Febriyan Lukito

Tentang Pelayanan Before Sale

Apa sih yang penting dalam dunia usaha sekarang – sekarang ini?

Harga?
Produk?
Kualitas?

Yup semua memang penting. Tapi ada yang lebih penting lagi dalam hal penjualan sebuah barang. Yaitu PELAYANAN.

Hampir boleh dikata, semua produk bersaing dalam kualitas, harga, dan bentuk produknya sendiri. Yang dapat menjadi pembeda dari masing-masing produk dan cukup menentukan penjualan menurut saya adalah pelayanan.

Pelayanan dimulai dari pelayanan before sales sampe after sale.

Pelayanan Before Sale

Pelayanan yang diberikan sebelum sebuah penjualan terjadi. Seringkali hal ini dilupakan oleh brand atau perwakilan brand (seperti SPG atau SPB di offline store dan Mimin di online asset).

Sebagai contoh: misalkan Anda berada dalam sebuah toko. Anda sedang mencari sebuah produk. Namun Anda menginginkan informasi terlebih dahulu mengenai produk yang dicari. Jika SPG/SPB jeli, mereka akan melihat ini sebagai peluang dan memberikan layanan yang baik. Berikan informasi yang dibutuhkannya.

Orang yang datang ke toko offline ataupun mengunjungi digital asset brand adalah potential customer. Yang mana harus dijaga. 

Namun sayangnya, perwakilan brand seringkali tidak menyadari ini dan membiarkan potensi itu lepas begitu saja. Entah disengaja atau tidak, kondisi ini adalah kenyataan. 

Semangat Pelayanan itu Penting

Pelayanan ini membutuhkan semangat yang tulus. Semangat melayani. Karena ada kemungkinan batalnya pembelian.

Tapi yang harus diingat adalah bahwa saat itu Anda (sebagai perwakilan brand) tengah menanamkan nilai plus pada produk Anda. Dan yakinlah… Bahwa nilai plus ini akan mampu membuat produk Anda menonjol dari produk lainnya.

tentang pelayanan before sale
Tentang pelayanan before sale – Seberapa pentingnya pelayanan ini?

Ada satu kejadian yang saya alami. Yaitu ketika memasuki sebuah toko di mall, tidak ada satu pun perwakilan yang mendekati. Padahal saat itu, saya sudah siap belanja. 

Saya memang bukan tipikal cuci mata baru belanja. Namun biasanya sudah ingin belanja baru cuci mata. Sayangnya… perwakilan brand sendiri menganggap remeh kedatangan beberapa orang. 

Padahal brand itu membangun dirinya dari kecil hingga naik kelas dan awet itu gak mudah kan?

Kondisi yang saya alami itu juga terjadi pada beberapa orang lain. Rata-rata yang dicuekin itu adalah mereka yang berpenampilan biasa. Sedangkan jika yang datang berpakaian rapi dengan jas, akan langsung dilayani. 

Sungguh ironi memang. Kita sering dianggap bukanlah pasar dan tidak akan sanggup membeli karena kondisi tampilan kita. Ini kenyataannya. Suatu hal yang mungkin bisa dihindari kalau pelayanan itu menjadi semangat utama para perwakilan. 

Blogger sebagai Perwakilan?

Bicara dunia digital sekarang ini, rasanya kita tidak bisa lepas dari yang namanya influencer. Entah itu macro ataupun micro, influencer sebenarnya diangkat menjadi perwakilan brand ketika mereka ditunjuk untuk post tentang brand di akun mereka. 

Bahkan ketika diminta untuk buzzing pun, blogger sudah bisa dibilang sebagai perwakilan. 

Lagi-lagi, tidak semua perwakilan pelayanan ini memberi semangat dalam pelayanan mereka. Seringkali kita, yang melihat menjadi jengah, karena apa yang disampaikan jadi mentah. Tidak ditanggapi. 

Baca juga: Blogger dan Para Pencari Adsense

Mana yang Penting? Pelayanan Sebelum, Selama atau Sesudah Penjualan?

PELAYANAN before sales ini yang menurut saya perlu lebih ditingkatkan. Kenapa? Karena potensi mengubah yang tidak ingin membeli menjadi konsumen itu jauh lebih besar. 

Bahkan, jika pelayanan sebelum pembelian itu baik, tidak jarang, konsumen akan dengan senang hati menyebarkannya dan menjadi konsumen tetap. 

Kalau pelayanan setelah penjualan – cenderung ke arah komplain. Maka pelayanan sebelum penjualan (before sale) ini lebih ke arah memikat. Memikat konsumen dan calon konsumen dengan produk yang dimiliki. 

Ryan – Tulisan lama banget diedit buat nambahin doang. Boleh komen loh di bawah…. 

Exit mobile version