fbpx
blog febriyan lukito

Blogger Indonesia, Kamu itu Wajib Mencari Masalah!

Siapa yang suka mencari masalah? Well, kalau saya bilang sih blogger. Iya, kamu gak salah baca. Blogger emang suka mencari masalah kok. 

Eh, tapi tunggu dulu… Maksud mencari masalah di sini adalah mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh pembaca dan kemudian mencoba memberikan solusi melalui tulisan di blog mereka.

Dalam sesi terakhir Trivia Writers Camp – Arie Je, youtuber gaul ini mengatakan, bahwa hanya perlu 1 langkah membuat video youtube:

Langsung mulai! Jangan menunda.

Arie Je

Dia juga mengatakan kalau saat membuat konten video, selalu awali dengan MASALAH. Karena penonton video kamu itu sedang mencari solusi.

Konsep yang sama kan dengan ngeblog? Selalu mencari masalah yang perlu dijabarkan solusinya.

Mencari Masalah untuk Beri Konten Berkualitas

Memberi value added – itu salah satu Trend SEO 2019 yang perlu diperhatikan. Dalam memberikan konten berkualitas, kita sebenarnya menerapkan hal ini – memberikan nilai tambah kepada pembaca kita.

Value added seperti apakah?

Ya… yang memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi pembaca.

Bahkan dalam curhatan sekalipun, kita secara tidak langsung juga memberikan nilai ini. Beberapa saya perhatikan seperti itu.

Misalnya saja, kamu #ngeblog dengan fokus utama di kecantikan seperti Lia – Beauty Blogger Indonesia itu.

lia harahap beauty blogger indonesia selalu mencari masalah dalam hidup
LiaHarahap.com – selalu mencari masalah yang dialami pembacanya terkait kecantikan, dan ternyata banyak di masalah jerawat

Dalam tulisannya Pengalaman Pertama Mencoba Wardah DD Cream (Top Post), sebenarnya secara tidak langsung dia juga sedang mencari masalah – eh maksudnya memberi solusi atas pertanyaan pembaca blognya.

Apa sih DD Cream Wardah itu? Apakah aman digunakan? Bagaimana review Wardah DD Cream?

Nah… mungkin saat menulis tidak terpikirkan, namun sebenarnya saat seorang Beauty Blogger menuliskan review, dia sedang memberikan informasi dan solusi kepada para pembaca. Apakah memang sebuah produk aman dilakukan – cocok tidak untuk mereka dan sebagainya.

Ketika saya menanyakannya langsung, rupanya, dia berdasarkan apa yang biasa dia cari dalam sebuah review produk kecantikan. Dengan harapan, hal yang sama juga dicari oleh para pembaca blognya itu.

nia nastiti fashion blogger indonesia yang mencari masalah tentang gaya pakaian atau fashion
Nianastiti.com pun selalu mencari masalah tentang fashion yang bisa dia share di blognya. 

Hal yang sama juga diutarakan oleh Fashion Blogger – Puput Utami dalam wawancara yang dilakukan oleh another Fashion Blogger Indonesia, Nia Nastiti beberapa waktu lalu.

Puput: Karena awalnya aku merasa kesulitan mencari pakaian muslim tapi tetep bergaya – baca selengkapnya di sini.

Permasalahan yang dialami oleh Puput menjadikannya rajin dan konsisten dalam membuat post OOTD untuk para hijabers tapi tetap bergaya alias membuat citra berjilbab menjadi lebih baik.

Cara Mencari Masalah untuk Blogger

Bukan… bukan dengan mengajak blogger lain berantem ataupun nyinyir-nyinyiran. Bukan juga dengan menunjukkan kemarahan ke brand sebagaimana beberapa bulan lalu sempat ramai (baca tulisan Dani di sini).

Mencari masalah apa yang dihadapi oleh pembaca blog kita dan kira-kira informasi seperti apa sih yang dibutuhkan oleh mereka. Itu yang harus dilakukan setiap blogger, menurut saya, ketika ingin membuat tulisan. Alias… 

Research – Termasuk Kata Kunci untuk Tulisan Kita

Saya sih, biasanya mulai dengan topik apa yang akan saya bahas. Dari topik ini, mulailah saya kepoin juga di keywords tools yang saya pakai. 

Apa juga isi tulisan orang lain terkait kata kunci yang sama ataupun topik tulisan keseluruhannya? 

Research ini gak melulu soal keywords sih. Melainkan juga termasuk meneliti, apakah ada data yang bisa mendukung tulisan saya ini apa gak? Perlu informasi apa lagi yang saya masukkan dalam tulisan?

Read also

Cara Melakukan Research Topik (Mencari Masalah untuk Tulisan Blog)

Dalam blognya, mbak Carra, pernah menuliskan tentang cara melakukan idea mining. Itu pun salah satu cara research. Dengan menggunakan apa yang ada sudah ada di dunia maya.

  • Google Trend – apa yang lagi trending dalam 12 bulan terakhir. Bisa juga sih bahas yang trending di saat ini.
  • Twitter Trending Topic – TTID ini bisa banget kita pakai untuk ide topik dan research. Klik yang trending dan kemudian kita lihat detailnya, apa aja yang dibahas. 

Kedua tools di atas itu lebih ngomongin soal: “What’s in right now”

Boleh kah kita pakai? Boleh aja, tapi ya, kita harus hati-hati, karena kalau bahas trending, kita harus siap untuk mengulas yang trending lagi dan lagi. Karena:

Trending itu sifatnya sementara. 

tulisanbloggerindonesia.com

Tools lain yang bisa digunakan untuk research – mencari masalah itu antara lain:

  • Quora (cek tulisan mbak Carra yang saya insert di atas ya)
  • Buzzsumo (Cek tulisan junjungan di sini)
  • Kaskus – saya biasa pakai untuk cari apa yang dibicarakan seputar topik yang akan dibahas. 
  • Instagram – saya pakai hastag search kalau yang ini. 
  • Google Search – masukkan topik atau keywords yang kita target dan baca-baca artikel yang sudah ada. Termasuk kata kunci apa yang related ke topik yang kita mau tulis. 
  • Komen di blog kamu ataupun blog orang yang membahas topik yang kamu inginkan. 
  • Status di Social Media – coba search deh topik yang kamu ingin bahas di sosmed. Pasti ada aja yang pernah bahas soal ini dan apa yang mereka pikirkan. 
Follow sosmed saya juga boleh. 

Sebenarnya banyak banget kok tools yang bisa kita pakai untuk research seputar topik yang akan kita ulas di blog. Tujuannya, ya yang tadi lagi. Kita tak sebatas mencari masalah doang, tapi juga kasih solusi dan nilai tambah melalui tulisan-tulisan kita. 

Jangan Berhenti Mencari Masalah

Seperti dalam randoman saya soal masalah dalam hidup, kita itu harus terus mencari masalah – kalau masalah ini sudah gak ada, boleh dikata kita ini udah gak hidup. 

Gak apa kok mencari masalah dalam hidup…. karena memang itu yang bikin hidup itu makin hidup. Setuju gak? 

4 Comments

  1. herva yulyanti 30 Desember 2018
    • Febriyan 30 Desember 2018
  2. Lia Harahap 18 Desember 2018
    • Febriyan 19 Desember 2018

Leave a Reply