fbpx

Never was… Never Will

Jika ada yang bilang kalau mengejar mimpi itu mudah, semudah membalikkan telapak tangan, apa yang kau pikirkan?

Kemarin saya berkutat sejak sore dengan netbook, kabel data, iphone dan wifi di sebuah cafe dekat rumah saya. Sejak jam 5 sore sampai jam 7-an saya berkutat di sana. Ngapain? Cuma satu: Mencoba Jailbreak iphone 3Gnya.

Setelah berkutat berkali-kali dan melakukan usaha berulang-ulang, saya menyerah – tapi menyerah untuk hari itu saja. Karena sudah malam. Nanti saya akan coba lagi. Sampai bisa!

Well, one thing i learned yesterday:  It was never easy.. and never will.

Yup…

Analoginya dengan usaha saya melakukan jailbreak itu adalah bagaimana kita mendambakan sukses dalam hidup ini. Never was… never will be easy. Seringkali kita ingin merasakan sukses dalam sekejap, entah karena kita melihat orang-orang di sekitar kita yang sudah berhasil atau karena memang kita sudah terbiasa dengan yang serba instant.

Terus gimana dong kalau ingin sukses?

Jawabannya cuma: BERUSAHA dan BERDOA

Yup…

Kalau kita sudah tahu bahwa tidaklah mudah untuk menjadi sukses, jangan pernah kita patah semangat dalam usaha mencapainya. Karena akan banyak sekali rintangan yang menghadang nantinya. Kalau kita sendiri tidak teguh dalam menjalaninya, duh… kitanya yang akan jatuh sendiri akhirnya.

USAHA

Seperti dalam contoh usaha jailbreak saya, mencari informasi sebanyak-banyak mengenai jailbreak menjadi penentu keberhasilan saya. Kenapa? Karena saya benar-benar awam dalam hal ini. Belum pernah sama sekali. Sebenarnya banyak orang di luar sana yang dapat lakukan jailbreak dengan mudah, lalu kenapa saya sendiri tidak mau menggunakan jasa mereka?

Kan lebih mudah…

Tapi… rasanya akan sangat beda sekali jika saya menggunakan jasa pihak ketiga. Kepuasaannya. Nah inilah yang saya anggap sebagai kesuksesan saya dalam jailbreak. 

Nah..  sekarang sebelum lebih lanjut membaca soal ‘usaha’, apa sudah ada kriteria sukses dalam benak? Apa yang ingin dicapai? Kalau belum… Mulai dari itu dulu, baru lanjut baca (canda kok… lanjut juga ga pa-pa).

Setelah menentukan arti sukses sebenarnya kita bisa menentukan apa saja yang perlu kita lakukan untuk mencapainya. Karena kan tidak semudah berjalan sekali saja. Pasti akan ada beberapa tahap dan beberapa usaha. Dan di dalam setiap usaha kita itu akan banyak langkah-langkah lainnya yang perlu kita jalani satu per satu.

Kita akan mengerti apa saja yang PERLU dan HARUS dilakukan untuk mencapai kesuksesan itu. Jadi kita akan tekuni semua yang perlu dan harus itu. Jika kita kurang informasi untuk itu, segeralah mencari tahu tentang hal itu. Sebagai contoh yah usaha jailbreak saya itu. Saya sudah berminggu-minggu googling mencari tahu cara untuk melakukannya.

DO

Lakukan! Kalau kita sudah tahu usaha apa saja yang perlu dan harus dilakukan, dan informasi mengenai semuanya sudah kita pegang, segeralah lakukan. Tahap demi tahap.

Perlahan tapi pasti – lakukan apa yang perlu dan harus dilakukan itu. Jangan terburu-buru.

Saya sendiri kemarin tidak sabaran. Jadi saat sudah tahu apa saja yang perlu dan harus dilakukan, saya segera mencoba jailbreak. Tahap demi tahap saya ikuti. Perlahan. Perlahan.

Sampai akhirnya tidak sabar saya langsung restore dari i-Tunes. Berulang-ulang (mentertawakan diri sendiri). Saya mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan. Mengikutinya perlahan. Namun, karena inginnya cepat mempunyai i-phone yang sudah di-jailbreak, saya mengganggu proses jailbreak itu sendiri. Sampai akhirnya waktu saya terbuang (sampai sekarang i-phone saya masih belum di-jailbreak). 

Ikuti aturan. Langkah yang diperlukan dan tetap SABAR. Kesabaran ini yang susah. Apalagi kalau kita pada dasarnya sudah sering disuapi dengan yang serba instant. Kebiasaan mendapatkan yang instant seringkali membuat diri kita tak sabar menunggu lebih lama, apalagi kalau melihat orang yang seumuran dengan kita telah sukses.

Tapi, kita kan tidak tahu, bagaimana dia memulai prosesnya dulu? Bagaimana dia berusaha mati-matian agar mencapai yang didapatkannya sekarang. Dan jangan lupakan memang ada faktor luck terkadang bermain dalam kesuksesan seseorang (hal ini saya tak bahas – karena faktor ini, menurut saya, ada di luar jangkauan kita).

PRAY

Kalau kita sudah usaha dan terus usaha. Melakukan segala hal yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan itu, hal berikutnya yang penting dan tidak boleh dilupa adalah: DOA. 

Seringkali kita melupakan Dia yang di atas sana. Kita bisa berusaha sekuat tenaga, tapi jika Dia merasa belum saatnya untuk kita merasakan kesuksesan itu, ya kita hanya akan dapat menunggu (tetap berusaha juga sih).

Contoh paling sering saya temui adalah teman-teman saya yang sudah menikah. Kesuksesan bagi mereka setelah menikah (kebanyakan) adalah memiliki anak. Kalau mereka sudah berusaha semaksimal mungkin, sesuai anjuran dokter, dan lainnya agar bisa memiliki keturunan, tapi pada akhirnya masih belum diberikan keturunan juga, gimana? Mereka berkata, belum waktunya kali. Sebuah sikap pasrah tapi menurut saya sikap yang baik.

Karena kembali lagi adalah Dia mengetahui kapan kita siap kapan kita belum siap. Jadi kalau belum diberikan, kita tetap berusaha dan berdoa, sampai nanti waktunya tiba bagi kita. Itu sih kata-kata mereka dan saya sangat suka.

Jadi…

Easy or not easy? Bagaimana pendapat kalian?

Menjawab quote saya di awal… apa jawaban kalian sekarang?

Ryan

151012 1200

No Responses

  1. Pingback: Perlahan Tapi…. | Jejak Langkah... 2 Juli 2013

Leave a Reply