fbpx
Cara Mengatasi Kebosanan 1

Cara Mengatasi Kebosanan

Semua orang pasti pernah merasakan bosan dalam hidupnya. Apalagi kalau dikaitkan dengan rutinitas dalam hidup mereka. Salah satunya adalah kebosanan dalam pekerjaan sehari-hari mereka. Nah… berawal dari comment seorang blogger, Limaumanes, di postingan saya tentang tips memilih pekerjaan, dia menanyakan bagaimana kalau mengalami kebosanan.

Picture taken from: http://bored-entertainment-websites-review.toptenreviews.com/i-am-bored-review.html
Picture taken from: http://bored-entertainment-websites-review.toptenreviews.com/i-am-bored-review.html

Bosan, menurut KBBI, adalah sudah tidak suka lagi karena terlalu sering atau banyak; jemu. Jadi pada dasarnya rasa bosan ini muncul karena sudah terlalu sering kita alami. Misalnya saja kita menjadi bosan dengan kemacetan, tak lain dan tak bukan karena kita terlalu sering mengalaminya. Nah gimana kalau dalam hal lainnya?

Misalnya saja bosan dalam bekerja. Mungkin saja bosan karena memang sudah terlalu sering dan berulang-ulang menjalani pekerjaan yang sama (rutinitas bekerja). Saya katakan mungkin ya, karena bisa jadi bukan itu penyebab kebosanannya. Misalnya lagi bosan dengan sebuah makanan. Dulu, saya merasa bosan dengan tempe. Kenapa? Hampir tiap hari saya menyantapnya selama di Jakarta. Selain karena murah, tempe ini enak, entah digoreng tepung, goreng biasa atau pun dibuat jadi orek tempe (saya jadi lapar…).

Namun… saat bekerja di Liberia, saya merindukan sekali yang namanya tempe ini. Di sana tidak ada tempe. Sebenarnya saya membawa tempe orek buatan mama dari Jakarta. Namun karena setibanya di Liberia saya ditugaskan ke daerahnya dan tempenya lupa saya bawa, akhirnya tempe itu pun rusak. Sembilan bulan di sana saya tidak berhasil menemukan tempe dan gagal juga membuat tempe sendiri, walaupun sudah diberikan ragi untuk membuatnya (gak gampang loh ternyata).

Kembali ke masalah bosan, adalah hal lumrah merasakan bosan dalam kehidupan kita, apalagi jika kita menjalaninya dengan rutinitas yang sama dari hari ke hari. Bangun tidur, mandi, bekerja, pulang, mandi, tidur. Begitu setiap harinya. Terus bagaimana dong kalau merasa bosan? Apa artinya harus berhenti hidup dalam rutinitas? Belum tentu loh.

Cara mengatasi kebosanan

Ok… ini adalah cara menurut saya ya, tidak ada penelitian ilmiah dari cara-cara yang saya sebutkan, namun adalah hasil praktek saya sendiri. Tips ini sih lebih secara general ya.

1. Kenapa

Yang paling penting dan utama untuk mengatasi kebosanan adalah menemukan dulu, kenapa kamu merasa bosan. Bosan dalam hal apa dan kenapa. Bosan kerja sendiri bisa saja dialami karena beberapa hal, misalnya karena rutinitas pekerjaannya yang itu-itu saja. Bisa juga karena jam kerja yang berulang terus tiap harinya. Atau mungkin juga bosan dengan atasan dan rekan kerja yang gitu-gitu aja (bisa loh ya…).

Seperti proses penyelesaian masalah apapun, saat menghadapi kebosanan, kita harus diam dulu dan mencari tahu dalam diri kita apa sih yang menyebabkan kita bosan. Mengetahui akar masalah akan menjawab 80% masalah itu sendiri. Jadi, sebelum kamu memulai tips yang lainnya cobalah untuk menilai dulu apa yang menyebabkan dirimu bosan saat itu.

2. Ingat Kembali

Remember the time… eits maaf, salah lagu. Setelah kamu tahu kenapa kamu bosan, cobalah untuk mengingat kembali pada saat awal. Kenapa sampai kamu melakukan hal yang membuat dirimu bosan saat itu. Misalnya, kamu bosan dalam bekerja karena rutinitas jenis pekerjaannya. Cobalah ingat kembali saat awal kamu melamar pekerjaan itu. Kenapa kamu memilih jenis pekerjaan itu? Apakah karena memang itu jenis pekerjaan yang kamu inginkan ataukah hanya “terpaksa” daripada tidak ada? Apakah alasan itu masih masuk akal sebagai dasar kamu bekerja saat ini? Ataukah tetap membuat dirimu merasa bosan dan bahkan merasa salah dalam memutuskan bekerja saat itu? Jika tetap merasa bosan, mungkin ada baiknya mulai berpikir cari jenis pekerjaan lain. Jenis pekerjaan yang kamu sukai. Do what you love or love what you do. Kedua frase benar kok, tinggal mana yang kamu mau.

Ingatlah kembali juga hari pertama kamu masuk kerja. Bagaimana suasana hari itu, apa yang kamu rasakan saat itu. Biasanya sih, kecuali yang “terpaksa” tadi, akan merasa senang karena akhirnya bekerja untuk pertama kalinya. Senang karena bertemu dengan orang-orang baru. Ingatlah lagi. Dan kemudian cobalah ciptakan kembali suasana itu.

