex untuk search engine – ada di settingan blog wpcom – ini kalau kita set blog ke private
      b. blognya bisa dihapus full atau diset ke private. saran sih, kalau memang sudah yakin banget semua postingan telah terekspor, hapus aja biar gak duplikat contentnya.

  2. masih mikir mikir saya kalau pindah hosting, soalnya ada biaya nya juga sih.
    tapi menurut mas gimana sih ya, apakah biaya ini nanti terbayarkan atau malah memberatkan,kan self hosting mesti bayar kan ya perbulan biayanya

    1. Tergantung sih mas. Saya ambil paketnya yang tahunan dan bagi saya cukup sebagai investasi awal kok. Dan untuk perpanjangan sebenarnya sudah bisa ditutup dengan yang didapat dari blog.
      Kalau di wpcom saya gak bebas monetasi blog sedemikian rupa mas. Dengan self hosted jadi lebih bebas.

  3. saya bingung website saya pake hosting idhostinger upgrade ke premium malah semua url artikel di pencarian google tidak bisa di buka??

  4. Hai Ryan, aku mau pindah nih krn WA gak bisa di andalin lagi gak nutup biaya domain 😀 . Klo misal domainku habisnya feb 2017 bisa ga sih pindah ke wp.org dg domain yg sama?. Utk wp.org domain dan hosting brp per tahunnya?. Theme berbayar kisaran brp?. Space blogku yg terpakai 937 MB.

    Kamu bisa bantuin daku pindahan ga? Tp biayanya jangan mahal ya hehe 🙂 .

    1. Bisa mbak. Jd transfer domain. Beli hosting dl. Aku pake onecom dpt 15gb seharga $18 an setahun. Kalau theme premium di kisaran $50-70 an mbak. Bisa buat bbrp blog sih di tmptku beli.

  5. mas ryan, salam kenal..

    saya baru pertama mampir dimari, karena di saat yg bersamaan saya sedang mencari solusi dari masalah yg saya hadapi..

    sebelumnya saya pakai wp.com, namun saat ini saya pindah self host wp,nah semua content saya di wp.com sudah saya migrasi ke self host yg sekarang, tapi saya masih bingung bagaimana caranya agar saat ada akses blog wp.com saya dapat menuju ke blog self host yg sekarang?

    mohon saran dan bimbingannya mb.
    salam bloger indonesia

  6. Hai mas Ryan salam kenal ya, mau nanya nih kan skr aku punya blog gratisan wordpress, rencana mau beli domain di bluehost trus aku yg bingung kalo udah beli gitu selanjutnya langkahnya bgm ya? N msh ga ngerti hubungannya wordpress.org , saya pengennya mindahin blog yg udah ada td n apa setelah dipindah berubah sendiri mjd org? Dan tampilannya apa tetap sama ? Thanks mas Iran smoga segera dijawab ya

    1. Salam kenal Mbak Wenda.
      Kalau pakai bluehost, nanti mbak cari wordpress installation. WordPress yang pakai hosting sendiri itu memang wordpress.org. Kalau gratisan hostingnya wordpress.com.

      Setelah install wordpress di bluehost, nanti mbak lakukan import posts dari blog lama mbak ini (sebelumnya diexport dulu ya). Secara postingan kalau berhasil import semuanya akan sama. Sedangkan tampilan harus setting ulang lagi sendiri mbak karena dianggap baru lagi.

      Kalau masih ada yang mau ditanyakan jangan sungkan ya mbak. Bisa email saya juga.

    1. cara import follower dari wordpress.com ke wordpress.org ya?

      Akang sudah install jetpack belum Kang? Itu harus diinstal dulu terus connect with wordpress.com Ini harus dipastikan dulu.

      Terus kalau sudah, login ke wordpress.com nya. Harus sama dengan yang diconnect ke wordpress.org ya kang. Terus lihat ada alamat website wordpress.org yang baru gak?

      Kalau belum artinya masih belum connect kang. Kalau ada, maka tinggal klik yang itu dan masuk ke setting. Cari yang tulisan migrate follower.

      Udah gitu Kang. Moga berhasil ya. Kalau gagal, bisa kontak lagi.

  7. infonya bagus banget. tapi…gw gaptek gak ketulungan. hiks! mau sejelas2nya dan sepanjang2nya diterangin, kayanya gw tetep gak mudeng 🙁 enlighten me, please…

      1. hahaha…modus banget ya gw 😀 anyway.. i’m not a quitter, i’ll read your guidance thoroughly and if…and only if i’m lost between your words up there, i’ll get back to you real fast. have faith in me 😉

  8. Pindah rumah mmg menyibukkan . 🙂
    Btw..knp sering tdk keluar kotak reply kalau buka via mobile ya? Ini tjd jg bila membuka web teman2 lain yg menggunakan self hosting wp.org jetpack..hanya keluar kode saja.

  9. Tempat hostingnya samaan kayak aku juga.. Perjalananku pakai hosting panjang banget.. ampe pusing sendiri mindah2in filenya.. hahaha

    1. Hahahaha. Iya. Justru dpt info dari Dani yang katanya dr kamu Be.
      Pindahin file memang pusing. Ini juga msh jauh dr bagus nih pindahannya.

  10. Mmm interesting, tapi aku belom kepikir untuk menyeriusi blog aku, malahan kalo pindah hosting dan jarang dibuka jadi terbengkalai 🙁

      1. Hahaha, bukan maksudnya kalo sekarang kan masih rajin. Terus aku takut nanti tiba – tiba aku lagi kumat malesnya 😀 haha

  11. Wuih, lengkap. Terima kasih ya infonya. Nanti kalau saya mau pindahan, saya minta tolong bantuannya sedikit-sedikit boleh, kan?
    Pindah ke self-hosting memang menarik dan memberi banyak privileges. Memang mesti ada beberapa yang harus dikorbankan, tapi apa yang mungkin didapat dari blog self hosting itu akan jauh lebih maksimal ketimbang pengorbanan yang kita lakukan #sikap.
    Saya masih penasaran bagaimana cara supaya notifikasi berbalas komen bisa ikut masuk ke notifikasi saya :hehe. Ditunggu :kabur.

    1. Siap. Kabarin aja kalau dah pasti mau pindahan. Hehehe.
      Nah soal yang itu masih dicari caranya. Hehehehe. Yang tadi sudah blm Gar? Mau coba katanya bisa. Cuma ya itu. Hrs digituin lagi.

  12. maaf mas numpang tanya, jika di upload seperti itu link artikel nya berubah atau tidak? misalnya awalnya shiq4.wordpress.com/bla bla bla terus apakah nanti jadi shiq4.com/bla bla bla?

    1. Kalau di wordpress kan taxonomy nya pakai tanggal. By default gak bs ganti /2015/05/01/judul. Nah kalau di com bisa kamu set. Apakah pakai tgl atau gak. Kalau pakai tgl itu bisa aja jd gak berubah.

  13. Pusing buanget untuk otak aku yg secuil ini susah rasanya, btw panduanya bahasa inggris or indo.
    Mau juga sih pidah rumah tapi masih belum yakin mampu pindahannya

  14. Btw kalo pake bluehost registrar gak perlu dipindah Yan. Mereka masih bisa pake terima registrarnya pake wp.com dan hosting di mereka.

  15. weuihhh sekarang domain nama sendiri 😀 hehehe..selamat mas..
    btw jetpack itu bisa buat org tetap ngefollow blog selfhosted (jika sebelumnya sudah follow blog yg wp.com) ya ? soalnya ga pake wp, jadi baru tahu hehe..makanya tadi pas lihat link dari reader wp.com ada update tulisan ini..pas dilihat udah pake selfhosted…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *