fbpx
Bermain untuk Pekerjaan yang Lebih Baik 1

Bermain untuk Pekerjaan yang Lebih Baik

Saat kecil mungkin kamu termasuk yang disuruh jangan banyak main. Harus lebih sering belajar biar pintar dan naik kelas. Jika iya… berbahagialah karena kondisimu saat ini merupakan hasil dari apa yang diingatkan kedua orang tuamu dulu. Prestasi yang dicapai saat ini bukanlah prestasi asal-asalan yang diperoleh karena keberuntungan semata, tapi juga dengan kerja kerasmu saat masih kecil itu.

Lantas bagaimanakah dengan mereka yang suka bermain? Apakah berarti mereka tidak sukses? Tidak juga. Menurut saya, masing-masing sukses dalam caranya sendiri kok. Mereka cenderung lebih kreatif dalam kehidupan pekerjaan sekarang. Cobalah lihat para anime – kebanyakan dari mereka memang suka dengan game (walau tidak semua ya). Kenapa? Karena game itu termasuk yang mengaktifkan otak bagian kreatifitas kita kok.

Nah kalau sekarang suka main game gimana?

Ada yang mau jawab: “Malu sama umur!” gak? Kalau ada… gak salah juga sih. Tapi main game sekali-sekali juga perlu kok, makanya kalau ke mall hampir dipastikan ada pusat permainan yang mana juga tidak sedikit diramaikan oleh orang-orang dewasa.

Dan sebenarnya bermain itu menunjang kemampuan kita dalam bekerja loh… Gak percaya? Ini beberapa contohnya – berdasarkan penilaian saya terhadap satu game yang biasa saya mainkan – Onet.

Taat Aturan

Setiap permainan pasti memiliki aturan masing-masing. Dan untuk dapat memainkannya dengan baik, kita harus memahami aturan itu terlebih dahulu sehingga akhirnya kita dapat mendapatkan score tinggi dalam game tersebut. Coba bayangkan jika kita tidak membaca terlebih dahulu peraturan yang ada di dalam game itu. Bisa aja sih – tapi kita akhirnya coba-coba dan tidak akan semaksimal yang seharusnya bisa kita dapatkan.

Seperti itu kala kita bekerja. Setiap perusahaan memiliki aturan masing-masing. Dan kita sebagai karyawan diajak untuk memahami aturan itu dan mentaatinya. Secara tidak langsung, sebenarnya permainan yang ada mengajarkan kita untuk mengerti terlebih dahulu aturan yang berlaku di tempat kerja ataupun di masyarakat sekitar kita, sehingga kita dapat memberikan kontribusi yang maksimal kepada perusahaan ataupun masyarakat.

Berpikir sistematis

Masih terkait erat dengan aturan yang ada dalam sebuah permainan, kita sebenarnya juga diajak untuk berpikir sistematis. Kita dilatih untuk mencari cara mendapatkan hasil maksimal dengan cara sesistematis sekali. Contohnya dalam Onet ini, kita diminta untuk mencocokkan gambar yang sama tapi hubungan keduanya harus dalam 3 garis saja. Tidak boleh lebih. Dan akhirnya saat kita bermain, kita mulai berpikir mengenai pola yang diperkenankan tersebut. Perlahan namun pasti, pola pikir kita diajak untuk berpikir secara sistematis sesuai aturan yang ada.

Kemudian, misalnya kita mulai menemukan kendala dalam mencari pasangan gambar itu. Kita akan menunjuk salah satu gambar dan mencari pasangannya. Jika ada penghalang di antara keduanya, pikiran kita akan beralih pada penghalang itu dan mencari pasangannya, dan jika ada penghalang lagi, kita akan mencari lagi pasangan penghalang itu dan seterusnya hingga kita dapat menemukan jalan bagi gambar yang pertama kali kita cari pasangannya itu.

Dalam bekerja, pola pikir seperti inilah yang diinginkan oleh Perusahaan. Jika kita sedang menghadapi suatu masalah dalam bekerja, kita diharapkan dapat menelusuri satu per satu masalah tersebut dan menyelesaikannya perlahan hingga akhirnya semua terselesaikan dengan baik. Tanpa kita sadari, permainan ini membawa kita dalam pola pikir seperti itu.

Sudut Pandang

Dalam permainan Onet ini, jika kita sudah menemui jalan buntu (yang sebenarnya tidak buntu), kita bisa merasa gregetan karena kok semudah ini bisa tidak selesai. Yap… bagi kebanyakan orang, permainan Onet ini memang mudah kok – tapi dalam memainkannya, akan ada banyak sekali hal-hal tak terduga yang kita temui. Salah satu cara yang saya temukan efektif dalam mengatasi kebuntuan ini adalah dengan merubah sudut pandang. Gimana caranya? Hape yang digunakan untuk permainan ini kita set agar dapat rotasi otomatis, jadi setiap mengalami kebuntuan, rubah saja orientasi layar hape kita. wualah…. Seringkali hal ini efektif dalam mengatasi kebuntuan.

Dalam bekerja pun kita juga demikian. Jika menghadapi masalah, dan berusaha merunutnya satu per satu sebagaimana dalam point 2 di atas masih mengarahkan kita ke dalam kebuntuan, ada baiknya kita mulai merubah sudut pandang kita. Jangan-jangan selama ini kita telah salah menggunakan sudut pandang kita dalam masalah itu sehingga terasa buntu.

Perubahan sudut pandang ini sebenarnya juga membuat kita memandang masalah dengan lebih luas dan juga lebih komprehensif. Inilah yang kita hendaknya miliki dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan kita. Sehingga semua masalah dapat diselesaikan dengan lebih baik. Dan mungkin juga akan memberikan ide-ide segar mengenai masalah yang sedang dihadapi itu.

Istirahat sejenak

Salah satu hal yang saya lakukan juga saat mengalami kebuntuan dalam permainan Onet ini adalah dengan berhenti bermain sejenak. Istirahatkan mata dari permainan ini, entah dengan menonton acara tv sejenak atau cuci muka. Ya setidaknya mengalihkan perhatian darinya sebentar. Dan saat kembali memainkannya (Onet terupdate sudah memiliki fasilitas simpan permainan, sehingga tidak perlu khawatir permainan akan hilang), gambar yang berpasangan itu dengan mudah kita temukan kembali. Ini yang saya anggap sebagai keletihan mata saya dalam bermain Onet yang memang warnanya mampu melelahkan mata kita kalau memelototinya berjam-jam.

Nah… demikian juga dengan bekerja. Adalah baik jika kita bekerja keras menggapai target demi target. Tapi, kita sebagai manusia dengan tubuh kita ini memiliki keterbatasan. Pahamilah keterbatasan kita itu dan beristirahatlah sejenak bila memang merasa membutuhkannya. Segarkan kembali pikiran, badan dan tenaga kita agar saat kembali bekerja, semua dapat dikerjakan dengan lebih baik lagi.

Salah satu yang sering saya dengar dari kawan yang bekerja di Perusahaan Jepang ataupun Korea, mereka sangat menganjurkan karyawannya untuk benar-benar menggunakan waktu istirahat mereka dengan istirahat – bahkan ada yang menyuruh karyawannya untuk tidur siang.

Fokus

Dalam bermain Onet ini, kita memang dituntut untuk fokus. Karena selain kita harus mencari gambar yang sama itu sudah susah, kita juga diberikan limit waktu. Jadi kalau tidak fokus dan terpecah pikiran kita, tahu-tahu permainan itu sudah berakhir karena kehabisan waktu. Coba saja tengok mama saya kalau sedang bermain ini… susah diganggunya. Hahahaha *peace ma*

Dalam bekerja pun demikian. Kita diminta untuk fokus dalam pekerjaan yang diberikan kepada kita. untuk apa? Agar hasil kerja kita maksimal dan sesuai dengan target (baik itu target perusahaan maupun target pribadi – dengan batasan waktu ataupun tidak). Saat kita tidak fokus sekali saja, kesalahan mungkin akan terjadi. Coba bayangkan jika dalam posisi saya sebagai accounting, jika sekali saja tidak fokus, ada kemungkinan kesalahan catat dalam pembukuan dan akhirnya membuat manajemen mengambil keputusan yang salah kan?

Bantuan

Dalam permainan Onet ini, ada fitur bantuan sebanyak 4 kali. Yang jika kita gunakan, akan menunjukkan mana gambar yang sepasang namun dengan dipotong nilainya. Tapi jangan juga khawatir, bantuan yang telah kita gunakan tadi akan dapat kembali lagi kita gunakan kok. Karena di setiap kenaikan level, kita akan diberikan tambahan satu bantuan lagi hingga total bantuan akan menjadi 4 kembali.

Dalam memainkan Onet ini, ada kalanya kita memang sudah pusing sekali dan akhirnya fitur bantuan ini adalah sebuah fitur yang sangat-sangat dicari. Demikian juga dalam bekerja (dan sebenarnya dalam kehidupan), ada kalanya kita memang harus mengakui keterbatasan diri kita sendiri sehingga akhirnya kita meminta bantuan kepada orang lain.

