Febriyan Lukito

Serasa Jadi Raja Di Huize Van Welly Kemang

“”Uihhh.. jadi anak gaol Jakarta nih sekarang, mainnya di Kemang.” Kira-kira gitu deh yang teman saya sering celetuk, bukan ke saya sih – wong saya jarang ke daerah sana. Ke sana sekali untuk nonton film bareng (inget banget filmnya Old School, yang saya suka banget sampe sekarang) dan berikutnya bareng teman saya yang sering galau itu ke Beer Brother. Makanya pas tahu salah satu peserta Dilmah Real High Tea Challenge 2015 ini adalah Huize Van Welly yang ada di Kemang, saya ajak deh si travel galau yang jago fotografi itu.

“Tahu jalannya kan?” Saya tanya ke teman saya itu pas lagi nongkrong ganteng di motor dia. Dia cuma bilang beres, tenang aja. Dan ternyata memang sampai di Kemang, cuma barusan bablas itu Huize Van Welly-nya. Ternyata Huize Van Welly ini lokasinya di Papilion Kemang, yang baru aja kita lewatin sambil komen kalau tempatnya keren yak.

Sekilas Tentang Tantangan Dalam Dunia Teh

Saya tidak membahas Huize Van Welly itu sendiri gak saya bahas detail di sini karena pada saat kemarin ke sana memang tidak terlalu fokus ke tempatnya. Tapi satu hal yang saya ingat banget adalah full glass. Menerawang nyaman karena memang dinding-dinding itu terbuat dari kaca yang membuat orang bisa melihat ke dalam dan sebaliknya. Saya berpikir sih bakalan panas, tapi ternyata tidak. Sayangnya saya sendiri gak bahas banyak soal interior ini saat di sana.

Ini nih penampakan interior Huize Van Welly Kemang (sumber: Website The Papilion)

Saat saya masuk ke Huize Van Welly, langsung diarahkan ke area khusus di mana Mas Awan dan Mbak Atika sudah menanti. Pak Cien, Project Manager Huize Van Welly menyambut dengan ramah. Tak lama kemudian, saya dan teman saya disuguhkan welcome drink Jasmine Apple. Setelahnya, Mas Ade pun sibuk dengan meracik minuman yang dilombakan. Saya?

Saya ngobrol bentar dengan Pak Cien. Menurutnya, tantangan paling berat dalam dunia per-teh-an di Indonesia itu ya merubah kebiasaan minum teh pagi hari (breakfast tea) doang menjadi kebiasaan yang lebih. Memang selama ini sudah ada banyak minuman teh yang masuk dalam restoran-restoran, namun untuk Afternoon Tea  ataupun High Tea (termasuk di Jakarta atau Bandung), itu yang masih jarang.

dilmah real high tea challenge huize van welly afternoon tea jakarta breakfast teaBegitu orang dikenalkan dengan T-Lounge (kerjasama Dilmah Indonesia dengan Huize Van Welly), tempat di mana kita bisa melihat varian teh dari Dilmah dan juga menikmati racikan ciamik, banyak yang mengatakan too expensive to spend for a cup of tea. Gak banyak yang tahu kalau teh ini bisa diolah menjadi beragam racikan dan juga dipasangkan dengan makanan-makanan lezat. “Yah, seperti yang dilakukan dalam Dilmah Real High Tea Challenge ini lah”.

Dan Pak Cien sempat berbisik kalau dia lebih stress ikutan challenge ini karena ada nama TLounge itu. Saya paham pak, tapi maaf gak bisa bantu soal stress terakhirnya itu Pak. Tapi dari Pak Cien, saya setidaknya mendapatkan gambaran lebih, betapa susahnya merubah paradigma minum teh itu di Indonesia. Dan merasa bersyukur banget dah bisa menikmati yang namanya Afternoon Tea Jakarta seperti apa berkat Dilmah Real High Tea Challenge Cafe & Restaurant ini dan juga penjelasan Pak Cien.

Menu Huize Van Welly Untuk Dilmah Real High Tea Challenge

Sudah dulu ngobrolnya, mari kita terjun yuk – terjun menikmati makanan maksudnya. Jadi Huize Van Welly juga sudah menyiapkan 3 (tiga) menu pairing yang cantik dan juga lezat. Yuk kita cek satu demi satu.

Mini Hamburg Steak With Dilmah Brillian Breakfast

Pas saya upload di IG banyak yang komentar – cantik piringnya atau yakin kenyang Feb?

