Febriyan Lukito

Easter in My Life

Memang saya tidak beragama Kristiani yang merayakan Paskah. Namun sejak kecil, Paskah memiliki makna tersendiri dalam hidup saya. Banyak kenangan dalam hidup saya terkait dengan Paskah ini.

Image
Easter Egg

Pasti tahu dong dengan Telur Paskah. Ya… kenangan saya sih tidak jauh dari sana.

Saya tumbuh di keluarga yang beragama Buddha dengan saudara ayah yang beragama Katholik.

Tante saya ini, yang tinggal di sebelah rumah, sejak saya kecil, suka mengajak saya ke acara-acara lingkungannya. Terutama pada saat Paskah.

Dan saya senang saja ikut. Kenapa? Karena banyak lomba dan hadiahnya. hehehe. Nah lomba paling sering diikuti ya: “Mencari Telur Paskah”. Telur yang sudah direbus dan dihias dengan warna aneka ragam disembunyikan oleh panitia lomba di sekitaran acara lomba.

Dan kami, anak-anak kecil (saat itu saya masih kelas 3 SD kalau tidak salah ingat) diminta mencarinya. Yang paling banyak dapat menemukannya akan mendapatkan hadiah. Hadiahnya berupa alat-alat tulis. Terus telur yang kita dapat, boleh kita makan sepuasnya.

Menangkah saya? Lupa… jujur saya lupa.

Kenangan lainnya terkait Paskah dalam hidup saya adalah kematian Papa. Ya… Papa meninggal menjelang Paskah waktu itu. H-1. Papa yang memang Katholik di keluarga saya, memang sudah sakit keras dan dirawat di rumah sakit kurang lebih semingguan.

Kali itu adalah kali ke-dua papa dirawat di rumah sakit. Setahun sebelumnya juga pernah dirawat dan keluar dari rumah sakit dengan keadaan lebih baik. Penyakit papa yang memang sudah ruwet abis (baca: komplikasi) membuatnya tidak dapat sembuh total. Kemudian saat berikutnya masuk rumah sakit, keadaan sudah semakin gawat.

Hari itu, saya dan kakak perempuan saya pamit pulang ke rumah untuk istirahat setelah menjaga papa dan digantikan oleh kakak laki-laki saya dan mama. Kami semua memang gantian menjaganya. Karena papa itu cerewet. Gak bisa diem. Suster aja semuanya agak kesal karena selang infus dicabut terus, sampai kedua tangannya penuh bekas jarum suntik untuk infus.

Baru saja saya dan kakak tiba di rumah dan sedang membuka pintu pagar, kakak laki-laki saya menelelpon dan meminta kami berdua segera kembali ke rumah sakit. Kami akhirnya langsung berangkat kembali dan ternyata keadaan papa sudah sangat kritis dan sudah dipindah ke ruang khusus. Akhirnya malam itu kami harus merelakan kepergian papa selama-lamanya.

Itulah kenangan Paskah dalam hidup saya. 🙂 Kenangan indah kok… Karenanya kalau menjelang Paskah, saya suka sedih dan mengingat alm. papa. I really miss you Dad. Kangen digangguin tiap malam dengan suara gemerutuk gigi papa. Kangen dibanding-bandingin sama teman kalau kasih hasil ulangan. Miss you…

Happy Easter to you Dad, and also for others who celebrate it.

Foto diambil dari:  http://www.prairiegardensadventurefarm.com/Portals/0/photos/Easter/Easter-Eggs.jpg

Exit mobile version