Ada yang tahu namanya groufie? Itu loh… group selfie. Sekarang kan ya jamannya gitu ya, selfie dan juga groufie. Dan...
Ternyata parenting itu gak mudah ya. Di rumah kan ada kucing sekarang, dibawa sama kakak perempuan saya. Namanya Snowy atau...
Saya lagi iseng, jadi baca ulang beberapa post lama, dan ketemu yang ini deh. Tips menulis ala-ala pas tahun 2011. Menulis...
Ketentuan pemerintah agar lebih aman, kartu prabayar (SIM CARD) harus daftar ulang dengan NIK dan...
Seminggu pas saya gak nulis satu postingan sama sekali di blog ini. Terus tiba-tiba kepikiran...
Siapa yang suka main game online? Saya suka walau untuk game tertentu doang ya, gak...
Acara Funtastea Cooking with Peter Kuruvita diselenggarakan distributor resmi teh dilmah di Indonesia beberapa hari...
Beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 21 April 2015, Google mengeluarkan update mengenai algoritma yang dipakai...
4 Comments
kebeneran matematis sebenernya sifatnya mutlak. tapi jadi gak mutlak kalo pada situasi tertentu, apalagi dalam situasi antara hidup mati kayak di contoh ini ya 🙂
Iya ko. Ada hal2 yang gak bisa dijadikan mutlak ya
kasihan sekali sibodoh, telah tersesatkan dengan jawaban sang guru karena dia tetap dalam kebodohan keyakinan, (dengan catatan cerita, sang guru tidak mencerahkan sibodoh)
bukankah lebih baik mengetahui kebenaran walaupun pada akhirnya harus berkorban nyawa tetapi dia sudah mengetahui ‘kebenaran’.. wallahu’alam
kebenaran memang pait….
mungkin kelanjutannya akan ada. tapi memang, sebaiknya, seburuk apapun itu, kebenaran tetap harus diberitahukan kepada si bodoh.