160112 – Artikel – Menerima Kehidupan

160112 – Artikel – Menerima Kehidupan

Hidup itu gak indah. Ngapain hidup? Cuma bikin sakit hati. Buat apa hidup? Hidup itu full of sh*t.

Siapa yang pernah mengatakan itu atau yah.. Mendengarnya. Entah dari kakak, adik, teman, siapa saja. Mendengarnya sekali atau berkali-kali?

Kalau mendengar atau mengatakan berkali-kali, sudah harus alert tuh… Jangan-jangan….

Tapi…. Apakah hidup itu memang seburuk itu?

Hidup saya bukanlah hidup layaknya pangeran tampan dengan kekayaan melimpah ruah. Dan masalah demi masalah yah… Ada aja dari hari ke hari. Tapi… That’s not the reason for us to say: ‘I hate life’.

Saya memang pernah mengatakannya kok, tiada maksud menyombong (#lah?!?). Tapi.. Akhirnya saya sadar bahwa bukanlah salah hidup jika kita mengalami segala masalah.

Coba deh dipikir-pikir lagi. Masalah yang dihadapi, muncul karena siapa? Apakah karena orang lain? Karena hidup kita? Atau karena kitanya?

Hidup yang tak menyenangkan, bisa dirubah kok menjadi menyenangkan…. Oleh siapa? Bukan oleh siapa-siapa, tapi oleh KITA sendiri. KITA. Jadi.. Kalau sekarang kita benci hidup, sebenarnya adalah kita benci DIRI kita sendiri.

Terus gimana dong biar ga benci hidup?

Kenapa kita harus benci hidup (baca: diri kita sendiri?). Apakah memang sedemikian parahnya diri kita hingga harus dicaci maki, hina dina, sampai dibunuh???

DIRI kita adalah anugrah terbesar yang diberikan kepada kita. Tinggal yang jadi masalahnya adalah… Bagaimana kita memanfaatkannya? Apakah kita menyia-nyiakannya atau mengambil yang terbaik untuk hidup kita?

Hidup yang bermasalah memang dicipta untuk membuat diri kita lebih siap dalam segala hal yang mungkin dihadapi. Membuat DIRI kita lebih baik.

Jangan lihat masalahnya saja…. Tapi lihatlah nilai positif dari segala kejadian yang kita alami.

Things happen for a reason – segala sesuatu terjadi dengan satu alasan. Entah itu agar kita belajar lebih baik lagi, untuk tak mengulangi kesalahan yang dilakukan kita ataupun orang lain ataupun sebatas kenangan. Semua alasan apapun… Segalanya terjadi karena sebuah alasan.

Temukan alasan sesuatu terjadi dalam hidupmu. Temukan apa yang kamu inginkan dalam hidup. Dan raihlah apa yang diinginkan itu.

Fokus! Tapi juga bersyukur atasnya. Atas segala yang ada di hidupmu. Semua. Karena semua adalah anugrah yang diberikan kepadamu.

Menerima kehidupan berarti menikmati hidup apa adanya, baik atau buruk, sembari mencapai apa yang diinginkan.

Purpose of LIFE, your life, is determined by you. And… Enjoying your life is also in your hand.

Ryan
280212 0740
Best Regards,
Febriyan Lukito

Advertisements
2

No Responses

Write a response

%d blogger menyukai ini: