Febriyan Lukito

Cooking with LOVE

Sebenarnya sih lagi nulis yang dikejar deadline. Eh tapi saya nulisnya sekalian nonton serial Masterchef Australia Junior Season 2. Episode terakhir, alias pengumuman pemenang. Di akhir acara didatangkan pemenang season 1 nya dan ditanya apakah ada pesan untuk juara season 2 ini? Dia cuma bilang:

Keep cooking with love 

Simple sih sebenernya yang disampaikan itu. Tapi rasanya bikin nyaman di hati aja ya.

Memasak Dengan Hati – Cooking with love

Saya lupa kapan pernah mendengar ini sebelumnya. Yang saya ingat adalah bahwa para koki profesional itu sangat percaya dan yakin kalau rasa cinta yang dipunyainya saat memasak akan terasa ke makanannya.

Katanya, kalau kita sedang kesal atau marah, rasa masakan pun akan berasa agak gak enak. Entah keasinan atau asem. Atau apalah. Pernah ada yang mengalaminya gak?

cooking with love and follow your passion

Sama juga dalam pekerjaan sepertinya ya… Kalau kita tidak suka dengan pekerjaan kita, akan ada aja yang kita rasa tidak tepat dalam pekerjaan kita dan akhirnya bikin kita gak enak.

Dan kemudian memutuskan resign?

Ada lagi yang disampaikan oleh pemenang sebelumnya, yaitu: Follow your passion

Follow Your Passion

Buat yang ikutan Masterchef atau American Next Top Model atau Asia Next Top Model, rasanya sih sudah mengikuti passion mereka ya.

Sejak mereka mendaftarkan diri, sebenarnya karena mereka memang tahu dan sadar kalau passion  mereka di sana. Dan mereka memutuskan mengejar dan memenuhi passion itu.

Ini salah satu alasan saya menyukai menonton acara-acara seperti itu, termasuk Got Talent ataupun The Voice.

Tetapi….

Yep… ada tetapi nih.

Melakukan hal yang disukai atau with love dan juga mengikuti passion itu tidak mudah.

Bisa saja di tengah jalan kita melupakan LOVE dan PASSION kita itu. Mungkin itu yang dimaksudkan oleh si pemenang season sebelumnya itu.

Karena kalau semua itu mudah, semua orang akan bahagia dengan hidupnya selalu….

Kalau ada yang bilang seperti itu gimana? Well, one thing for sure sih… gak ada hal bagus yang mudah diraih. Setidaknya itu yang saya alami belakangan ini. Sampai-sampai sahabat pun pada jitakin…. hehehe.

Well, emang sih, saya sudah jatuh cinta sama blogging, tapi di sisi lain, ada beberapa hal yang harus saya perhatikan lagi dan lagi. Hingga akhirnya mempertanyakan: “Apakah passion bisa berubah atau hilang?” atau “Apakah benar bekerja sesuai passion dan penuh cinta itu cukup atau bakalan berhasil?

Saya sendiri masih meraba bagaimana hasilnya…

Kalau Kamu?

Apakah kamu sudah cooking with love atau follow your passion juga? Dan gimana hasilnya selama ini? Apakah mengalami hambatan seperti saya? Gimana ngatasinya – share dong ke saya?

Exit mobile version