Febriyan Lukito

Cerita di Balik Blog Post Saya: Percaya kalau 1 Post itu 10 Menit Jadi?

Berapa sih lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat post di blog? 1 blog post di kamu berapa lama? Apa saja yang kamu lakukan dalam mempersiapkan membuat blog post? Apa yang kamu perhatikan dalam satu artikel blog yang kamu buat?

Cerita di balik blog post ini adalah update dari tulisan lama yang saya ikut sertakan dalam sebuah giveaway. Dalam post sebelumnya saya menuliskan suka duka membuat satu blog post. Kali ini? Masih sama sih, cerita di balik blog post yang biasa saya lakukan hingga akhirnya publish.

Cepet?

Gak juga masbro mbaksis. Gak bisa saya bikin satu blog post hanya dalam hitungan 30 menit, apalagi 10 menit. Banyak banget pernak pernih yang harus saya perhatikan di balik satu postingan blog. Kenapa? Alasannya simple kok.

cerita di balik blog post yang menarik

Karena saya ingin membuat postingan di blog yang menarik dan informatif.

Buat apa bikin blog post cepat kalau isinya gak memberi manfaat. After all, content is the king, yes *ala-ala Dani*.

Cerita di Balik Blog Post – Menciptakan Konten yang Memang Dibutuhkan

Yes, intinya dalam membuat post di blog yang menarik dan bermanfaat, saya itu butuh banyak waktu. Untuk research – termasuk research untuk SEO – hingga mengumpulkan semua yang kira-kira dibutuhkan audience.

Kan yang baca postingan yang akan menentukan butuh gaknya artikel di blog ini.

Coba aja bayangkan dirimu sendiri sebagai pembaca. Lagi butuh artikel atau baca review produk kecantikan, misalnya. Googling kan? Pas baca ternyata kontennya panjang tapi isinya gak ada sama sekali! Gak ada manfaat. Yang kayak gini, saya bakal langsung tinggal.

Nah, demi konten berkualitas inilah, cerita di balik blog post ala saya itu lama – kadang bisa sampai 3 jam baru selesai 1 artikel. Ada banyak hal yang perlu saya perhatikan dan lakukan sebelum menerbitkan postingan di blog ini.

1. Cari Ide Postingan yang Menarik dan Cocok (+/- 30 Menit)

Paling utama pas membuat postingan di blog ini, saya harus mulai dengan ide. Mau nulis apapun itu, termasuk menulis review produk dari brand tertentu. Dalam menuliskan reportase dari event blogger yang saya ikuti ataupun job review dari brand, saya juga perlakukan hal yang sama.

Mencari sudut pandang baru adalah salah satu cara mendapatkan ide postingan yang menarik. 

Baca juga: Cara Mendapatkan Ide Postingan untuk Blog Gado-Gado

Cocok di sini gak hanya berarti cocok untuk pembaca tapi juga cucok untuk blog saya sendiri. Saya sih gak mau menuliskan sesuatu yang jauh banget dari apa yang sudah ada di blog ini sebelumnya – sekalipun itu dibayar.

Konsistensi kita dalam mengembangkan branding blog dan diri kita sendiri bisa jadi masalah nanti. Misalnya aja nih, saya gak pernah menulis soal POLITIK terus tiba-tiba nulis hanya karena dibayar sekian juta. Emang menggiurkan sih uangnya (dan pernah ditawari) tapi saya gak akan terima karena memang bukan saya banget.

2. Research Research Research (+/- 30 menit)

Kata di atas sering banget saya temukan di blog luar negeri seperti NeilPatel ataupun Problogger. Setelah mendapatkan ide tulisan blog, mereka melakukan research untuk blog post tersebut.

Yang diresearch oleh mereka antara lain keywords (utamanya long tailed keywords), artikel saingan, dan beberapa sumber informasi lain yang mereka butuhkan.

Kenapa sih harus research kayak gini? Well, ada beberapa alasan sih. Alasan utamanya adalah agar memberikan konten berkualitas buat pembaca blog. Selain itu ya emang untuk naikin traffic blog juga dengan teknik SEO on Page di postingan. Di WP Self-hosted sendiri gampang sebenernya bikin SEO On Page ini, pakai plugin langsung.

Saya dulu tak begini… *iklan beud*

Dulu sih nulis ya nulis aja. Tapi rupanya pas saya nulis tentang Iphone Mati – yang sumbang traffic terbesar sampai sekarang, saya melakukan yang namanya research ini tanpa saya sadari. Hasilnya? Ngebantu banget, gak perlu post daily traffic tetep ada.

Nah pas saya menulis Product Review kemarin, saya research lumayan lama. Kalau dibikin cerita di balik blog post yang itu bisa panjang sendiri kayaknya. Intinya sih saya googling tentang cara menulis review produk dalam bahasa Indonesia maupun luar negeri. Mengumpulkan point-pointnya dan kemudian bikin rekapan dan mulai menulis deh.

Gitu juga kalau bikin review film, saya biasanya spend more time. Browsing review film luar dan dalam serta cek imdb dan rotten tomatoes sebelum mulai menulisnya.

Salah satu yang bisa kita pelajari dari pesaing antara lain: PoV tulisan mereka dan Judul yang mereka gunakan.

Judul tulisan ini sering saya amati dan pelajari, tapi masih belum dapat cara menulis judul viral seperti mbak Carra nih.

3. Drafting dan Selesaikan Tulisan (+/- 30 s.d. 45 menit)

Ide dah nemu dan research dah beres, mulai deh drafting tulisannya. Draftingnya bisa di word dulu baru nanti dipindah atau langsung di blog.

Pas nulis begini, sering saya perhatikan jumlah kata yang ada. Bukan karena mengejar jumlah kata yang panjang – 1280-an kata untuk tujuan SEO ya.

Tapi dari jumlah kata ini biasa saya jadikan patokan apakah tulisan saya cukup in depth atau tidak. Dan perlu dipecah-pecah atau tidak dengan Subheading dan lainnya. Atau mungkin bisa juga dijadikan infografis – seperti saat saya menulis Review Uber Pool kemarin.

Kalaupun masuk page one di mesin pencari, ya anggap itu bonus. 😀

Kalau sudah selesai tulisannya, beres dong? GAKKKK….

4. Cari Gambar, Video dan Konten Visual (+/- 30 menit)

Masih belum euy. Masih ada lagi cerita di balik blog post saya. Next nya adalah cari gambar yang sesuai ataupun konten visual lain yang mendukung tulisan saya. Bukan berarti harus visual konten semuanya sih. Coba deh baca tulisan mbak Carra (again) soal konten ini.

Tujuan menggunakan gambar atau video ini adalah untuk meningkatkan kualitas konten yang sudah ditulis. Nah yang susah adalah kalau menulis post yang gak punya gambar koleksi pribadi.

Kalau kayak nulis review kuliner atau wisata, saya akan lebih menggunakan foto pribadi dibanding foto orang lain. Kalaupun harus pakai, seperti 15 pantai di Indonesia yang super keceh, yang ingin saya kunjungi, saya akan cantumkan sumber fotonya.

Untuk yang gak punya foto sendiri, saya akan gunakan website penyedia gambar gratis seperti Pexel.com, Pixabay.com, dan lainnya. Foto-foto itu sendiri saya sering edit menggunakan canva.com. Bahkan beberapa infografis yang saya buat pun pakai canva.

Tapi jangan sekali-sekali copy paste tanpa ijin ya.

Kesimpulan

Kalau lihat dari 4 langkah cerita di balik blog post saya di atas, total waktu yang saya keluarkan untuk membuat postingan di blog yang menarik dan bermanfaat itu sekitar 2 – 3 jam kan?

Bukan waktu yang singkat kan? Mungkin banyak yang bisa bikin post lebih cepat dari saya. Let’s say 10 menit. Tapi ya… inilah waktu yang dibutuhkan untuk membuat postingan di blog ala saya. Kalau kamu gimana? Ada cerita di balik blog post kamu yang menarik gak? Berapa lama sih bikinnya? Lama gak kayak saya. Hehehe.

Exit mobile version