fbpx

Melepaskan – Let It Go

Image
Letting Go

Kehilangan seseorang/sesuatu yang disayangi tidaklah mudah, tapi menerima kehilangan itu jauh lebih tidak mudah

Siapa yang tak pernah mengalami kehilangan – perpisahan dengan seseorang atau sesuatu? Saya yakin semua pernah mengalaminya. Kehilangan barang hingga kehilangan orang yang kita sayangi. Sedih. Terkadang marah ikut tercampur di dalamnya, entah karena tak sempat mengucapkan hal-hal yang perlu diucapkan sebelum kepergiannya atau marah karena hal lainnya.

Siapapun yang pernah mengalami kehilangan ini, pasti menghadapi satu hal yang sama beratnya. Melepaskan…

Yah… melepaskan kepergian mereka tidak (akan) pernah mudah. Sekalipun kita sudah menghadapi begitu banyak masalah dalam hidup yang membuat kita tegar, kehilangan itu tak pernah mudah.

Kehilangan itu Alami

Ya, kehilangan itu alami – segala sesuatu di dunia ini tak ada yang abadi – kecuali keabadian itu sendiri. Cobalah tanya kepada siapa saja – kepada para filsuf terkenal sekalipun. Mereka kan mengatakan… tidak ada hal yang abadi. Jadi, kehilangan sesuatu adalah hal yang lumrah.

Ada pertemuan – ada perpisahan.

Itulah kenyataannya. Itulah hidup. Kehilangan adalah bagian dari hidup yang akan membentuk kita lebih baik lagi. Tapi ada satu syaratnya… yaitu:

Menerima… 

Menerima kenyataan bahwa kehilangan itu memang telah terjadi… itulah syarat utama untuk mengatasi kehilangan itu sendiri. Dengan menerima kenyataan kehilangan ini, kita akan dapat melanjutkan hidup kita.

Menerima ini tak pernah mudah. Karena bagi sebagian orang, menerima kenyataan bahwa kehilangan itu terjadi, seakan menerima kenyataan bahwa kita melupakan atas orang/barang yang telah hilang itu.

Mungkin untuk kehilangan barang tidaklah terlalu sulit – tapi kehilangan orang yang dekat. Orang yang kita sayangi – tidak mudah. Siapapun dia, orang terhebat sekalipun, untuk menerima kenyataan kehilangan seseorang itu tidak mudah.

Ada yang mampu mengatasinya dalam waktu singkat – ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama. Dan ada yang mengatasinya dengan menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan yang disuka. Ada juga yang mengatasinya dengan merenung seorang diri.

Bermacam-macam cara dan beragam waktu yang dibutuhkan untuk itu semua. Dan semua kembali ke masing-masing orang. Sudah siapkah menerima kenyataan hidup bahwa tidak ada keabadian. Bahwa akan ada selalu kehilangan di dunia ini, dan menerima kenyataaan akan kehilangan seseorang/sesuatu adalah hal yang perlu dilakukan.

Berikut ada petikan yang saya suka dari saya kecil:

Jika senar distem terlalu kencang – akan melengking suaranya. Namun jika distem terlalu kendur, takkan merdu suaranya. 

Ryan

120313 0133

Post lain terkait Pembelajaran Hidup:

[display-posts category=”great-life-lesson” posts_per_page=”10″]

20 Comments

  1. Rahmah 6 April 2015
    • Ryan 6 April 2015
  2. febridwicahya 5 April 2015
    • Ryan 5 April 2015
  3. Beby 4 April 2015
    • Ryan 4 April 2015
  4. Pingback: Nothing is Forever | The Foot Steps... 12 Desember 2014
  5. mylittlecanvas 16 Maret 2013
    • ryan 16 Maret 2013
  6. rintadita 14 Maret 2013
  7. araaminoe 13 Maret 2013
  8. Bams Triwoko 12 Maret 2013
    • ryan 13 Maret 2013
  9. kangyan 12 Maret 2013
    • ryan 13 Maret 2013
      • kangyan 13 Maret 2013
      • ryan 13 Maret 2013
      • kangyan 13 Maret 2013
  10. JNYnita 12 Maret 2013
    • ryan 12 Maret 2013

Leave a Reply