Apakah salah meminta bantuan orang lain? Apakah membuat nilai kita berkurang – seperti dalam permainan ini? Menurut saya tidak, karena kita ini memang memiliki keterbatasan masing-masing kok. Jadi meminta bantuan itu bukanlah suatu hal yang memalukan. Tapi cobalah meminta bantuan dengan baik-baik dan berusaha memperbaiki diri kita agar ke depannya memungkinkan kita untuk mengerjakannya tanpa harus meminta bantuan.

Lebih lagi dan menyerah

Permainan Onet ini memang addictive. Membuat ketagihan siapapun yang memainkannya. Kenapa? Karena ingin mencapai score yang lebih tinggi lagi. Ini salah satu yang menurut saya bagus dalam permainan adalah bahwa memungkinkan kita untuk mencoba lagi dan lagi agar menggapai nilai yang lebih tinggi lagi. Terus menerus tanpa mengenal lelah.

Semangat inilah yang seharusnya kita tularkan juga dalam dunia kerja ataupun kehidupan secara umum. Semangat untuk menggapai yang lebih baik lagi dan lagi serta berusaha terus – pantang menyerah. Kita mungkin saat ini sudah merasa cukup dengan apa yang kita capai. Namun, cobalah tanya kembali – apakah memang sudah maksimal yang kita berikan sehingga kita mendapatkan yang maksimal juga? Jika jawabannya belum, kenapa kita tidak berusaha memaksimalkannya kembali?

Itulah kira-kira analogi dari saya pribadi mengenai permainan Onet yang memang biasa saya mainkan ini dalam pekerjaan ataupun kehidupan pada umumnya. Tapi ingat ya… bermain boleh saja tapi jangan berlebihan ataupun memakan waktu kita untuk bekerja ataupun mengerjakan yang lainnya.

“Segala hal di dunia ini adalah baik jika dalam kadar yang sepantasnya – Ryan”

20130927-220416.jpg
ONET – Permainan penuh makna

20130927-220345.jpg

20130927-220401.jpg

58 Comments

  1. momtraveler 22 November 2015
    • Febriyan 22 November 2015
  2. Andy Hardiyanti Hastuti 13 Agustus 2015
    • Febriyan 13 Agustus 2015
  3. adelinatampubolon 31 Maret 2015
    • Ryan 31 Maret 2015
      • adelinatampubolon 31 Maret 2015
      • Ryan 31 Maret 2015
      • adelinatampubolon 31 Maret 2015
      • Ryan 31 Maret 2015
      • adelinatampubolon 31 Maret 2015
      • Ryan 31 Maret 2015
  4. widyaherma23 31 Maret 2015
    • Ryan 31 Maret 2015
  5. Uwien Budi 30 Maret 2015
    • Ryan 30 Maret 2015
  6. handdriati 30 Maret 2015
    • Ryan 30 Maret 2015
      • handdriati 30 Maret 2015
      • Ryan 30 Maret 2015
  7. azhariscm 30 September 2013
    • Ryan 30 September 2013
      • azhariscm 12 November 2013
      • Ryan 12 November 2013
      • azhariscm 12 November 2013
      • Ryan 13 November 2013
  8. Erit07 29 September 2013
  9. sulunglahitani 28 September 2013
    • Ryan 28 September 2013
  10. chiemayindah 28 September 2013
    • Ryan 28 September 2013
      • chiemayindah 28 September 2013
      • Ryan 28 September 2013
  11. latansaide 28 September 2013
    • Ryan 28 September 2013
      • latansaide 28 September 2013
      • Ryan 28 September 2013
  12. pursuingmydreams 27 September 2013
    • Ryan 27 September 2013
    • Ryan 27 September 2013
  13. tinsyam 27 September 2013
    • Ryan 27 September 2013
    • dhanapassio 27 September 2013
      • Ryan 27 September 2013
      • dhanapassio 27 September 2013
  14. sonofmountmalang 27 September 2013
    • Ryan 27 September 2013
      • sonofmountmalang 27 September 2013
      • Ryan 27 September 2013
  15. araaminoe 27 September 2013
    • Ryan 27 September 2013
  16. jampang 27 September 2013
    • Ryan 27 September 2013
      • jampang 27 September 2013
      • Ryan 27 September 2013
  17. herma1206 27 September 2013
    • Ryan 27 September 2013

Leave a Reply