Yayyy, steak – batin saya. Tapi pas makanannya datang, mini banget. Hahaha. Eh tapi jangan salah sih, memang gak mengenyangkan ya, tapi dari segi rasa dan penampilan – luar biasa. Kalau kata mantan bos saya soal makanan yang baik itu kan 3 hal, aroma, penampilan dan rasa. Nah ketiganya itu ada di pasangan makanan ini. Mini Hamburg Steak ini memang kecil, tapi dagingnya padat dan di atasnya ada telur burung puyuh.

Selama ini kan makan telur burung puyuh ya kalau disate (teman bubur ayam) atau disop aja dan cuma lihat di Masterchef US aja itu ribetnya goreng telur burung puyuh. Nah kali ini saya makan langsung dan enak. Merah telurnya itu menambah rasa steaknya. Terus ada juga cherry tomato yang diisi dengan chestnut.

Untuk pairing, mini hamburg ini disajikan bersama Dilmah Brillian Tea yang diseduh selama 4 menit dalam suhu 100 derajat. Jadi sepanjang mencicipi makanan ini, saya makan minum makan minum makan minum. Dan ternyata memang klop – sudah jodohnya lah mereka berdua ini *makanan aja dah ketemu jodoh*.  Keduanya saling melengkapi. Brillian Breakfast Tea ini memang memiliki aroma yang menyegarkan ditambah dengan rasa savory dari steak dan telur jadinya memang tidak saling mengeliminasi. Sepertinya layaknya pasangan manusia yang serasi – saling melengkapi, bukan saling menyalahkan ataupun menjadi penguasa hubungan #ehhh. 

Chocolate Eclair & Ceylon Finest

Yang berikutnya adalah Chocolate Eclair yang dipasangkan dengan Ceylon Finest, minuman cocktail. Chocolate Eclairnya ini sendiri lembut dan di bagian atasnya ada emas coklat (eh apa coklat emas ya?). Rasanya ya sudah pasti manis. Saat saya ingin menikmati chocolate eclair ini, di ujung jalan itu setahun kemarin ujung bagian tempat kami makan, Mas Ade (barista Huize Van Welly) sedang meramu cocktailnya.

Untuk cocktail ini, Huize Van Welly menggunakan Dilmah Peppermint Cinnamon dan meramunya dengan Martel VSOP serta homemade coke syrup. Bagi yang gak suka alkohol ataupun tidak diperkenankan minum alkohol, ya yang satu ini tidak boleh dicoba (mungkin bisa coba mocktail). Rasa peppermint cinnamon dalam minuman ini juga klop dengan chocolate eclair.

Jadi habis makan manis, minum dikit sehingga ada rasa pedas dingin eh gak lama ada rasa-rasa Almond yang membuat saya bingung. Menurut Pak Cien, ternyata memang komposisi ini dibuat untuk mengeluarkan rasa almond tanpa harus memasukkan almond *hmmm gastronomy tingkat tinggi yang sampai sekarang belum saya pahami*. Aroma Cinnamon juga masih tercium saat kita mau minum. Ini adalah cocktail tea kedua yang saya minum setelah yang di kantor Dilmah Tea Indonesia.

Lapsang Apricot Mousse

Lapsang Apricot Mousse

Yang terakhir adalah tea inspired dish, dalam hal ini, Huize Van Welly membuat dessert berupa Apricot Mousse. Lembut kan ya? Tapi dia menggunakan Dilmah Tea Lapsang Souchong (duh setelah beberapa kali nulis soal ini juga masih saja merasa susah). Seperti dalam tulisan-tulisan saya sebelumnya, Lapsang Souchong Tea ini memang smokey aroma.

Memang pas saya makan, smokey aroma ini masih ada tapi tidak begitu pas kita gigit itu mousse-nya. Blend abiez itu aroma dengan rasa apricot moussenya. Juarakkk kalau menurut saya. Blend abis di sini tuh bukan berarti gak ada rasa-rasa teh gitu ya. It was still tea-tasted mousse. Saya tuh jadi penasaran sama komposisi saat membuatnya (Pak Cien, boleh minta resep moussenya gak?).

Nah itu 3 (tiga) menu pairing untuk Dilmah Real High Tea Challenge Cafe & Restaurant dari Huize Van Welly ini. Kalau ingin datang ke Huize Van Welly, ingat saja lokasinya itu di lantai dasar Papilion Kemang.

Huize Van Welly – Jalan Kemang Raya No. 45A

Opening Hours: 

Monday to Thursday10am to 10pm

Friday to Sunday10am to 11pm

For Reservations
Land Line+62 21 719 1975

Mobile+62 811 950 3345

BlackBerry PIN295047C2

Emailreservations@thepapilion.co.id

Exit mobile version