fbpx
Febriyan Writing about life and anything that happen in life is one of my to do things. That's the reason blog Blog Review, Tips & Inspirasi by Febriyan Lukito born. Now I also admins for: Tempat Nongkrong Seru Pikiran Random Tulisan Blogger Indonesia

Makanan Liberia

45 sec read

Ternyata eh ternyata… makanan Liberia itu dikenal dengan rasa yang spicy. Bagi saya yang penggemar rasa itu, tentunya jadi masalah. Gak bisa saya makan yang spicy seperti itu.

Baru saja saya diajak teman kantor yang asli Liberia sini untuk makan siang bersama. Sebelum-sebelumnya, saya makan siang bersama teman Indonesia yang sedang berada di Monrovia sini, entah yang baru datang dari Indonesia ataupun justru yang ingin pulang ke Indonesia.

Tapi hari ini, saya tinggal sendiri. Tak ada lagi orang Indonesia yang sedang berada di Monrovia (yang dari perusahaan yang sama ya…) akhirnya saya diajak makan oleh rekan kerja lokal di sini. Makanannya Palm Butter – jadi ayam dimasak menggunakan minyak dari kelapa sawit. Bumbunya? Seperti bumbu kari, tapi Liberian pepper (cabe)nya banyak sekali. Pedas rasanya. Ditambah kayaknya juga ada pakai lada lagi.

Sayangnya tadi saya tak berani foto. Gak enak juga foto karena rekan sedang makan.

Selain itu, ada juga makanan dari Cassava – kalau bahasa kerennya, Singkong di kita. Singkong ini ditumbuk halus kemudian diaduk dikasih air, jadi semacam mash potato gitu. Tapi agak kenyal dan lengket, saya juga tidak tahu kenapa bisa jadi seperti itu. Dan dimakan dengan makanan Palm Butter itu juga.

Rasanya cukup sekali ini saja saya makan makanan lokal seperti itu. Tapi ya siapa tahu juga sih ya. πŸ˜€

Febriyan Writing about life and anything that happen in life is one of my to do things. That's the reason blog Blog Review, Tips & Inspirasi by Febriyan Lukito born. Now I also admins for: Tempat Nongkrong Seru Pikiran Random Tulisan Blogger Indonesia

41 Replies to “Makanan Liberia”

  1. Karena temen makannya bukan orang Indonesia jadi ga enak klo foto ya mas…
    Kalo orang kita kan fotoin makanan dah biasa. Hehehe…
    Saya ga suka pedes juga, jadi ga cocok melancong kesana πŸ˜€

  2. Aku suka kariiii tapi yg lokal sih semacam kari aceh gitu.
    Kalo pedesnya kelewatan.kan males ngebayangin efek2nya tar. Uda gitu bisa bikin nangis pas makannya. Hahahaha
    *aku perempuan cengeng*
    Penasaran euy

    1. jangan2 kalau saya ke sana, kepedesan nih. hahahaha.

      kalau dah di luar, kangen banget makanan Indo ya mba, apalagi namanya nasi padang. walaupun gak suka pedes, kalau nasi padang tetep hajar… cuma gak pake cabe ijonya aja sih saya. πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *