fbpx
Febriyan Writing about life and anything that happen in life is one of my to do things. That's the reason blog Blog Review, Tips & Inspirasi by Febriyan Lukito born. Now I also admins for: Tempat Nongkrong Seru Pikiran Random Tulisan Blogger Indonesia

Sorry

48 sec read

Sorry seems to be the hardest word…

Itu sepenggal lirik lagu yang cukup terkenal (dalam versi saya ya). Mengucap maaf sepertinya sangat sulit.

Yah.. Memang sulit. Sulit jika kau mengucapnya dengan sungguh-sungguh. Dengan ketulusan meminta maaf.

Meminta maaf menjadi susah karena terkadang kita tidak benar-benar mengucapkannya dari dalam. Just a word.

Kalau sorry/maaf hanya sebatas kata… Mudah sekali. Tinggal ketemu orang bilang maaf. Lama-lama akan seperti mpok Minah dalam Bajaj Bajuri.

Maaf sebenarnya haruslah tulus datang dari hati. Saat maaf itu keluar, semua rasa malu, takut, sedih karena telah bersalah juga ikut serta. Dibutuhkan benar-benar keberanian saat mengatakannya dengan tulus. Karena saat itu kita melawan ego kita. Ego yang menahan kita untuk mengatakan… ‘Saya salah’.

Semua orang memiliki ego itu. Saya percaya itu. Anda, dia, termasuk saya, memiliki ego – tidak mau dibilang salah. Ego yang mengatakan kita lebih baik dari siapapun.

Tapi kenyataannya, bagi saya, orang yang mampu meminta maaf dengan tulus, yang mampu mengakui ‘saya salah dan saya minta maaf untuk itu’, yang mengalahkan egonya itu….. Adalah orang yang jauh lebih baik dari siapapun di dunia ini.

Jadi…
Janganlah takut untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf. Karena artinya kita telah menaklukkan musuh terbesar kita. EGO dalam diri.

Dan jangan sekali-sekali berlebihan menggunakan maaf yang sebatas kata. Karena ‘MAAF’ akan menjadi tak ada harganya lagi di mata kawan-kawanmu.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Febriyan Writing about life and anything that happen in life is one of my to do things. That's the reason blog Blog Review, Tips & Inspirasi by Febriyan Lukito born. Now I also admins for: Tempat Nongkrong Seru Pikiran Random Tulisan Blogger Indonesia

4 Replies to “Sorry”

    1. betul mbak, tapi klo dalam proses belajar untuk memperbaiki diri boleh lah, kitanya yang harus sabar *edisi sok bijaknya asmie he he he*
      tapi bisa dilihat dari ekspresi matanya kok klo dia memang sengaja berbuat salah atau tulus gaknya minta maap …. 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *