fbpx
Febriyan Writing about life and anything that happen in life is one of my to do things. That's the reason blog Blog Review, Tips & Inspirasi by Febriyan Lukito born. Now I also admins for: Tempat Nongkrong Seru Pikiran Random Tulisan Blogger Indonesia

[Update 14/10/16] Cara Mudah Membuat Pasport Tanpa Calo

5 min read

cara mudah membuat pasport tanpa calo

Tips tentang cara mudah membuat pasport tanpa calo ini saya tulis di tahun 2013 – saat saya baru mendapatkan kontrak kerja ke Liberia. Namun saya update dengan yang dialami oleh teman kos saya per Mei 2015 kemarin.

Dulu saya tidak terpikir untuk membuat pasport sama sekali. Bagi saya, liburan tidak harus ke luar negeri kok, hanya cukup kelilingi Indonesia – dan rasanya pasti luar biasa. Tapi dikarenakan satu dan lain hal, akhirnya saya pun harus membuat pasport (yang pasti bukan untuk liburan). Bingunglah saya… apalagi kalau tanya ke yang lain – membuat pasport itu susah… Saya butuh cara mudah membuat pasport – tanpa calo.

Baca juga: Cara Membuat Visa Korea

Saya tanya ke kakak, dulu buat pasport titip ke teman. Opsi ini sudah saya coret dari awal. Ingin yang biasa saja. Kemudian saat saya ingin membuat pasport ini, seorang teman di facebook membuat status tentang pasport, saya tanyalah ke dia. Ternyata dia juga menggunakan agen dan harganya tidak murah. Tidak putus asa dong pastinya. Saya googling dan menemukan banyak panduan.

cara mudah membuat pasport paspor indonesia tanpa calo
Cara Mudah Membuat Pasport Indonesia – Layanan Online Imigrasi.co.id

Salah satunya adalah kini kita dapat membuat pasport secara online – eits setelah ditelusuri lebih lanjut, sebenarnya bukanlah membuat pasportnya secara online, melainkan hanyalah pendaftaran dokumen secara online yang disebut dengan Pra Pendaftaran Online (lihat website resmi: www.imigrasi.go.id)

Dan akhirnya… saya pun berhasil membuat pasport sendiri – tanpa perantara dan tidak dipersulit kok. Dirjen Imigrasi sedang berbenah – ini memang perlu diacungi jempol – maksud saya, pelayanannya memang sudah baik kok, walau masih ada beberapa perbaikan yang dapat dilakukan untuk ke depannya.

Jadi… berikut saya share sedikit bagaimana cara mudah membuat pasport sendiri ya.

Siapkan dokumen yang dibutuhkan Untuk Membuat Paspor

Paling pertama yang harus disiapkan untuk membuat paspor Indonesia adalah adalah fotokopi dan dokumen asli yang diperlukan. Tidak banyak – hanya perlu 3 dokumen minimal saja, yaitu:

KTP

Harus diperhatikan untuk KTP ini adalah bahwa fotokopi KTP yang disiapkan adalah dalam kertas ukuran A4. Tidak diperbesar tidak apa – tapi yang penting kertasnya masih berukuran A4. Bagi yang punya kebiasaan memotong kertas fotokopi KTP – jangan lakukan!!!

Kartu Keluarga

Siapkan dokumen asli dan fotokopinya ya.

Akta Lahir/Ijasah

Akta Lahir ini sebenarnya yang diperlukan. Jadi kalau ada yang bawa ijasah saja – seperti kawan saya dikarenakan akta lahirnya di rumah di Jawa sana, akan ditolak mentah. Walaupun tulisan dalam persyaratannya tertulis Akta Lahir/Ijasah. Ijasah hanya dapat diperbolehkan jika kamu berumur di bawah 17 tahun – tapi Akta Lahir tetap harus ada. Bingung kan? Kenapa tidak dituliskan dalam KTP/Ijasah. 😀

Pendaftaran Online

Pra Pendaftaran Online: merupakan pendaftaran dokumen secara online di website dengan upload dokumen yang dibutuhkan. Setelah upload berhasil dan verifikasi sudah dilakukan, kita akan mendapatkan nomor pendaftaran, tanggal dan jam kita harus hadir di Kantor Imigrasi untuk proses pembuatan pasportnya.

Jadi, sebenarnya pra pendaftaran ini disiapkan untuk mereka yang tidak ingin antri lama-lama di Kanim, karena memang sudah ada bagian khusus untuk ini. Gimana? Itu cara mudah membuat pasport banget kan? Sangat membantu buat yang punya jadwal ketat.

Layanan Paspor Online Di Imigrasi Indonesia

Peringatan!!!

Untuk yang mendaftar secara online, mohon perhatikan beberapa hal berikut:

  1. Jenis browser yang digunakan – yang diperkenankan adalah IE8
  2. Ukuran file – baik besaran pixelnya maupun ukuran filenya. Tidak boleh lebih dari 1MB per masing-masing dokumen.
  3. Dokumen asli tetap harus dibawa saat proses pendaftaran di Kanim.

NB: saya mencoba pendaftaran online ini dan selalu gagal walaupun semua persyaratan telah diikuti – saya mencoba kurang lebih selama 2 minggu setiap harinya. Jadi sabar ya kalau menggunakan ini.

Update (27/05/15): Sepertinya sudah ada perbaikan dari Imigrasi, teman saya daftar online dan berhasil langsung.

Update Oktober 2016: Cara Mudah Membuat Pasport dari Komentator Post

Di bawah ini adalah persyaratan dokumen yang dibutuhkan untuk membuat pasport, atau mungkin lebih tepatnya memperpanjang pasport biasa menjadi E-pasport dari seorang pengunjung blog ini. Namanya Mbak Wulan, dia menulis sebagai berikut:

Kemarin saya baru perpanjang paspor biasa menjadi e-paspor. walk in (datang sendiri) dan prosesnya sangat cepat one stop service, persyaratan yang wajib dibawa untuk membuat pasport dan perpanjangan pasport ini:

1. KTP (asli &copy)
2. KK (asli & copy)
3. Akta lahir (asli & copy)
4. Akta nikah (asli & copy)
5. Surat sponsor dr kantor (klo bekerja)

Ceklis2, wawancara, foto.. hanya memakan waktu 2 jam

Ambil e-paspor nya seminggu kemudian dan membawa tanda bukti pembayaran (bisa bayar di semua bank). Sekarang birokrasi sdh bagus, stlh jalanin sendiri bikin paspor ga ribet kok..hehe..

Terima kasih sekali lagi update-an nya mbak Wulan.

Datang dan mendaftar di Kantor Imigrasi

Setelah menyiapkan dokumen, termasuk jika pendaftaran secara online, yang harus dilakukan adalah mendatangi Kanim yang kamu mau (saat pendaftaran online, kamu akan diminta memilih kanim yang dimaksud).

Bagi yang belum mendaftar online, kamu harus mengisi formulir yang disediakan secara GRATIS di Kanim tersebut. Isi formulir selengkap mungkin yang diminta. Dan jangan sampai ada perbedaan data dengan dokumen yang telah kamu siapkan ya. Cara mudah membuat paspor berikutnya adalah tahapan di Kanim saat mendaftar awal:

  1. Datanglah ke Kanim yang kamu inginkan sebelum jam 8 (jam operasional Kanim) karena pasti sudah panjang antriannya. Saya memilih Kanim di daerah Kemukus (Kawasan Kota Tua) dan datang jam setengah 8 – ternyata antrian sudah panjang…
  2. Mintalah kepada petugas, formulir pendaftaran dan segera isi formulir itu.
  3. Datangi petugas yang bertugas di nomor antrian setelah formulir itu diisi. Berikan kepadanya formulir itu untuk dicek dan diberikan nomor antrian bila sudah benar.
  4. Antrilah di loket pendaftaran. Taruh formulir beserta dokumen pendukungnya di loket yang ditentukan. Tunggu nama dipanggil ya… dan sementara itu, siapkan semua dokumen, baik fotokopi dan juga asli.

Di Kanim Kemukus yang saya datangi itu, ada program nomor antrian (seperti yang di bank gitu loh) tapi tidak berfungsi. Pemanggilan nomor tetap manual – inilah perbaikan yang saya pikir dapat dilakukan oleh Kanim, mengingat investasi untuk nomor antrian itu tidak murah.

O iya… yang kamu harus PERHATIKAN dalam tahapan ini adalah:

“Tidak semua Kanim menyediakan pasport 24/48 lembar yang biasa. Seperti di Kanim Kemukus ini, pasport baru yang dilayani hanyalah jenis e-pasport” jadi pilih Kanimnya jangan salah ya. Mengingat perbedaan harganya cukup signifikan.

Bayar sesuai yang ditarifkan

Setelah menyerahkan formulir dan dokumen pendukungnya itu, nanti kita akan dipanggil. Petugas verifikasi dokumen yang kita berikan tadi dan akan meminta kita menunjukkan dokumen aslinya (iya, dokumen aslinya jangan diserahkan bersama formulirnya ya…).

Jika dokumen yang diserahkan sudah ok, kita akan diberikan secarik kertas. Yaitu: Surat Tanda Terima Berkas dan di surat itu akan tertulis jumlah yang harus kita bayar nantinya, tanggal kembali untuk wawancara dan foto pasport. Nah… saat menerima surat itu, kita TIDAK perlu langsung membayar.

Kita diharuskan membayarnya pada hari wawancara.

Ok, kita skip langsung ya ke hari wawancara, yang biasanya adalah 2 hari kerja setelah pendaftaran itu. Saat datang ke Kanim yang sama (jangan pindah Kanim ya… serius beneran ini), kita langsung tidak perlu lagi mengambil nomor antrian. Karena di surat yang diberikan kemarin itu akan ada nomornya. Tunggu di ruang dekat kasir. Nanti kita akan dipanggil nomornya. Saat dipanggil langsung bayar sesuai tarif berlaku.

Yang saya ingat biaya membuat pasport biasa 48 halaman seharga Rp 355.000 sedangkan kalau e-pasport 48 halaman seharga Rp 655.000. Yang mana Rp 55.000 yang ada itu adalah untuk membayar jasa foto. Nanti kita akan diberikan tanda bahwa kita telah membayar dan kita kembali menunggu, di ruang yang sama, untuk wawancaranya.

Nah yang harus diperhatikan dalam tahap ini adalah:

Datang sesuai tanggal dan jam yang dituliskan di surat.” Prinsip di Kanim adalah datang sebelum yang ditentukan tidak akan dilayani – datang setelahnya masih ok, karena mereka jadi memiliki kesempatan mempersiapkannya lebih lama.

Wawancara ya

Takut ya mau diwawancara pegawai pemerintahan? Gak usah takut kok. Saat nomor dan nama kita dipanggil, kita langsung masuk ke ruangan yang dimaksudkan. Biasanya adalah foto dulu sebelum diwawancara. Foto hanya sebentar kok. Semenit saja. Lalu tunggu lagi wawancaranya deh. Berapa lama menunggunya? Ya tergantung. Bisa 15 menit bisa juga sejam.

Baca juga: Tips Wawancara Kerja (bukan wawancara imigrasi ya)

Tapi tenang… pertanyaan selama wawancara tidak susah. Hanya menanyakan tentang tujuan pembuatan pasport aja. Terus nanti diberitahukan apa saja yang kurang, jika ada. Saat wawancara itu sebenarnya paspor kita telah ada di file dokumen itu. Nanti kita akan diminta untuk tandatangan sesuai dengan KTP ya. Setelah wawancara usai, kita akan diberikan surat lagi. Surat pengambilan pasport beserta tanggal dan jamnya. Simpel kok…

Pas saya wawancara hanya 5 menit, tapi sebelum saya agak lama tuh – 30 menit – gak tahu deh apa saja yang ditanyakan.

Ambil pasport

Nah… sama seperti prinsip di nomor 4 itu, datangnya jangan sebelum yang ditentukan. Gak akan dilayani deh. Tapi kalau datang pas waktu yang ditentukan, kita akan dilayani dengan baik. Kemarin saya memang datangnya kepagian karena memang sengaja, biar gak antri juga pas ambilnya.

Tips dalam cara mudah membuat pasport: Selalu datang pada hari dan jam yang sudah diberikan.

Jangan lupa membawa dokumen yang diminta, kalau ada ya. Saat saya membuatnya, saya diminta membawa surat keterangan kerja dari kantor. Ya berikan saja. Waktu pengambilan pasport ini adalah 1 minggu setelah tanggal pendaftaran awal. Jadi sebenarnya proses pembuatan pasport baru itu hanya memakan waktu maksimal 2 minggu – 3 kali bolak-balik ke Kanim.

Update (27/05/15): Bulan lalu saya membantu teman kost saya untuk mengambil pasport yang dia buat. Teman saya ini sedang dinas ke luar kota. Nah, dibuatkan Surat Kuasa ke saya. Dan ternyata: Gak usah repot bikin Surat Kuasa.

Yang diperbolehkan ambil pasport adalah yang bersangkutan atau keluarga yang terdaftar di Kartu Keluarganya saja. Jadi gak usah repot-repot ya. :d

Cara Mudah Membuat Pasport Tanpa Calo – Gampang

Nah… gimana simpel kan membuat pasport? Hanya memang perlu memperhatikan beberapa faktor saja. Kita mungkin selama ini merasa kalau mengurusnya itu akan ribet dan makan waktu lama, tapi kenyataannya? Gak ribet.

Bahkan kalau perpanjang, di beberapa Kanim, sudah menjalankan proses one day service. Hanya harus pagi-pagi datang dan dokumen lengkap – sama seperti saat membuat pasport baru kok.

Ayo… kalau membuat pasport itu mudah dan gak ribet, kenapa kita masih menggunakan calo, yang mana harganya bisa jadi 2-3x lipat dari harga normal. Dah gak jaman sih menurut saya menggunakan calo kalau pelayanannya seperti ini.

Secara umum, saya mengangkat topi untuk Imigrasi dalam kemudahan proses pembuatan pasport ini kok. Cara mudah membuat pasport kan? Ini yang dituju oleh imigrasi.

Ayo bikin pasport sendiri. Gak ribet. Gak susah. Gak pake lama.

Febriyan Writing about life and anything that happen in life is one of my to do things. That's the reason blog Blog Review, Tips & Inspirasi by Febriyan Lukito born. Now I also admins for: Tempat Nongkrong Seru Pikiran Random Tulisan Blogger Indonesia

108 Replies to “[Update 14/10/16] Cara Mudah Membuat Pasport Tanpa Calo”

    1. Wah,… mas masih kena calo ya mas? Coba mas detailnya gimana? by email boleh nanti disampaikan ke pihak terkait.
      Saya sih kmrn gak mengalami mas. Benar-benar mengurus dari awal sendiri.

    2. kemarin sy baru perpanjang paspor biasa menjadi epaspor..walk in(datang sendiri) dan prosesnya sangat cepat one stop service, persyaratan yg wajib dibawa:
      1. KTP (asli &copy)
      2. KK (asli & copy)
      3. Akta lahir (asli & copy)
      4. Akta nikah (asli & copy)
      5. Surat sponsor dr kantor (klo bekerja)
      Ceklis2, wawancara, foto.. hanya memakan waktu 2 jam
      ambil epaspornya seminggu kemudian dan membawa tanda bukti pembayaran (bisa bayar di semua bank). Sekarang birokrasi sdh bagus, stlh jalanin sendiri bikin paspor ga ribet kok..hehe..

      1. Wah…. Makasih infonya mbak Wulan.
        Asik ya kalau memang kalau birokrasi sudah tidak lagi jadi penghalang. Jadi mudah membuat pasport tanpa calo. Saya ijin update ke post ya mbak.

  1. kak mau nnya, saya ingin membuat paspor online namun saya KTP nya sumbar tapi saya lagi kuliah d pekanbaru saya cuma punya foto copy kk sama ktp dan akte kelahiran yg asli
    soal nya kk yg asli tinggal d kampung tu gimna tu kak

  2. sempat iseng membuat passport online eh tapi saat proses ketiga “Datangi petugas yang bertugas di nomor antrian setelah formulir itu diisi. Berikan kepadanya formulir itu untuk dicek dan diberikan nomor antrian bila sudah benar.” berhenti disana karena dokumen ada di desa dan waktu yang di berikan mepet, males lanjutkan hehehe
    dan kesalahan saya sudah bayar duluan sebelum wawancara hehehe
    ihklaskan deh

  3. Saya barusan bikin akhir april kmrn, dan blm sempet bikin postingan ttg itu,, hehehe

    sy k kantornya langsung, gampang bgt sih ternyata, cma pas itu jaringannya lg trouble jadilah seharian d kantor imigrasi,, 🙁

      1. iya mas, lamaa bgt, dr jam 10pg baru selsei jam4 sore..jd cek dl dah kondisi jaringan intranetnya kl mau ngurus apapun d kantor imigrasi, kl lg trouble alamat seharian nunggunya 🙁

      2. Iya, gampang kok, nggak ribet. Asal bw copy ktp, copy surat nikah/ijazah terakhir copy kk sama materai 6000 aja..tinggal ngisi form dsna..copy doc itu pke A4..doc asli jg dbw buat verifikasi wkt wawancara.

  4. Tapi calo bukannya sudah betul-betul nggak ada sih Mas :sruput (pernah punya pengalaman ngintilin calo soalnya :haha).
    Sekarang Imigrasi sudah jauh lebih baik 🙂

    1. Wah. Saya kurang tahu juga sih ya soal gagal pas wawancara.
      Yang ditanya rata2 sih standard:
      1. Kenapa bikin pasport
      2. Kalau ada tujuan ke luar negeri dalam waktu dekat, ke mana n ngapain (menurut saya sih shrsnya gak ditanya ini, karena hubungannya sama visa)

      Intinya sih menanyakan alasan bikin pasport dan background kita. Jawabnya yang tegas aja.

  5. Enak betul kalo bisa online sekarang,,
    waktu itu saya juga sempat buat paspor, tapi nama tempat lahir beda dengan ijazah, akta dan ktp… jadi kudu bolak balik ke kantor imigrasi…

    1. Memang lebih mudah sekarang. Kakak saya bisa lbh cepat buatnya.

      Kalau dokumen berbeda memang bikin repot. Terus akhirnya gmn mas selesaikannya?

      1. selesai dong…
        lumayan lah pengalaman bisa jadi sebuah cerita 😀
        btw sekarang jadi bisa berapa hari itu? apakah sama 8 hari kerja…

      2. Selesainya sih memang seminggu. Tapi cukup dua kali datang aja. Satu hari urus dokumen dan wawancara. Satu hari (seminggu kemudian) ambil pasportnya

  6. Sekarang lebih gampang, cepet kok, apalagi kalau daftarnya pnline, hanya 2 kali datang ke Kanim, 1 kali bayar di BNI, jadi deh……

      1. Iya, sekarang gampang banget, hehehe…dan untuk mengunggah file saat daftar online juga sudah tidak lagi. Kata petugas imigrasi, pendaftar suka salah mengunggah dokumen ke kolom-kolomnya. Setelah selesai megisi form online, ada konfirmasi by email, diminta membayar di BNI (5 hari kerja, lewat dianggap nggak pernah lapor), lalu tentukan tanggal kedatangan (maksimal 7 hari, lewat tanggal dianggap nggak pernah daftar, uang yang disetor nggak bisa diminta balik). Tapi, overall enggak horor-horor amat bikin paspor ternyata, sih.

  7. aku mau buat pasport untuk liburan ke thailand, cara buatnya gimana ya, akankah dipersulit kalo buat sendiri, terima kasih

  8. Saya mau Tanya..
    KK yang saya miliki hanya copyan saja bisa tidak ya?tapi akta kelahiran dab ijzah asli..
    Dan kebetulan untuk datang ke imigrasinya besok dan tidak memungkinkan untuk dikirim karena beda pulau. Trims

    1. Wah. Sebenarnya saya kurang tahu ya boleh apa tidak. Tapi bisa dicoba.
      Kalau kemarin saat saya berikan copy, dia minta asli. Dicek di tempat.

      1. Halo mbak Ria. Untuk aju online mungkin bisa gak ketahuan. Tapi pas datang perlu ijasah asli mbak. Ada surat laporan kehilangan gak? Dilampirkan aja.

  9. mas, aku punya beberapa pertanyaan nih:
    1. kebetulan kk saya yang asli ilang, cuma ada yang fotokopiannya aja. itu bisa ga yah? soalnya katanya harus menunjukkan dokumen asli di kanim
    2. beberapa blog menyuruh membawa surat rekomendasi dari kantor. itu optional atau memang wajib yah mas?
    3. karena saya kerja, kira2 kantor kanim buka ga yah untuk hari sabtu atau minggu. supaya bisa ngurus dari pagi.
    maaf yah mas banyak pertannyaannya. hehehe

    makasih..

    1. Hi. Makasih dah mampir ya. Mudah2an bisa menjawab.

      1. Asli memang diminta. Untuk membuktikan keaslian dokumen. Jika KK hilang, lebih baik urus dulu. Untuk sementara mungkin bisa minta surat lapor kehilangan n proses. Ini baru mungkin ya.

