Febriyan Lukito

Berdiri

Menulislah dengan gaya tulisanmu sendiri

Berdiri

Lembah hidup semakin dingin

Selimut awan perlahan memudar

Kabut dingin menusuk tulang

Datang mengganti

Tak sadar aku duduk

di tengah hutan e’delweis tak berpenghuni

Keindahan di tengah kesepian

Buram.. semua kembali buram

mataku tertutup kelam malam

yang tak lepas dari hidupku

Teman….

Datanglah dan temani aku

aku sendiri di malam gelap ini

Kalau memang raga enggan menyatu

susullah jiwaku

jiwa yang terlepas tak kembali

dan bila nanti

aku beraksi

aku ajak kau… bersama ke dalam surgaku

dari semua jejak kaki

yang singgah dalam kotakku merebah diri

semua rasa lapar akan senda guraumu

semua dahaga atas tawa bahagiamu

semua sendu hati membawa pilu

pikiran random - situs bicara random tentang hidup, cinta dan karir

semua… hanya seonggok celah sempit

atas janji manis…

yang kini hanya kenangan tak berujud

syukurku karenanya

karenanya aku berdiri kini

Kadang air mata

bukanlah bukti rinduku

karena dalam perjalanannya

tetes bening itu sirna tak terpatri

Dan kawan….

Hari ini, Esok dan Kemarin

tidak bisa saling bertukar posisi

tuk cegah dirimu pergi begitu cepat

karena waktu adalah lawan tangguh

dalam hidup ini

And like James Blunt –

Good bye my fiend

Good bye my lover

You have been won

You have been won from me

 

By: Pejalan Senjawritten for somebody who he misses 

edit by: Febriyan Lukito

Exit mobile version