3. Ubah Satu

Nah… jika memang sudah mengetahui kenapa kamu bosan dan mengingat jaman awal itu tidak menolong kamu menghilangkan kebosanan, mungkin ada hal yang bisa kamu coba. Berubah… (gaya ala Ksatria Baja Hitam). Ubah satu saja hal yang biasa kamu lakukan yang termasuk dalam hal-hal yang membuat kamu bosan. Misalnya, biasanya kamu datang ke kantor tepat waktu (baca: mendekati jam batas masuk) dan kemudian langsung duduk dan bekerja. Cobalah sekali-sekali kamu datang lebih awal. Saat tiba di kantor kamu buat dulu secangkir kopi hangat atau teh hangat.

Atau mungkin misalnya kamu mulai menyapa satu orang yang berbeda setiap harinya. Berbicara dengan mereka, tentang apapun, bisa juga soal pekerjaan atau minta sharing pengalaman dari mereka. Satu yang paling sering berhasil saya lakukan adalah senyum sapa. Di saat bosan, coba saja sapa orang dan tersenyum padanya (jangan berlebihan senyumnya). Hal mudah ini biasa membuat bosannya saya hilang. Bisa juga kamu berubah dengan mendengarkan musik, bahkan musik yang sama sekali kamu belum pernah dengar sebelumnya.

Begitu banyak rutinitas yang dilakukan setiap harinya yang tanpa kita sadari membawa kita pada ritme yang sama setiap harinya, ini yang paling sering membuat kebosanan itu timbul. Memandang jam di dinding mengharap untuk segera berputar ke jam pulang. Namun… ada banyak hal juga yang sebenarnya bisa kamu “bengkokkan” dari rutinitas itu untuk mencoba satu aktivitas baru. Ini mungkin akan membuat hidupmu berbeda.

Nah… kalau ketiga tips di atas masih belum berhasil juga… cobalah untuk mengambil cuti dari rutinitas itu. Have your “Me Time”. Biasanya hal ini cukup berhasil untuk mengatasi kebosanan, tapi hanya bersifat sementara loh. Karnea begitu kamu balik dalam rutinitas itu lagi, kamu akan merasa bosan kembali.

Ada yang mau menambahkan? Bagaimana cara kamu mengatasi kebosanan?

74 Comments

  1. jampang 8 Januari 2015
    • Ryan 8 Januari 2015
      • jampang 8 Januari 2015
      • Ryan 8 Januari 2015
      • jampang 8 Januari 2015
      • Ryan 8 Januari 2015
      • jampang 8 Januari 2015
  2. Andik Taufiq 8 Januari 2015
    • Ryan 8 Januari 2015
      • Andik Taufiq 8 Januari 2015
      • Ryan 8 Januari 2015
  3. Dinar Zul Akbar 8 Januari 2015
    • Ryan 8 Januari 2015
      • Dinar Zul Akbar 8 Januari 2015
      • Ryan 9 Januari 2015
  4. Gara 8 Januari 2015
    • Ryan 8 Januari 2015
      • Gara 8 Januari 2015
      • Ryan 8 Januari 2015
      • Gara 8 Januari 2015
      • Ryan 8 Januari 2015
  5. joeyz14 8 Januari 2015
    • Ryan 8 Januari 2015
  6. Anggun 8 Januari 2015
    • joeyz14 8 Januari 2015
      • Anggun 8 Januari 2015
      • Ryan 8 Januari 2015
      • Anggun 8 Januari 2015
      • Ryan 8 Januari 2015
      • Anggun 8 Januari 2015
      • Ryan 8 Januari 2015
      • Anggun 8 Januari 2015
      • Ryan 8 Januari 2015
      • Anggun 8 Januari 2015
      • Ryan 8 Januari 2015
      • Anggun 8 Januari 2015
      • Ryan 8 Januari 2015
    • Ryan 8 Januari 2015
  7. winterwing 8 Januari 2015
    • Ryan 8 Januari 2015
  8. nengwie 8 Januari 2015
    • Ryan 8 Januari 2015
      • nengwie 8 Januari 2015
      • Ryan 8 Januari 2015
      • nengwie 8 Januari 2015
      • Ryan 8 Januari 2015
  9. ranselijo 8 Januari 2015
    • Ryan 8 Januari 2015
      • ranselijo 8 Januari 2015
      • Ryan 8 Januari 2015
      • ranselijo 8 Januari 2015
      • Ryan 8 Januari 2015
  10. Nadia Khaerunnisa 8 Januari 2015
    • Ryan 8 Januari 2015
  11. potretbikers 8 Januari 2015
    • Ryan 8 Januari 2015
  12. nyonyasepatu 8 Januari 2015
    • Ryan 8 Januari 2015
  13. naniknara 8 Januari 2015
    • Ryan 8 Januari 2015
  14. dani 8 Januari 2015
    • Ryan 8 Januari 2015
  15. dyazafryan 8 Januari 2015
    • Ryan 8 Januari 2015
      • dyazafryan 9 Januari 2015
  16. limaumanes 8 Januari 2015
    • Ryan 8 Januari 2015
      • limaumanes 8 Januari 2015
      • Ryan 8 Januari 2015
      • limaumanes 8 Januari 2015
      • Ryan 8 Januari 2015
      • limaumanes 8 Januari 2015
      • Ryan 8 Januari 2015

Leave a Reply