      2. Surat rekomendasi kantor pada saat saya diminta paling akhir saat mau ambil paspornya. Optional.

      3. Kanim sama seperti kantor pemerintah biasa jam kerjanya. Ambil cutilah.

  10. hallo mas.

    sebelumnya ini pertama kali saya buat passport saya sudah daftar online dengan mudah dan sudah ada konfirmasi email.
    yg mau saya tanyakan pada Note di bagian bawah surat pemohon saya diharuskan membayar dahulu ke Bank BNI sebelum waktu jadwal hari kedatangan ke kanwil (Agak rancu sama yg ini)

    apakah maksudnya 1 hari sebelum waktu jadwal ke kanwil saya sudah harus membayarkannya ke Bank BNI sesuai jumlah yg tertera pada surat pemohon? jadi pada saat hari jadwal saya sudah membawa surat lengkap beserta dengan bukti konfirmasi pembayaran?

    mohon infonya 🙂

    Terimakasih banyak

    1. Wah. Saya kurang tahu juga untuk itu. Kemarin saya tak berhasil yang online. Tapi mungkin memang harus bayar dulu, nanti bawa buktinya.

  11. lebih enak datang langsung sih kalo aku,kadang kalo online suka susah gitu,
    jadi datang langsung temui loket pendaftaran,isi, tunggu panggilan buat foto&wawancara..

    kalo pake jasa calo karna males aj dengan isian dan antrian ,kan kalo pake calo tinggal datang buat wawancara dan foto ini buat yang ga punya banyak waktu buat riwa riwi ke imigrasi 🙂

      1. bukan maksudnya kalo pake calo itu karna ga punya banyak waktu buat bolak balik ke imigrasinya,kan kalo pake calo tinggal datang buat wawancara ama foto ,ga perlu repot repot antri dan isi berkas berkas..terima beres gitu yan..

      2. Nah itu. Saya sih mikirnya gini. Kalau memang ada perlu sampai bikin pasport, artinya kan dah harus siap dg yg diperlukan. Termasuk waktunya. Total sebenarnya hanya perlu ijin 2 hari. Utk pendaftaran, jika datang pagi2 sekali, sblm makan siang dah selesai. Gitu juga buat ambil. Hanya yg wawancara dan pasport. IMHO ya

      3. iyah wawancara itu nunggun gilirannya luaamaaaa..enaknya pas bikin pas sepi jadi ga ngantri lama pas wawancara jangan barengan sama orang2 umroh,naek haji,tkw dll..

        tapi aku bikin pas barengan jadi aja luaama antri wawancara dan foto..
        nah kan uda jadi nih pasportnya

        jadi mau kemana?? 😀

    1. Epasport itu pasport dengan chip. Katanya sih ke depannya kita pakai epasport semua dan beberapa negara dah mulai ke sana. Tapi gak tahu juga. Belum pakai nih. Hehehehe.

      Kalau dah pernah bikin, datanya sudah ada. Makanya jangan buat baru. Tapi perpanjang. Harganya sama dengan buat baru. Gitu.

      1. Perpanjang ? katanya nggak ada istilah perpanjang karena syarat penggantian passport pun sama aja waktu kita bikin pertama kali. cuma bedanya pada waktu ganti yg baru kita perlu fotocopy No PP yang lama gitu doang ..

        jadi gimana nih ? sama aja kan yaaa… soale PP saya expired 2thn lagi hihihi masih lama ding 🙂

    1. Daftar online dan epasport itu tak ada kaitannya. Pendaftaran online hanya untuk memudahkan proses daftar awal dan scan dokumen yang dibutuhkan. Pasport yang dipilih saat daftar juga ada pasport biasa kok.

      Epasport itu lebih terkait pada kantor imigrasinya (utk saat ini) karena belum semua Kanim melayani epasport. Tapi kalau dia sudah ada epasport, maka utk pembuatan pasport baru pasti harus epasport. Contohnya Kanim di Kemukus ini. Hanya bisa epasport saja.

  12. Sip, terima kasih untuk infonya, sebelum baca postingan ini, baru saja asmie mikirin buat paspor meski tujuannya belum jelas untuk apa sie he he he.. oh ya yang moment interview itu mas cuma lima menit saja karena ya memang sudah “diatur” by Him demikian, lancar jaya uiii… ya tho? he he he

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *