fbpx

Positive Negative

We have to stop saying that ‘I’m miserable’ because there are others who less fortunate than you

 

Berkali-kali saya berusaha menjadi pribadi yang positif dalam setiap tindakan – setiap harinya. Namun, pada praktiknya, entah disadari atau tidak, saya menerapkan sikap negative. Mulai dari berkomentar tentang betapa tak beruntungnya saya. Betapa lebih beruntungnya orang-orang tertentu yang memiliki kelebihan. Mulai ‘nyinyir’ tentang kehidupan. Dan lain sebagainya.

Dimulai dari satu perkataan, sikap saya pun mulai beranjak menuju sikap mental negative secara terus-menerus tanpa saya sadari. Dan ini membuat hidup saya menderita. Kenapa? Karena saya jadi mulai berpikir macam-macam tentang orang lain. Tentang bagaimana mereka bertindak. Tentang bagaimana seharusnya mereka melakukan dengan lebih baik (tapi saya tak lakukan apapun mengenai ini).

Adakah yang merasakan seperti yang saya rasakan di atas? Memang enak kok… menyinyiri (ada gak sih kata ini sebenarnya dalam kamus?) seseorang ataupun segala sesuatu dalam hidup. Tapi… efek dari melakukan hal itu tidaklah enak. Kita serasa terkukung dalam lingkaran hitam yang negative yang tak bisa membawa kita ke dalam kebahagiaan.

Kenapa demikian?

Kita semua menyadari bahwa menjadi pribadi positif adalah baik. Namun melakukannya sangat susah. Seringkali kita kembali dan kembali lagi ke dalam lingkaran negative dalam hidup.

  1. Pribadi

 

Faktor utama tentunya adalah pribadi kita sendiri. Susah menjadi positif terkadang dikarenakan kita merasa ‘enggan’ menjadi seorang positif. Lebih baik menjadi orang yang negative. Seringkali pikiran-pikiran seperti itu muncul. Namun jika kita memiliki keinginan yang kuat, kita pasti dapat melakukannya. Jadi jika ingin menjadi pribadi yang positif, tekadkan niat dari sekarang ini.

 

Seperti saat melakukan diet ataupun berhenti merokok. Semua diawali dari niat. Tekad dari dalam. Orang-orang di sekitar kita membawa pengaruh baik dalam mendukung program diet kita tapi kalau kitanya ‘melempem’, niscaya akan percuma. It’s about how you see about the program for your self, not for others.

 

  1. Lingkungan

 

Lingkungan sangat berperan dalam perilaku kita sehari-hari. Hal itu adalah kenyataan. Jika kita cenderung bersikap negative, ada kemungkinan, lingkungan yang kita huni saat ini juga memberikan peran dalam hal ini. Namun bukan berarti semua salah lingkungannya ya. Karena semua ada di dalam kendali kita sendiri. Berada di manapun, lingkungan positif ataupun negative, kendali ada di tangan kita. Kemana kita membawa diri kita sendiri dalam hidup ini.

 

Pengalaman juga memberikan efek dalam kehidupan seseorang. Pengalaman diri sendiri ataupun pengalaman orang lain, semua berharga. Dan semua mempengaruhi kita. Coba saja perhatikan. Jika kita melihat teman kita yang gagal dalam usaha bisnis yang dirintisnya, kita cenderung mengalami penurunan percaya diri dalam membuka usaha.

Demikian juga kalau kita bicara bersikap positif dalam hidup. Pengalaman pribadi ataupun pengalaman sekitar kita terkait menjadi pribadi positif akan mempengaruhi kita. Apakah kita sudah mempersiapkan mental dalam hal ini?

Menjadi positif bukanlah berarti menjadi perfect. Bukan pula menjadi orang yang super duper baik di mata orang lain. Tapi menjadi positif adalah menjadi pribadi yang lebih sehat dan lebih baik bagi diri kita sendiri.

Menjadi pribadi positif bukanlah untuk orang lain. Untuk DIRI KITA SENDIRI. Semua untuk diri sendiri.

Jika kita menjadi pribadi yang positif, hidup kita akan berasa lebih indah dan lebih nyaman. Dalam segala aspek kehidupan tentunya.

Jadi….

Ingin jadi pribadi positif atau negative… semua ada di bawah kendali kita sendiri kok.

Ryan

180612 1200

Leave a Reply