fbpx
Febriyan Writing about life and anything that happen in life is one of my to do things. That's the reason blog Blog Review, Tips & Inspirasi by Febriyan Lukito born. Now I also admins for: Tempat Nongkrong Seru Pikiran Random Tulisan Blogger Indonesia

Kamu pilih Aku atau Dia?

1 min read

Mungkin akan banyak yang merasakan apa yang saya pernah alami. Memilih sebuah kantor ternama di bilangan ternama juga untuk pekerjaan ataukah kantor kecil/sedang saja. Memilih gaji yang besar atau gaji biasa saja tapi nyaman. Itulah dilema umum untuk para pekerja, di manapun juga.

Satu hal yang saya dapat petik dari pengalaman memilih pekerjaan ini adalah bahwa gaji bukanlah yang terpenting. Memang kita membutuhkan gaji itu untuk hidup kita – tapi ada yang jauh lebih penting dari hal itu. Kenyamanan dalam bekerja jauh lebih berharga daripada gaji itu sendiri.

Kenyamanan dapat diperoleh dari suasana kantor (baca: rekan kerja) dan juga budaya kantor. Jika kita sudah tidak merasakan kenyamanan di perusahaan itu, apa yang dapat kita berikan kepada perusahaan? Ibaratnya adalah melakukan hal-hal yang tidak kita sukai. Akan tidak maksimal jadinya. Itulah kenyataan yang harusnya dipikirkan oleh setiap pencari kerja.

Mengenai gaji – percaya deh, akan mengikuti kok dengan sendirinya jika kita berprestasi di tempat kerja kita. Dan untuk bisa berprestasi maksimal di tempat kerja, kenyamanan itulah yang penting. Kita bisa memberikan yang jauh lebih baik, bagi diri kita dan akhirnya memberikan yang jauh lebih baik lagi bagi perusahaan.

Kenyamanan ini bukanlah hal yang mudah ditemukan. Karena apa? Sudah pasti tidak ada satu perusahaan pun yang benar-benar sesuai dengan keinginan kita. Karena itu, dalam mempertimbangkan faktor kenyamanan ini, ada beberapa faktor yang pada akhirnya kita ‘harus’ korbankan. Tapi pengorbanan ini tentunya haruslah yang tidak mempengaruhi kepuasan kita dalam hal kenyamanan itu sendiri. Bingung? Sama… saya juga agak bingung.

Pengalaman pribadi saya mengajarkan saya bahwa saya ingin bekerja di perusahaan yang mampu membuat saya berkembang. Jika perusahaan dirasakan tidak menyediakan hal ini, saya akan mulai mempertimbangkan ulang keputusan saya. Tapi selama keputusan baru belum dibuat, saya akan terus bertanggung jawab penuh atas kinerja saya di perusahaan saat itu.

Nama perusahaan yang terkenal ataupun lokasi perusahaan yang berada di lokasi ternama, memang sebuah nilai plus. Namun tak selamanya menjamin bahwa perusahaan itulah yang merupakan pilihan cocok kita. Seorang rekan kerja saya mengatakan, selama masa percobaan, bukan hanya perusahaan yang menilai, sebenarnya kita sendiri sebagai karyawan pun hendaknya menilai, apakah perusahana ini adalah perusahaan di mana kita akan menghabiskan waktu kita (bahkan bagi sebagian besar orang, waktu di perusahaan lebih banyak daripada waktu pribadi lainnya – jadi sudah barang tentu, hal ini penting untuk dipertimbangkan).

Bagaimana dengan kalian?

Febriyan Writing about life and anything that happen in life is one of my to do things. That's the reason blog Blog Review, Tips & Inspirasi by Febriyan Lukito born. Now I also admins for: Tempat Nongkrong Seru Pikiran Random Tulisan Blogger Indonesia

47 Replies to “Kamu pilih Aku atau Dia?”

  1. makanya aku agak segan melepas kerjaan sekarang walaupun salary bisa dibilang rendah.

    Selain tanggung jawab moral, aku juga merasa nyaman dengan budaya di kantorku.

    Yaaa..setiap kelebihan tentu punya kekurangan kan. 🙂

      1. heeh. soalnya aku tuh sensitif, ngga bisa diomelin, dijutekin, bisa nangis bombay tiap saat kalau di kantor harus ngalamin kayak gitu. -_-“

  2. waaahh postingan ini mengena sekali buat asmie saat ini, ini yang sedang saya rasakan, budaya kantor dan orang-orangnya sangat tidak cocok buat asmie… aarrgghh klo gak ingat TiniPos sudah resign dari dulu mas,
    Memang tidak hanya perusahaan yang menilai karyawan seharusnyalah karyawan juga menilai perusahaan, jadi bisa saling mengimbangi biar maksimal. 😀

      1. maksud pertanyaan nya?
        klo asmie sudah melakukan dan sedang serta akan terus melakukan yang terbaik buat TiniPos itu saja, perkara yang lain biar mengalir apa adanya saja… 😀

  3. untuk berkembang dan meningkatkan kemampuan serta potensi diri, terkadang kita perlu bergerak dan berpindah dari zona nyaman dan menceburkan diri pada ketidaknyamanan.

  4. “Hasil dari kerja yang kita lakukan bukan dari apa yang kita dapatkan (bayaran) tapi jadi apa kita dengan semua yang kita lakukan” versi Indonesia dari ungkapan yang kuambil dari Paulo Cuelho

    1. memang sih mas. kalau bisa bangun bisnis sendiri.
      tapi banyak yang ‘takut’ melompat ke zona itu. bagi resepnya dong mas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *