fbpx

Ayunda dan Miyuki

Miyuki Inoe, itulah nama gadis yang terlahir 500 gram dan buta itu. Buku ini berkisah tentang perjalanan hidupnya bersama sang Ibu yang cukup keras dalam mendidiknya.

Berikut ini saya tidak menuliskan review buku oleh saya. Melainkan dari seorang anak berusia 6 tahun bernama Ayunda Damai. ini tulisannya:

Belajar dari Miyuki

Posted on Januari 12, 2013

Hari ini aku masih libur. Aku akan bercerita tentang Miyuki Inoue. Aku membaca buku Miyuki Inoue dari kemarin sampai tadi setelah bangun tidur. Miyuki itu seorang tunanetra. Saat lahir Miyuki besarnya cuma 500 gram. Miyuki termasuk bayi prematur. Walaupun buta, Miyuki mempunyai 5 penghargan saat lomba menulis.

Dia dibesarkan oleh ibunya, ayahnya telah meninggal karena kecelakaan sebelum Miyuki lahir. Kehebatan yang dimiliki Miyuki adalah, bisa menulis cerita walaupun tunanetra, mendapat 5 penghargaan, bisa menaiki sepeda. Aku bilang kalau tunanetra bisa menaiki sepeda itu hebat karena tidak banyak orang tunanetra yang bisa naik sepeda. Kemarin aku menulis tentang Hee Ah yang jari tangannya hanya empat ternyata bisa bermain piano. Sekarang aku belajar dari Miyuki yang buta tapi ternyata jago menulis.

Jadi janganlah menyerah untuk terus belajar dan berusaha. Selain itu kita tidak boleh meremehkan orang yang cacat karena orang cacat belum tentu tidak bisa melakukan apa-apa. Banyak orang yang cacat yang hebat dan berprestasi seperti Hee Ah dan Miyuki.

Tulisan di atas saya ambil dari Ayunda sendiri. 

Kehebatan luar biasa dari Miyuki dan Ayunda. Terima kasih kepada mas Bukik yang telah mengenalkan saya kepada Ayunda (saya masih bingung sih hubungan Ayunda dan Mas Bukik nih… *kepo mode: on)

Satu hal yang membuat saya sangat kagum adalah bagaimana Ayunda yang masih 6 tahun sudah mulai menulis. Di sebuah blog pula. Mungkin memang jaman sudah berubah, namun biasanya anak seumuran Ayunda masih getol-getolnya bermain-main dengan boneka, PS atau sejenisnya. Tapi Ayunda, seperti Miyuki, berbeda dari yang lain. 

Ayunda berani untuk menulis dan menuangkan pengalamannya sehari-hari, buku-buku yang dibacanya (coba saja cek blog ayunda). Sungguh sebuah kebanggan pastinya untuk kedua orang tua kan? 

Untuk Ayunda, semangat terus ya bermain, belajar dan berceritanya. Jangan takut ya. Semangat untuk berbagi dengan teman-teman melalui tulisanmu.  

Siapa yang mau ‘dikalahkan’ oleh Ayunda? 

Ryan

140113 1300

8 Comments

  1. Bukik 16 Juni 2016
    • Febriyan 16 Juni 2016
  2. Ely Meyer 14 Januari 2013
    • ryan 14 Januari 2013
  3. lambangsarib 14 Januari 2013
    • ryan 14 Januari 2013
  4. metamocca 14 Januari 2013
    • ryan 14 Januari 2013

Leave a Reply