fbpx
Febriyan Writing about life and anything that happen in life is one of my to do things. That's the reason blog Blog Review, Tips & Inspirasi by Febriyan Lukito born. Now I also admins for: Tempat Nongkrong Seru Pikiran Random Tulisan Blogger Indonesia

Dibaca Gak? 

3 min read

syarat dan ketentuan berlaku

Dalam tulisan menggunakan kartu kredit dengan bijak kemarin, saya menulis mengenai *) yang sering diabaikan. Nah kalian termasuk yang baca syarat dan ketentuan berlaku ini gak? Atau yang cuek bebek aja?

Gimana dengan kepesertaan kalian di asuransi yang ditunjuk kantor kalian? Baca gak ketentuannya? Apa saja yang kalian dapat, limitnya, prosedur klaim pengobatan, dan lainnya? Termasuk juga Kepesertaan JKN dari BPJS yang wajib diikuti. Atau jangan-jangan peraturan perusahaan pun gak dibaca ya? Bahaya tuh kalau kayak gitu. Karena di sana yang penting-penting dituliskan.

Syarat Dan Ketentuan Asuransi Kesehatan

Sebenarnya saya bahas ini sih karena semalam saya ngobrol dengan petugas mini mart dekat rumah saya. Mini mart ini dah famous banget. Pokoknya di mana saja ada si merah ini. Saya tanya soal jaminan kesehatan oleh kantornya. Dan dia bilang ada kok. Pakai BPJS. Saya pun lega. Kasihan kan kalau gak ada kan? Setidaknya dah dicover perusahaan kan?

Baca juga kisah sedih berdasarkan kisah nyata seorang ibu.

Nah masalahnya pas saya tanya detail lagi dia gak tahu. Yang saya tanyakan simpel (jangan-jangan bagi saya doang simpelnya). Saya tanya beberapa hal ini nih:

syarat dan ketentuan kartu kredit dan asuransi kesehatan
Dibaca gak itu Syarat Dan Ketentuan Berlakunya? Kartu Kredit misalnya..

Dipotong berapa tiap bulannya

BPJS Kesehatan ini kan pada dasarnya program yang hampir sama dengan Jamsostek dulu ya. CMIIW please. Jadi ada porsi potongan dari Perusahaan dan juga yang dipotong dari gaji karyawan. Semua harus dilaporkan kan. Saya jadi ingat pas dulu urus salary karyawan.

Pusing juga urus Jamsostek, apalagi kalau ada karyawan baru dan juga karyawan resign. Kita harus isi form lagi, setiap bulan. Lumayan sih kalau dari sisi perusahaan, tapi worth lah. Setidaknya bisa menolong karyawan kan dalam hal kesehatan mereka (dan juga Jaminan Hari Tua mereka – akan ada post lain soal JHT ini nanti ya).

Nah yang bikin makin ribet adalah kita harus memastikan potongan ini masuk dalam slip gaji karyawan dong. Biar mereka tahu ke mana saja uang itu lari. Kita gak mau dong diduga motong uang bukan miliknya. Eh tapi pas denger karyawan ini bicara seperti itu kok rasanya sedih ya.

Apa dia gak dapat slip gaji? Atau jangan-jangan slip gajinya gak menggambarkan potongan ini? Atau memang dianya aja yang gak perhatikan ya? Kalau kalian gimana? Perhatikan gak sih setiap potongan yang ada di slip gaji? 

Berapa Limit Klaim Asuransi Kesehatan Kalian?

Nah yang berikutnya saya tanya ya berapa limit klaim kalau dia mengalami sesuatu. Tapi ternyata dia sendiri juga gak tahu. Entahlah…. ini kok saya jadi berasa dianya gak perhatian banget kali ya. Tuh kan jadi pikiran jelek lagi. Siapa tahu dia sendiri juga gak dikasih tahu kan ya sama kantornya?

Saya ingat pas masuk kantor, pasti ikutan masa orientasi untuk mengenalkan perusahaan. Nah, pas dulu ikut masa ini, saya sendiri jarang dengar tentang penjelasan masalah program kesehatan yang ada di kantor sih. Mungkin ini juga masalah yang dialami orang itu kali ya.

Gak ada yang kasih tahu dia kali ya soal jaminan kesehatan yang ini. Fungsinya apa saja, besaran klaim dan lainnya yang saya tanyakan berikutnya. Tapi soal limit klaim ini penting kan ya? Jangan sampai pas kita sampai ke tempat pas lagi perlu malah ditolak karena di luar limit atau di luar tanggungan.

Saya sendiri belum terlalu paham soal JKN dari BPJS ini sih – apakah full cover atau tidak ya. Tapi pas om saya pakai sih, sepupu masih harus bayar sebagian juga sih. Jadi kayaknya gak dicover secara penuh kali ya. Ada batasan juga. Ada yang bisa kasih info gak?

Kalau sakit, harus ke mana? Tahu Rumah Sakit Mana Yang Menerima BPJS?

Nah terus yang saya tanya berikutnya adalah kalau sakit jadi ke mana saja yang bisa diterima oleh JKN? Dan lagi-lagi dia gak tahu juga. Aduh… saya langsung pusing pala Ken (bukan Ken Arok ya… lirik seseorang). Ini kok bisa sih sampai kayak gini. Gak tahu semuanya.

Lagi-lagi pengen gak pikiran jelek, jadi mungkin belum ada sosialisasi yang baik dari kantor kali bukan salah orangnya. Lah tapi ini napa jadi pikiran jelek soal kantor ya? Duh maafkan. Abis gimana dong. Menurut kalian apa coba sampai hal ini juga dia gak tahu.

Sedangkan kalau kata teman dan kakak saya yang urus BPJS di kantor mereka, untuk didaftarkan JKN ini, karyawan dimintakan alamat Puskesmas terdekat dengan rumah atau yang mereka mau. Jadi kalau sakit ya ke sana doang bisanya. Nanti kalau diperiksa dan butuh dirujuk ke RS baru deh dikasih surat rujukannya.

Kebayang dong kalau sampai ada kejadian amit-amit dan kita bingung karena gak tahu ke mana harus melangkah (seperti kalau abis putus dari seseorang). Kasihan kan kalau sampai makin parah di jalan karena harus cari tahu dulu di mana dia bisa dirawat dan lainnya.

Gimana proses klaimnya?

Nah terus saya juga tanya, kalau proses klaimnya seperti apa? Dia pun gak tahu. Bener-bener ya. Gak tahu juga soal ininya. Eh tapi saya dulu juga sambil jalan sih cari tahunya. Ya berhubung sudah ada web untuk karyawan jadi saya browsing di web itu buat tahu prosedurnya.

Nah kalau kayak dia di toko, ada gak ya web untuk dia lihat tata caranya? Saya gak tanya ini sih kemarin. Tapi dianya sepertinya masih tenang aja coba. Duh kok jadi saya yang khawatir ya. Masalahnya pengalaman dengan mama saya bulan lalu aja bikin saya panik loh. Mama saya kan sakit.

Jadi saya bawa ke rumah sakit. Memang tidak pakai kartu apa-apa sih – walau sebenarnya dia terdaftar juga di JKN ini. Tapi karena sayanya dah agak khawatir banget dan panik dikit, jadi langsung bawa ke rumah sakit yang dekat yang saya tahu aja.

Pas di sana pun ternyata yang panik saya gak sendirian. Banyak yang panik melihat anggota keluarganya sakit. Nah gimana kalau diri sendiri yang sakit. Kepikiran gak sih? Atau orang di sekitar kita juga gak tahu cara yang harus dilakukan kalau kejadian ketok meja lagi.

Ya kan sayang aja kalau kita gak tahu cara yang seharusnya. Dan apa saja yang termasuk tanggungan asuransi itu atau tanggungan kita sendiri. Bisa-bisa kita makin pusing nantinya.

Please Baca Lagi Deh

Nah… saya sih berharap semua membaca syarat dan ketentuan yang berlaku untuk setiap produk yang kalian pakai ya. Seperti BPJS ataupun asuransi kesehatan lainnya seperti yang saya sebut di atas. Atau juga kalau punya kartu kredit, please baca lagi deh itu syarat dan ketentuan berlakunya apa aja – apalagi pas Promo Kartu Kredit tuh.

  • New chipped credit cards offer more protection
Febriyan Writing about life and anything that happen in life is one of my to do things. That's the reason blog Blog Review, Tips & Inspirasi by Febriyan Lukito born. Now I also admins for: Tempat Nongkrong Seru Pikiran Random Tulisan Blogger Indonesia

51 Replies to “Dibaca Gak? ”

  1. iyah sih,, kalau Lisa sih keseringan lewaat aja,, panjang banget nget nget soalnya kalau S&K itu biasanya,,
    yang paling simpel sih pas mau download aplikasi di app store/play store tuh,, karena biasanya langsung accept aja trus langsung installing.

  2. Waa, BPJS. Berhubung sudah dipotong oleh bagian gaji di kantor jadi saya kurang begitu tahu dipotong berapanya, tapi yang saya tahunya itu kalau sakit nanti dirawat di kelas berapa, udah. Soal biaya yang ditanggung dan tidak ditanggung itu juga belum tahu :huhu.

    Cuma yang agak belibet dari BPJS ini sistem rujukan berjenjangnya sih. Jadi ada penyakit yang mesti sembuh di Puskesmas/faskes primer, terus kalau parah baru dirujuk ke atas, itupun gak langsung ke RS yang tipe A kayak RSCM atau RSPAD tapi mesti ke yang daerah dulu kayak RS Tarakan. Huhu. Jadinya kalau sakit ya masuk ke UGD saja, kalau di UGD kan sistem rujukan itu tak berlaku

    Tapi paling bagus sih jangan sakit Mas. Jauh-jauhlah, penyakit… *knock-knock on the woods*.

    1. Kirain knocking on heaven’s door Gara. Hehe. Ya jangan sampailah sakit mah.
      Makanya baca syarat dan ketentuan itu perlu banget Gar. Salah satunya kan prosedural seperti itu. Jadi semua mang ada aturan masing2.

  3. ini serius mau gw jelasin JKN (BPJS Kesehatan d/h Askes dan BPJS Ketenagakerjaan d/h Jamsostek)?? bisa panjang x lebar = luas neh. intinya seh memang kita sebagai orang awam, baiknya baca s&k atau polis asuransi-nya. atau klo dah keburu males..yaa mesti aktif dan rajin tanya ke HRD yang ngurusin masalah kepegawaian…

      1. gak juga kok, Ryan. kerjaan gw di skul ngurusin asuransi2nya karyawan, baik yang BPJS Kesehatan maupun yang asuransi swasta. jadi mau gak mau, mesti di-paham2in deh urusan asuransi.

  4. jujur…saya termasuk yang kadang males baca syatun (syarat dan ketentuan)..cz kadang2 tulisannya kecil2 banget hehe.
    kebiasaan ini harus segera diubah biar paham hak dan kewajiban kita 🙂

    1. Iya mbak. Rata2 semua juga males baca karena tulisannya itu. Saya juga sih. Kalau dah malas saya biasanya minta si petugas ceritakan semuanya aja secara langsung.
      Hak dan kewajiban konsumen sangat perlu diketahui ya mbak. Mari ah rubah kebiasaan

  5. Urusan begituan mah biasanya Abah yang ngurusin mas Ryan…aku mah iya-iya aja…
    *berasa jadi bos…bhahahaha…*

    Trus nanti kalo ada masalah biasanya aku tinggal nyalahin abah aja…hihihi…
    *istri tiri*

  6. kantorku memberikan 2 asuransi, asuransi swasta dan BPJS.
    Dan semua penjelasannya selalu di sosialisasikan dengan mengundang tim asuransi swasta dan BPJS nya langsung hehhee.. jadi bisa tanya jawab langsung di forumnya 🙂
    Alhamdulillah aku paham semua mengenai asuransi 🙂

    Kalo BPJS di cover basic penyakitnya setau aku Ko, tapi beberapa hal yg nggak ditanggung nggak terlalu besar sih.
    Baiknya gunain BPJS untuk penyakit2 yg berbiaya besar aj, kl cuma sakit biasa aku sih masih pake asuransi swasta hehee.

    1. Wah. Enak dong ada asuransi swasta juga. Jd covernya makin banyak juga ya.
      Sosialiasi spt itu bagus tuh Ke. Tapi gak semua perusahaan nerapin itu juga kan

  7. Syarat dan ketentuan tuh biasanya ditulis kecilll bangett supaya luput dari perhatian 😀 . Biodata bisa dijual ke pihak lain, dan itu kita tau dari Syarat dan ketentuan, sayangnya kebanyakan kita malas baca. Suamiku paling rajin baca, mau online atau offline dia selalu baca dulu baru lanjut kita mau beli atau tidak.

    1. Hahaha. Padahal penting kan om baca kayak gitu.
      Nah palagi kalau soal aplikasi. Kalau gak baca manual suka gak paham kan. Ujung2nya call helpdesk or soldesk buat gampang. Hahaha

  8. aku belum pernah ikut asuransi, dan aku juga jarang baca term & cond nya mas…pengalaman kalau pas bikin rekening itu dibalik form layanannya kan banyak term & cond-nya ya kecil-kecil lagi fontnya, tapi kadangan CSnya juga gak jelasin maen suruh ttd aja hahhaa…

    1. Nah memang gt Mbak. Kadang memang mereka gak jelaskan full kalau gak ditanyakan. Agak males sbnrnya kalau dah kayak gitu kan.
      Gak ikutan bpjs juga mbak?

      1. ikut mas kalau bpjs, sudah dari tahun lalu…tapi untuk asuransi yang lainnya belum nih, masih belum kepikiran planning kedepannya…duuuhhh jan… 🙁

  9. ya.. T&C itu emang penting buat dibaca. in my case chan selalu membaca kalo itu berkaitan ama asuransi dan kartu kredit. intinya yang finansial2 gituh.. tapi lama2 kok emang penting ya baca T&C walo panjang dan bahasanya mbuletin gituh. plus tulisannya yang biasanya kecil2 😛

  10. Karena minat baca buku orang indonesia itu masih sangat rendah, jadinya hal-hal seperti itupun malas untuk dibaca, nanti baru ngeh kalo sudah ketemu masalah 🙂

    1. Sebenarnya sih bukan hanya asuransi mas. Beli apapun ada syarat dan ketentuan berlaku kan kayaknya. Apalagi kalau sale.
      Eh tapi mas kan dpt bpjs dr kantor mas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *