Site icon Febriyan Lukito

Looking Up

Can you see the stars tonight?

Can you see the moon so bright up there? 

Can you see them?

Sabtu ini lagi menghabiskan waktu dengan bekerja dan dilanjut dengan menonton Saint Seiya Omega. Di salah satu episode di season 1, saat pertarungan antar calon saint (Saint Fight), Koga (si Pegasus) bertemu dengan Hook, seorang yang tidak diunggulkan.

Tapi pada awal pertandingan, Koga ternyata kewalahan menghadapi Hook. Satu perkataan Hook yang mengena: “kamu selalu melihat ke atas. bahkan saat aku di hadapanmu sekalipun, tak pernah kamu memandangku, hanya karena aku ini di bawah levelmu.”

Jlebbb gak sih ucapannya Hook?

Bagi saya sih jleb banget ya. Kenapa? Kita, manusia pada umumnya, selalu berusaha dan berusaha untuk menjadi yang lebih baik. Lebih baik dari yang kemarin. Lebih baik dari semenit yang lalu. Pokoknya lebih baik. Mencapai yang ada di atas itu.

Nah… di satu sisi, hal ini sangat bagus untuk kita kan. Jadi pemicu buat kita untuk berkembang dan berusaha dari waktu ke waktu memperbaiki diri. Namun eh namun… jangan sampai lupa.

Seperti kata pepatah, jangan seperti Kacang yang lupa pada kulitnya. Jangan kita melihat ke atas terus dan melupakan asal kita. Melupakan siapa kita sebenarnya. Dan bahkan paling parah adalah lupa bersyukur.

Banyak yang seperti itu. Saat merasa sudah di atas awan, kita cenderung melupakan peran orang-orang di sekitar kita. Perang orang tua kita. Peran saudara-saudara kita. Peran guru kita. Bahkan kita cenderung melupakan Tuhan dan berkata ini usahaku sendiri, bukan dari DIA. Dan kita mungkin merendahkan mereka yang tidak “selevel” dengan kita.

Ah…

Teruslah tatap langit di atas sana dan usahakan dirimu, yang terbaik mungkin, untuk menggapainya. Tapi harus selalu ingat bahwa kita sampai di langit bukan tanpa bantuan. Bersyukurlah. Lihat saja contoh mereka yang sukses… kalau kita perhatikan satu per satu, kesuksesan mereka bisa bertahan lama bukan karena hal lain, tapi karena mereka tetap bersyukur walaupun sudah di atas sana.

Exit mobile version