Ternyata Menuliskan Alasan Mencintai Indonesia itu Gak Gampang….

Ah… payah lo, gak sayang sama negeri sendiri. Gak mencintai Indonesia, gak mencintai produk lokal, gak nasionalis, bla bla bla bla bla. Entah berapa sering saya sering bergumam dalam hati ketika melihat teman yang lebih suka berpetualang ke luar negeri.

Tapi kemudian, saat saya membuka diri untuk berpetualang kerja di negeri antah berantah di sana, saya pun kena. Kalau mencintai Indonesia, ngapain sih kerja ke luar?

Banyak kan peluang kerja di dalam negeri dan lo bisa kasih kontribusi lebih terhadap negeri ini.

Langsung galau. Langsung baper. Langsung diem. Terus gak lama demam Korea deh.

Alasan Mencintai Indonesia Ala Saya

Apa memang mencintai Indonesia itu membutuhkan alasan? Apa memang mencintai Indonesia ditandai dengan berwisata di negeri sendiri, memakai produk Indonesia dan kerja di Indonesia aja? Hmmm. Pemikiran yang mungkin dulu saya pegang.

Tapi kini?

alasan mencintai indonesia

Ternyata menuliskan alasan mencintai Indonesia itu gak gampang… foto: dok pribadi

Well… not necessary.Β 

Alasan mencintai Indonesia itu akan ada ratusan bahkan ribuan mungkin bisa jadi jutaan. Tapi membuktikan bahwa diri kita mencintai Indonesia itu sendiri gimana? Gak harus kok dengan yang saya tuliskan di atas – yes, I shifted.

Kenapa bisa saya sampai berubah pemikiran? Ya karena pengalaman kerja di luar sana itu. Di sana justru saya merasakan kalau Indonesia, bahkan Jakarta yang macet pun, sangat pantas dirindukan.

Bukannya ingin membanding-bandingkan dua negara ini, tapi memang rasanya beda. Saat di negeri sendiri, kita mungkin merasa dah biasa aja dan BOSAN. Tapi begitu di luar sana….

Alasan Mencintai Indonesia #1 Saya: Karena Pantainya Keren…

Sebut aja deh nama pantai-pantai di Indonesia apa aja. Pasti banyak yang saya belum datangi – eh maksud saya, yang keren. Pas di Liberia itu, kantor saya di depan pantai. Tiap hari lihat pantai, beneran. Dah gitu dari apartment tempat tinggal juga bisa lihat pantai.

keindahan pantai indonesia yang membuat saya mencintai indonesia

Pantai Pok Tunggal – Yogyakarta. Foto dokumen PejalanSenja.

Tapi kok ya, pantai di Indonesia ini bikin kangen habis. Terutama pas saat itu teringatnya adalah pantai di Bali. Jadi pas pulang dari sana langsung planning buat liburan seminggu ke Bali. Puas-puasin di sana. Gak usah sebut pantai yang macam-macam di Bali kayak Bluepoint Beach atau Lovina. Tapi pantai Kuta Bali aja dah bikin bahagia.

Baca juga: Pantai Bandengan di Jepara

#2. Saya Mencintai Indonesia Karena Budayanya

Klise? Well mungkin ya. Tapi memang culture dari Indonesia ini super banget. Keragamannya banyak banget. Gak usah jauh-jauh sampai ke Papua. Budaya di Pulau Jawa aja banyak banget kan ragamnya.

Culture is: the way of life, especially the general customs and beliefs, of a particular group of people at a particular time (Wikipedia).

Jakarta punya budaya yang berbeda dengan Bandung. Bandung juga beda lagi dengan Cirebon. Setiap daerah beda-beda. Dengan keunikan masing-masing. Walaupun Bandung dan Cirebon sama-sama Sunda, keduanya punya adat dan kebiasaan berbeda.

Unik. Masing-masing daerah punya keunikan sendiri-sendiri dan menarik untuk dijelajahi. Bahkan Julia Robert pun jatuh cinta pada budaya masyarakat Bali dalam filmnya Eat Pray Love.

Baca juga tulisan saya di Trivia soal Film yang Membuat Kamu Ingin Traveling

Bukan hanya budaya dalam artian seni tradisional, tapi ada satu lagi yang membuat saya semakin mencintai Indonesia.

Alasan Mencintai Indonesia #3 –Β Keramahan Masyarakatnya

Yes, budaya dalam kehidupan masyarakatnya. Masyarakat Indonesia itu ramah, setidaknya dalam hal pelajaran selalu diingatkan hal ini sih. Dan beberapa orang asing yang ke Indonesia, Bali lebih tepatnya, mengatakan hal ini. Hal ini menjadi saya makin mencintai Indonesia saya ini.

Baca juga keramahan masyarakat Indonesia dalam perjalanan Ransel Ijo atau Pejalan Senja. Si pejalan senja traveling sendiri ke Gunung Kidul, tapi dia menemukan keramahan warga Gunung Kidul Yogyakarta.

Semoga saja sih keramahan ini akan selalu menjadi bagian dari masyarakat Indonesia.

Baca juga: 3 Kata yang Sudah Mulai Dilupakan

Selain keramahannya ini, budaya Indonesia yang membuat saya mencintai Indonesia adalah….

#4. Makanan Indonesia yang Beragam dan..

Kaya akan bumbu yang unik dan berbeda. Gak perlu bandingkan makanan Indonesia dengan masakan di restoran bintang 5 internasional atau yang seperti di Masterchef itu. Bumbu dari Indonesia itu dah diakui banget rasanya. Dan ini bikin kangen banget.

Saya makin menyadari unik dan enaknya makanan Indonesia saat di Liberia. I was craving for Tempe. Satu makanan yang sering kita lihat di Indonesia ini. Tapi begitu di sana… beuh. Nyarinya susah. Kalau tahu, bisa makan yang dari negeri Panda.

Tapi tempe? Kalau mau ya bikin sendiri. Selama di negara Afrika Barat itu, saya merindukan banget Tempe dan segala masakan Indonesia seperti gudeg, gado-gado bahkan oncom. Sampai pulang Indonesia langsung kebut makan semua dan bikin tumis oncom sendiri.

Kayaknya, finance blogger Indonesia yang ini lebih mampu menjelaskan alasan mencintai Indonesia karena makanannya deh. πŸ˜€

Kenapa Mencintai Indonesia

Sebenarnya akan masih banyak lagi alasan mencintai Indonesia ini. Tapi terkadang, seperti kata Samuel, mencintai itu kadang gak perlu dijelaskan. Ya cinta. Entah karena negara kelahiran, entah karena beragam hal yang ada di dalamnya.

Dan mencintai Indonesia bukan berarti harus pakai produk lokal aja – walau produk lokal Indonesia ini gak kalah bagus sama luar punya. Tapi lebih ke masalah apa yang ada di dalam hati kita kok, di mana pun kita berada.

Di manapun kita berada, kalau memang cinta, rasa itu akan ada di dalam hati kita. Tulisan tentang alasan mencintai Indonesia ini diikutsertakan untuk Giveaway 3 Tahun In Indonesiaku (IDC). Sudah ikutan belum? Atau bingung mengungkapkan kenapa mencintai Indonesia, padahal selalu mengatakan Aku Cinta Indonesia?

Advertisements

32 Comments

  1. prih 24 Juli 2016
    • Febriyan 24 Juli 2016
  2. Mulya Saadi 19 Juli 2016
    • Febriyan 19 Juli 2016
  3. Katerina 14 Juli 2016
    • Febriyan 14 Juli 2016
  4. Orin 13 Juli 2016
    • Febriyan 13 Juli 2016
  5. Indah Susanti 12 Juli 2016
    • Febriyan 12 Juli 2016
  6. Timo 11 Juli 2016
    • Febriyan 12 Juli 2016
  7. Arni 11 Juli 2016
  8. Fee 11 Juli 2016
    • Febriyan 11 Juli 2016
  9. Lia Harahap 10 Juli 2016
    • Febriyan 10 Juli 2016
  10. Andhika 10 Juli 2016
    • Febriyan 10 Juli 2016
    • Nik Sukacita 11 Juli 2016
      • Febriyan 11 Juli 2016
  11. Dani 9 Juli 2016
    • Febriyan 9 Juli 2016
  12. Julian Sukrisna 9 Juli 2016
  13. Umami 9 Juli 2016
    • Febriyan 9 Juli 2016
  14. Samuel 9 Juli 2016
    • Febriyan 9 Juli 2016

Leave a Reply

Penasaran dengan Arisan Mapan? Baca di sini
+
%d blogger menyukai ini: