fbpx

The Apprentice Asia – Indonesian Profile

The Apprentice adalah acara pencarian karyawan yang fenomenal di US dengan Donald Trump dan ‘You’re Fired’-nya menjadi trademark, ditambah lagi dengan lagu ‘Money’ yang menjadi soundtrack acara ini.

Dan kini, AXN Asia menyelenggarakan The Apprentice Asia dengan Tony Fernandes sebagai taipan Asia yang ditampuk sebagai tokoh utama. Siapa yang gak kenal dengan Tony Fernandes? Kenal Air Asia gak – itu loh airline yang murah dan ‘everyone can fly’? Tony Fernandeslah orang di balik kesuksessannya. Berikut ikhtisar singkat tentang beliau yang saya ambil dari website AXN.

Group Chief Executive Officer, AirAsia. Tan Sri Dr. Tony Fernandes has a personal credo – “Believe the unbelievable. Dream the impossible. Never take no for an answer”. He graduated from Epsom College, UK, London School of Economics and has been the Group CEO of AirAsia since December 2001.

Prior to AirAsia, he was the Financial Controller of Virgin Communications London before joining Warner Music International London in 1989. He was promoted to Managing Director, Warner Music Malaysia in 1992 and to Regional Managing Director, ASEAN, Warner Music South East Asia in 1996. In 1999, he became the Vice President of Warner Music South East Asia.

Amongst the many awards Tony has received, the most recent award is: Honor of the Commander of the Order of the British Empire by Her Majesty Queen Elizabeth II, conferred on him for services to promote commercial and educational links between the UK and Malaysia. He was named as one of the world’s most creative people in business for 2011 by New York-based business magazine Fast Company, and awarded the Inaugural ‘Travel Business Leaders Award’ winner by CNBC.

Sudah jelas kan kalau dari nama acaranya, peserta dari acara ini adalah dari seluruh Asia, termasuk Indonesia. Untuk masuk ke dalam acara ini bukanlah hal mudah. Seleksi tentunya cukup ketat. Dan dari Indonesia, tersebutlah dua peserta. Yaitu: Hendy Setiono dan Dian Krishna Mukti.

Siapa mereka?

Hendy Setiono mungkin lebih dikenal dengan franchise-nya yang booming luar biasa. Kalau kita menyebut kata kebab, pasti akan mengarah kepada franchisenya ini. Yup… dialah pemilik Kebab Baba Rafi. Berikut biodata singkat mengenai dirinya di website AXN:

Age: 30
Nationality: Indonesian
Marital status: Married
Education: Advanced Diploma of E-commerce from Informatics Computer School
Current Occupation: Founder and CEO of his F&B company

“There are many formulas to success, but nothing will happen unless you take action.“

Hendy did not finish university, but that did not stop him from setting up his own kebab chain at 19. Starting from a small village in Surabaya, he operated a push cart with just USD400 in capital. Today, his business is a roaring success, hiring 1900 employees in over 1000 outlets in Indonesia, Malaysia and the Philippines.

With several entrepreneurship awards under his belt, Hendy has a trophy in common with Tony Fernandes; they both won the Ernst & Young’s ‘Entrepreneur of the Year’ award in their respective countries.

Biodata menarik darinya ya…

Baca juga: Tempat Nongkrong Kekinian Di Jakarta Pusat

Lalu… peserta satu lagi dari Indonesia adalah Dian Krishna Mukti yang merupakan Miss Indonesia 2003 yang juga sering muncul di layar kaca, well, setidaknya itu yang tertulis di biodatanya (jujur saya sendiri kurang mengenal dirinya).

Age: 36
Nationality: Indonesian
Marital status: Married
Education: Master of Arts (Mass Communications) from Royal Melbourne Institute of Technology
Current Occupation: Housewife

“I only dream about meeting successful people. If I am given the opportunity to work within an organization as well-oiled as Tony Fernandes’ team, I will cherish that.”

Dian is a familiar face to many in Indonesia, having been a news anchor on local TV stations for over six years. The former Miss Indonesia 2003 and Mrs Indonesia 2010 has since taken on the role of a ‘homeland engineer’, her spirited take on managing a household of three. Dian looks up to her dad, a director of a state-owned enterprise in Jakarta, who lives by the old school business method of standing by ‘handshake agreements’. To Dian, relationships and integrity in business mean more than money-making.

Itulah sekilas tentang acara The Apprentice Asia. Kenapa saya posting? Karena saya menyukai acara The Apprentice, di mana kita bisa belajar banyak tentang dunia bisnis dan seluk beluknya. Jadi, kenapa tidak belajar bersama?

Sayangnya di minggu pertama, Hendy Setiono sudah dipecat oleh Tony Fernandes, walaupun sebenarnya Hendy dalam hal ini ‘menyerahkan diri’ kepada Tony untuk dipecat.

Di minggu pertama ini, peserta dibagi dalam dua kelompok, pria dan wanita, diberi tugas untuk menjual ikan di sebuah pasar di Malaysia. Dan Hendy, ditunjuk jadi Project Manager dari tim pria. Dari awal memang tim pria ini mengalami kekacauan, dimulai dari mulai menawarkan ikan kepada pembeli padahal harga belum ditentukan, label ikan juga belum dipasang, dan lainnya.

Di sisi lainnya, sang wanita juga bukan tanpa masalah. Salah satunya adalah mereka menjual udang dengan separuh harga pokok (kerugian besar). Namun pada akhirnya, walaupun tim wanita merugi, tim pria merugi jauh lebih besar.

Seperti biasa, di ruang Direksi, dibahas apa yang terjadi dan siapa yang bertanggung jawab atas kesalahan ini. Dari pembahasan, sebenarnya kita dapat melihat, siapa yang memiliki kelemahan dan mungkin untuk dipulangkan. Namun Hendy memilih dua orang yang justru merupakan dua orang terbaik di tim pria.

Dan pada akhirnya kita dapat menebak bahwa Hendy sedang mengajukan diri untuk dipecat.

Bagaimanakah sepak terjang Dian di The Aprentice Asia ini? we’ll see…

12 Comments

  1. omnduut 16 Juli 2013
    • Ryan 16 Juli 2013
      • omnduut 16 Juli 2013
      • Ryan 16 Juli 2013
  2. aisyah 13 Juni 2013
    • ryan 13 Juni 2013
  3. Yudhi Hendro 27 Mei 2013
    • ryan 27 Mei 2013
  4. kishandono 27 Mei 2013
    • ryan 27 Mei 2013
  5. DianRuzz 27 Mei 2013
    • ryan 27 Mei 2013

Leave a Reply