Febriyan Lukito

Memahami Kategori dan Tag di WordPress dengan Contoh

Dalam ngeblog, terutama di wordpress, kita diberikan opsi kategori dan tag. Berbeda dengan blogspot yang mana hanya menyediakan label. Apa sebenarnya perbedaan antara kategori dan tag ini?

Bagi blogger yang memang sudah cukup lama melanglang buana di dunia perbloggeran, pasti tahu apa itu kategori dalam blog. Apa tujuan dibuatnya kategori dan tag dalam blog dan bagaimana menciptakan kategori yang lebih baik.

Nah… bagi saya yang masih awam, kategori itu adalah salah satu hal yang esensial. Kenapa? Karena kategori ini dibentuk agar memudahkan orang mencari dan membaca artikel atau postingan di blog kita.

Saya beberapa hari belakangan sering mampir ke blog yang cukup menarik. Isinya adalah fiksi-fiksi yang menuangkan ribuan kata dan kisah yang menarik untuk saya ikuti (maaf, gak bisa kasih link-nya… gak minta ijin sih). Tapi yang membuat saya agak kecewa adalah sulitnya mencari cerita-cerita yang merupakan kisah lanjutan. 

Memang ada fasilitas related posting yang disediakan otomatis oleh penyedia blog gratisan, seperti wordpress ini. Gak percaya??? Lihat aja di bawah postingan ini. Pasti ada.

Tapi… gak semua related posting itu mengarah ke lanjutan postingan berikutnya kan. Apalagi jika lanjutan dari kisah itu tidak langsung diposting berikutnya. Ribet nyarinya. Terutama karena saya baca di hape.

Tapi jadi terpikir oleh saya yang mengklaim diri sendiri sebagai blogger (kayaknya persyaratan menjadi blogger belum saya penuhi nih…), bahwa kategori di blog itu….

Penting Gak Sih Kategori dan Tag dalam Blog itu?

kategori dan tag di wordpress

Jadi penting gak sih kategori dalam blogging? Menurut saya sih penting.

Tulisan demi tulisan kita tuangkan dalam blog kita, terutama jika postingan kita adalah serial lanjutan, maka kategori sangat memudahkan pembaca. Contohnya…

Saya menulis Cerber berjudul “Maukah kamu?” maka saya pribadi akan membuat kategori Maukah Kamu sebagai kategori. Sehingga kalau ada yang ingin membaca semua kisah tentang Maukah Kamu akan bisa lihat list postingan terkait ini dengan mudah.

Contoh lainnya adalah jika blog yang kita kembangkan adalah blog bersama, alias dikelola beberapa orang author (fasilitas ini ada di wordpress juga kok), bisa kita buat kategori berdasarkan author, jadi siapapun yang ingin baca author tertentu, tinggal klik dan list tulisan mereka pun muncul.

Ini saya berlakukan di perjalanansenja.com di mana merupakan situs tempat saya dan teman-teman menampung tulisan fiksi. Saya bikin kategorisasi berdasarkan penulisnya.

Kemudian bagaimana dengan tag?

Tag sendiri bagi saya cukup penting. Karena dengan tag yang tepat, bisa membuat kita dicari melalui mesin pencari. Contoh saja postingan saya tentang cara membuat pasport.

Dengan tag tips membuat pasport, banyak yang mengarah ke blog saya, walaupun tidak seperti blog-blog lain dengan traffic yang jauh lebih WOW.

Seringkali posisikan diri sebagai pencari data di google atau yahoo. Kira-kira apa kata yang akan diketikkan di kolom pencari yang akan mengarah ke blog kita (SEO ini sih… hehe).

Tentunya… harus relevan dengan isi postingan kita ya. Kasihan juga pembaca kalau ternyata isinya tidak relevan.

Membedakan Kategori dan Tag di Blog

Kategori adalah kumpulan atau grouping tulisan kita di blog dalam satu topik. Topik ini sendiri bisa jadi bersifat hirarki. Artinya, dalam kategori akan ada sub-kategori (jika dibuat demikian ya).

Sedangkan Tag dalam blog wordpress sifatnya lebih spesifik terhadap tulisan kita. Tag sendiri sifatnya tidak hirarki. Tidak ada yang namanya sub-tag.

Ini praktek yang biasa dilakukan di media online seperti detikcom dan lainnya itu. Kategori berita adalah Metropolitan, kemudian nanti dalam artikel ada tag: pencurian misalnya.

Bingung? Mungkin dengan contoh akan lebih mudah ya.

Contoh Penerapan dalam Blog

Misalnya sedang membuat blog tentang makanan ya.

Untuk kategori untuk blog makanan seperti ini, kita tentukan dulu di awal. Topik utama di blog makanan ini apa saja?

  1. Resep – berisi kumpulan resep makanan yang kita olah sendiri
  2. Review Resto – berisi kumpulan review restoran yang kita kunjungi
  3. Curhat – berisi curhatan si empunya blog – bisa terkait makanan, bisa juga tidak.

Nah.. gimana dengan tag? Kita akan lebih detail lagi ya contohnya. Dalam hal menulis sebuah artikel atau postingan.

Dalam menulis resep membuat Pizza Ayam Mozzarella misalnya. Bahan utama makanan itu kan ayam. Jenis makanannya pizza. Suatu saat atau mungkin sudah pernah, kita juga review restoran yang menjual Pizza ataupun makanan lain berbahan utama ayam.

Nah, tag untuk tulisan itu bisa “ayam” dan “pizza”.

Kira-kira seperti itu deh.

Kategori dan Tag dalam SEO

Nah gitu bedain antara kategori dan tag yang saya pahami dan terapkan dalam blog. Gimana sudah paham belum?

O iya, kategori dan tag ini dalam SEO juga berpengaruh loh. Kalau untuk yang pakai wordpress self hosted dan menggunakan Yoast SEO, saya sih sarankan untuk mengisi deskripsi kategori yang digunakan. Jadi saat googling pun bisa jadi muncul di halaman pencariannya. Demikian juga dengan tag.

Kalau kalian sudah menerapkan kategori dan tag ini seperti apa gak?

Ryan

Grand Kru, Liberia, 140714

Update 4 Juli 2018.

Exit mobile version