fbpx
Febriyan Writing about life and anything that happen in life is one of my to do things. That's the reason blog Blog Review, Tips & Inspirasi by Febriyan Lukito born. Now I also admins for: Tempat Nongkrong Seru Pikiran Random Tulisan Blogger Indonesia

Review Film Fast Furious 7 – Goodbye Brother (Kind of spoiler)

4 min read

Review Film Fast Furious 7 - Goodbye Brother (Kind of spoiler) 1
Review Film Fast Furious 7 - Goodbye Brother (Kind of spoiler) 2
Fast & Furious 7 – My review on FF7: Image taken from Filmsy.com

Fast & Furious 7 – siapa yang menantikan film ini? Installment yang saya nantikan sih yang pasti dan kemarin Senin, saya berkesempatan nonton di Cinemaxx. Review film Fast Furious 7 ini ya seperti biasa akan saya bawa ala saya sendiri ya. O iya, kenapa saya tulis kind of spoiler – karena saya mengangkat ending terkait perpisahan dengan Paul Walker yang meninggal saat masih syuting installment ini.

Plot Film Fast & Furious 7

Deckard Shaw a.k.a Shadow yang diperankan oleh Jason Statham ini muncul di akhir installment ke-6. Masih ada yang ingat gak? Dia ini disebut “bad ass big brother” dari Owen Shaw, musuh Dom (Vin Diesel) dan kawan-kawan saat di London. Decker ini adalah mantan pasukan elit yang dibina khusus namun akhirnya tidak dapat dikendalikan oleh pemerintah sendiri dan akhirnya menjadi Shadow.

Shaw ingin membalaskan dendam atas yang dialami adiknya itu karena itulah dia mencari data kelompok Dom yang membuat adiknya itu lumpuh. Didatangilah Hobbs (Dwayne Johnson) di tempat kerjanya dan perkelahian terjadi di antara keduanya yang membuat Hobbs terluka parah dan harus dirawat di rumah sakit. Sedangkan Dom sendiri mendapatkan kiriman dari Jepang di rumahnya saat Brian (Paul Walker) dan Mia (Jordana Brewster) berpamitan, yang ternyata adalah bom hadiah dari Shaw.

Saat pemakaman Han semua anggota berkumpul kembali, hanya Letty (Michelle Rodriguez) yang tak ada saat pemakaman (dia pergi setelah diajak Dom mengenang masa lalu di arena balap liar yang mereka ciptakan). Tej (Chris “Ludacris” Bridges) dan Roman (Tyrese Gibson) beserta Brian sedang membahas kalau mereka tidak ingin lagi menghadapi kematian seperti ini. Di saat itulah Dom melihat ada sebuah mobil mengintai dari kejauhan, yang ternyata adalah Shaw.

Dom mengejar mobil itu hingga ke sebuah terowongan. Tabrakan tak terhindarkan namun perseteruan di antara keduanya terhenti karena adanya agent Mr Nobody (Kurt Russel) yang ingin membantu Dom. Cara membantunya adalah dengan menolong seorang hacker bernama Ramsey. Ramsey berhasil menciptakan sebuah alat pengintai yang dapat mengakses semua kamera yang ada, termasuk kamera telepon yang sedang digunakan. Alat ini sedang diincar oleh teroris Mose Jakande (Djimon Hounsou) dan Ramsey sedang dalam perjalanan untuk dibawa ke markas mereka.

Petualangan pun dimulai, Letty kembali dan ikut terlibat. Mia yang diamankan oleh Dom di sebuah pulau terpaksa merelakan Brian untuk kembali berpetualang dan tidak memberitahukan soal kehamilan keduanya. Rencana awal adalah mencegat rombongan itu di tengah perjalanan, di daerah pegunungan yang sulit dijangkau. Caranya? Dengan menerbangkan mobil-mobil yang sudah dimodifikasi. Aksi penyelamatan ini diganggu oleh kehadiran Shaw kembali. Walau mereka akhirnya pun berhasil menyelamatkan Ramsey (Nathalie Emmanuel), tapi ternyata alat pengintai bernama God’s Eye itu tidak ada padanya.

Mereka pun bergerak ke Dubai, di mana alat itu dititipkan oleh Ramsey kepada temannya. Setibanya di sana, ternyata tidaklah semudah dipikirkan karena temannya ini, Safar telah menjualnya ke Pangeran  yang dipasang pada mobil koleksinya yang disimpan di penthouse sang pangeran. Apakah mereka berhasil mendapatkan God’s Eye itu dan menemukan serta meringkus Shaw pada akhirnya?

Review Film Fast Furious 7 - Goodbye Brother (Kind of spoiler) 3

Review Film Fast Furious 7 – Goodbye Mr Walker (Kind of Spoiler)

Yang membuat saya penasaran menonton installment ke-7 ini ada dua, yaitu bagaimana hasil filmnya terkait kematian Paul Walker pada tanggal 30 November 2013 lalu dan seperti apa lagi yang akan dihadirkan ke penonton, apalagi setelah installment ke-6 yang menurut saya super itu. Deg-degan juga pas bikin review film fast & furious 7 ini, karena banyak banget yang mau ditulis.

Welcoming Shaw
Welcoming Shaw

Jadi, sepertinya Chris Morgan, sang penulis sudah memikirkan baik-baik tentang ekspektasi para penggemar installment film ini. Dia menyuguhkan hal-hal yang kita pikirkan tidak mungkin dilakukan. Di awal film, kita akan sempat diajak oleh Brian, saat bermain dengan anaknya, ditanamkan ide bahwa mobil tidak bisa terbang. Namun ternyata, di tengah film, saat aksi menyelamatkan Ramsey, inilah yang dilakukan. Membawa mobil terbang.

Kemudian dengan God’s Eye yang mencengangkan itu. Sebenarnya konsep yang ada dalam God’s Eye ini adalah dalam dunia digital sekarang ini, kita, manusia, dengan mudah dapat dilacak dan ditemukan, dengan memanfaatkan semua teknologi yang ada. Dunia digital yang agak “berbahaya” itu bukan lagi sebatas angan, menurut saya. Tak akan heran dalam beberapa tahun ke depan, yang diciptakan Ramsey dalam film, God’s Eye itu, akan benar-benar terwujud.

Adegan perkelahian favorit saya adalah yang saya sebut sebagai Pekelahian Pendekar Botak. Hahaha. Yup perkelahian antara Dom dan Shaw, yang keduanya botak. Perkelahian ala street fight di sini keren abis. Lalu yang dinantikan dalam setiap installment film ini juga adalah deretan mobil keren super cepat. Salah satunya adalah mobil yang dijadikan koleksi oleh sang Pangeran adalah Lykan Hypersport senilai US$3.4 juta. Dan seperti biasanya, mobil sekeren apapun akan dihancurkan dalam film ini. Lykan ini pun termasuk yang hancur.

Film ini seperti biasa membawa aksi demi aksi dengan mulus. Dari awal film, ketegangan telah berasa dan sumpah, saya menahan rasa ingin ke belakang saya sejak pertengahan film karena tidak ingin sedikit pun terlewat adegan demi adegan. Keren abis. Saya menganjurkan para penggemar film Fast & Furious untuk menonton film ini.

Namun, di antara semua adegan itu, ada hal yang membuat saya sangat tidak bisa beranjak, adalah adegan Paul Walker dalam film ini. Sebagaimana kita tahu, saat Paul Walker meninggal dunia, syuting film belum selesai. Tapi ternyata sepanjang film ini, kita akan bertemu Paul Walker, dari awal hingga akhir. Tidak ada seperti dalam benak saya adegan kematian Paul Walker, walau sepanjang film adegan Brian dengan Mia mengarah ke sana. Ending yang saya rasa agak wajar dipikirkan karena kenyataan meninggalnya sang aktor.

Sepertinya Vin Diesel, sebagai salah satu produser, ingin membawa film ini ke arah yang super keren untuk menghormati Paul Walker dengan cara Fast & Furious. Salut dengan ending film untuk perpisahan dengan Brother Brian – dengan kata di ujung film: For Paul. Jika sudah melihat kata-kata ini, kalian boleh keluar dari bioskop. Tak ada cuplikan untuk installment berikutnya kok.

Nilai yang saya berikan untuk film ini adalah 4 bintang dari total 5 bintang. Super keren dalam sisi aksi yang ditampilkan, ide ceritanya, akting bahkan sampai ending perpisahan dengan Paul Walker. Film ini saya agak kategorikan sebagai film tentang keluarga dengan kemasan berbeda. Selamat tinggal Mr Walker – Goodbye Brother as Dom said. Berikut kutipan dari film ini, yang diucapkan oleh Dom di akhir film:

Dominic Toretto: [remembering the time he had with Brian] I used to say I live my life a quarter mile at a time and I think that’s why we were brothers – because you did too. No matter where you are in this world, whether it’s a quarter mile away or half way across the world. The most important thing in life will always be the people in this room, right here, right now. Salute mi familia. You’ll always be with me. And you’ll always be my brother. (kutipan dari IMDB Quote). 

Review Film Fast Furious 7 - Goodbye Brother (Kind of spoiler) 4

Dan di sinilah keduanya berpisah jalur… Ending terbaik yang sungguh di luar dugaan saya namun justru membuat saya angkat topi bagi tim film ini. Itu review film Fast & Furious 7 versi saya.

NB: Tahukah kamu kalau separuh adegan Paul Walker di film ini dibuat dengan teknologi CGI? 

Febriyan Writing about life and anything that happen in life is one of my to do things. That's the reason blog Blog Review, Tips & Inspirasi by Febriyan Lukito born. Now I also admins for: Tempat Nongkrong Seru Pikiran Random Tulisan Blogger Indonesia

85 Replies to “Review Film Fast Furious 7 – Goodbye Brother (Kind of spoiler)”

  1. Ping-balik: SPECTRE BLURAY .mkv Version | Indonesian Forum Jual Beli
  2. Ini postingan yang dari awal rilisnya ga mau saya buka sampe akhirnya saya nonton. 😀
    Tapi beneran deh, kirain Brian dibuat meninggal tapi ternyata enggak sama sekali. Adegan perpisahannya dibuat sangat elegan!!!! Thumbs for Mr. Wan
    Setuju dengan mas, film ini bisa dikategorikan ke film keluarga karena antar pemainnya pun memiliki kekeluargaan yang erat. Bahkan sampai akhirnya film ini mengusung tema yang mengutamakan keluarganya…
    Duh ngasih komen ini kok jadi pengen mewek sendiri ahahaha.
    And congrats for your new home 🙂

    1. Hahahaaha. Gak mau baca spoiler ya. Memang bagus banget kan ya San. Film keluarga hanya dg background action.
      Salut memang Brian dibuat gak meninggal. Perpisahan yang pas banget.
      Makasih ya San.

  3. Saya sendiri belum melihat, namun yang menjadi kehebohan bebeapa orang orang yang sudah atau pengen melihat terutama karena faktor penasaran dengan teknologi CGI dan ratingnya IMDB yang tinggi ya, hehehehe

  4. Film ini bikin emosi campur-campur : tegang, ketawa ngakak dan sedih.. Well done banget, F&F 7 ini…

    Tehnologi yang dirancan Ramsey, kayaknya serem ya kalau beneran ada. You will never alone then… 😀

  5. Racyuuuun! Huahahah.. 😀

    Aku mau nonton tapi bioskop masih rame-ramenya, Bang.. Ntar ah, nunggu sepian dikit. Mueheheh.. 😛

  6. ending yg keren…terlihat raut muka dom saat melihat brian benar tulus tidak dibuat buat…salute for this movie,,,meskipun sudah nonton 2 kali saya gak bakalan bosan…

    1. Bener mas. Tulus banget rautnya Dom. Itu yang bikin nyess banget.
      Dah dua kali nonton ya? Nonton berikutnya lagi gak apa jugakah?

  7. Selalu teringat dengan endingnya yang “nyesssssss” banget di hati. As I said before, saya hampir nangis lihat endingnya. Bener2 dah Vin Diesel itu orang yang sangat keren. Ditambah lagi scoring di endingnya yang bikin tambah “nyesssssss”.

  8. Semua bilang keren.. tapi yang kali ini belum nonton..
    Bukan karena virus K-pop sih.. tapi dari FF ini aku malah senengnya sama si Han… karakternya yang selooooowww itu lho…
    hi hi hi hi…
    Udah ga ada Han… jadi males nontonnya… tapi kok pengen… ngintip ah … hi hi hi… 🙁

  9. seru baca riviewnya, pengen nulis kaya om ryan.. hehehe
    mang yang ini sutradara nya TOP menyajikan cerita Alm, Paul dari Awal till the end of movie (cant imagine). karena dari spoiler lalu ada selentingan akan ada scene tabrakan.. and the result ? complete and ending yang super cool — gak ada pamitan, karena Dom menyatakan dimanapun pastikan ketemu lagi sesuai music yang ditandemkan oke banget “see u again”

    tambahin boleh ya om, ;

    mobil terbang
    itu oke banget idenya, udah ketebak sich kenapa si Roman ketinggalan has a reason,,, he did it.. save the alpha

    Salute for ramsey, sekali melihat ke5 tokoh yang nyelamatin bisa tau masing-masing, paling lucu scene roman is a comedian haha

    God’s Eye
    lihat teknologi ini sich udah pasti gak asing, tapi saya mau comment yang ditampilkan bukan teknologinya, tapi sehebat apapun teknologi, people’s brain itu luar biasa aka Ramsey yang bisa menonaktifkan kembali
    teringat God’s eye ini, pernah lihat di sequel movienya Batman — tp lupa yang mana yang terakhir dia mau nangkap si Joker pake teknologi sonar. terus teknologi ini dipake di filmnya eagle’s eye buat ngendaliin jarak jauh..

    Street Fight
    seru banget fight 2 tokoh idola saya duel haha, tapi yang disayangkan satu jadi antagonis Deck aka Statham
    sebelum street fight mau comment, yang jadi lawan Paul itu seperti memunculkan peran lain dari Han disisi antagonis hehehe karena biar keliatan fight nya dibandingin FF series yang lain

    maaf ya om jadi banyak comment haha
    pengen ikutan om ryan

    1. Hahaha. Gpp kok panjang. Gak dilarang Mas Ilham.
      Roman memang dari kemarin selalu dibuat seperti itu kan. Lucu tapi andilnya cukup besar sebenarnya. Hahahaha.
      Soal teknologi, agree. Totally agree with you mas.
      Street fight kalau dua2nya good guys malah gak seru dong. Hahaha. Soal si Haa itu memang seperti itu. Tapi gak mgkn muncul di seri berikutnya. Dia ini bintang baru di Hollywood. Pertama kali merambah.

      Eh pengen kayak saya apanya nih?

  10. Saya belum pernah nonton filmnya sih. Tapi memang kata teman-teman saya menyedihkan si scene pisah jalan itu. Apalagi ternyata quote-nya maknyus. Berkesan banget ya Mas. Yah, semoga dengan film ini Mas Paul bisa beristirahat dengan tenang di alamnya :amin. Kenangan yang dia tinggalkan pasti sangat berarti, tidak hanya bagi keluarga sesama pemain, tetapi juga untuk semua yang menonton. Dia itu orang besar :)).

      1. Saya agak kurang tahan sama film action. Jantung mau copot terus :huhu.
        Mungkin mau nonton tapi scene terakhirnya doang ya! :nawar :hehe.

  11. Memang keren banget film yang satu ini. Apalagi adegan terakhirnya itu….nyes banget!!
    Kata-kata Dom buat Brian tuh lebih dari Vin Diesel buat Paul Walker….Aku suka banget kata-kata Dom di akhir film

  12. benaaaaaaarrrrr kereeeeeeen.
    skrg sering banget play “see you again”, salah satu soundtrack yg diputerin pas adegan akhir2 Paul

  13. Ini yang paling keren, sukses dibuat nangis sesegukan di ending for Paul .. aahhh rasanya gk percaya kl Paul udh gk ada, aksinya nyata bgt yahh.
    Iya tau ini pakai teknologi CGI, 2 adiknya diikut sertakan dlm pembuatannya, yg satu diambil mata dan satunya lagi postur badannya Paul hikss…

  14. Tauuuuu.. Iya dibuat dgn teknologi CGI..

    Gw ntn mlm jmt kmrn Yan dan sukses bikin mewek terakhirnya.. Asli ini film action yg bikin gw mewek. Berasanya msh ada si Paul hiks

    1. Hahahaha. Bener kan endingnya kuat banget yak. Gak ada cara lain yang sebagus ini yak Ye. Saying goodbye to a brother.

  15. Karena sutradaranya, James Wan, juga paling handal mengemas nuansa keluarga dalam setiap film. Salut, banyak yang puas sama film FF7 ini. Thanks for the review, kak.

  16. Kenapaaa sih ff nya ga pernah syutiiing di cibubur. Kan keren gilaaaaak kalo bisa ngelewatin alternatif cibubur dengan mulus. Trus nyelip2in angkot yg ngetem. Trus ngelompatin sungai cikeas. Kan kan kan kereeen? *diiyain aja yak 😛

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *