fbpx

050412 – Artikel – Pembelajar

050412 – Artikel – Pembelajar

Dalam hidup, kita hendaknya senantiasa bersyukur dan belajar. Dan saya sangat bersyukur dan belajar dari pertemuan saya dengan Pak Anggi kemarin malam.

Siapa Pak Anggi? Motivator?
Bukan. Beliau adalah inspirator hidup yang nyata. Beliau pedagang rokok, sabun, barang kelontong lainnya di belakang kantor saya. Tapi dia adalah inspirator sejati dalam tindakan.

PENGGUSURAN

Sebulan yang lalu, warung-warung di belakang kantor saya mengalami penggusuran setelah mereka menjalani usaha di tempat itu hampir 10 tahun lebih. Tentunya hal ini sangat menyedihkan, baik bagi pembeli seperti saya apalagi bagi para pedagangnya.

Mereka harus merelakan tempat mereka mencari usaha selama ini dibongkar paksa. Dan akhirnya berpikir keras untuk usaha berikutnya. Pernah mereka buka kembali beberapa minggu kemudian, setelah dirembukkan dengan pejabat wilayah sekitar. Namun, kembali, sore harinya dibongkar.

Termasuk Pak Anggi.

Selama sebulan kemarin dia kehilangan mata pencahariannya. Padahal dia menyokong keluarganya (istri) dan juga orang tuanya. Belum lagi beberapa anak asuhnya. Penghasilannya yang selama ini bisa mencapai 2,5 juta per hari hilang. Walaupun ada stock barang, dia tidak bisa menjualnya seperti dulu.

Yah… Masalah dalam hidup akan selalu ada. Dan sikap kitalah yang menentukan hidup kita selanjutnya. Dan Pak Anggi mengajarkan kepada saya secara tak langsung bahwa jangan menyerah pada masalah. Dia selalu berusaha mencari jalan lain.

Dan…. Akhirnya dia berhasil menemukan cara. Setelah melihat beberapa pedagang yang kemarin bisa kembali berusaha dengan menggunakan mobil, dia pun bertekad hal yang sama.

Dia mencari tetangganya yang memiliki mobil namun tak digunakan dan bernego untuk membelinya dengan harga yang pas. Dan akhirnya pun dia mendapatkannya. Kini, dia sudah mulai berjualan lagi di mobil. Setiiap hari dia membayar uang parkir sekitar 20-30ribu.

BELAJAR

Yang membuat saya kagum dengannya adalah semangatnya. Dengan penuh semangat, beliau menceritakan dan menunjukkan betapa semangatnya dia belajar. Mempelajari hal-hal baru yang mungkin akan bisa diterapkan untuk hidupnya.

Sebagai contohnya, selama menunggu dagangannya, beliau juga berpikir bagaimana mendapatkan modal tambahan untuk usahanya. Berbekal dengan brosur hasil kunjungannya ke perusahaan dana di dekat sana, dia berpikir dan berusaha menciptakan mekanisme perolehan modal yang rasanya bisa dia pakai.

Dan hal lainnya yang ia lakukan adalah membaca artikel-artikel dari koran-koran bekas yang ada di sekelilingnya. Ia belajar mengenai politik, ekonomi, dan lainnya. Dan tidak hanya itu. Dia membuat copy agar yang lain dapat juga belajar.

Copy yang dibuatnya dibagikan ke anak-anak muda di sekitarnya dengan harapan anak-anak muda ini tak hanya berhenti di pekerjaan mereka saat ini yang kebanyakan adalah tukang bangunan, buruh pabrik, dan lainnya.

Semangatnya itu ia tularkan ke sekelilingnya hingga membawa orang di sekitarnya belajar dan mendapatkan hidup yang lebih layak.

PEMBELAJAR

Semangat Pak Anggi sebagai pembelajar hidup membawa kenangan sendiri untuk saya. Ia memberikan contoh bagaimana seseorang seharusnya menjalani hidup yang indah.

Dengan terus belajar. Belajar dari kesalahan sendiri, kesalahan orang lain, kesuksesan diri, kesuksesan orang lain. Terus dan terus belajar.

Kita bisa belajar dalam hidup untuk banyak hal. Dengan banyak cara. Dari banyak orang.

Tapi jauh lebih penting lagi adalah mempelajarinya dan menerapkan yang baik dan cocok dalam hidup kita sehari-hari. Perlahan tapi pasti. Hidup akan jadi lebih baik.

Aku manusia pembelajar hidup.
Aku mempelajari yang baik dan yang terburuk sekalipun. Namun aku, menerapkan yang terbaik untuk hidupku.

Sebagai penutup, sebuah kata-kata yang sering disampaikan kepada saya, ingin saya bagi di sini.

‘Bukanlah manusia terkuat atau terpintar yang akan bertahan. Tapi yang dapat beradaptasilah yang bertahan.’

Adaptasi adalah bentuk nyata kita belajar dalam kehidupan.

Let’s learn….

Ryan
070412 2030

2 Comments

  1. prih 4 Juli 2013

Leave a Reply