4 Cara Membuat Kegiatan Ngeblog Menjadi Menyenangkan Seperti Dulu

Guest Post kali ini adalah tentang blogging. 4 Cara Membuat Kegiatan Ngeblog Menjadi Menyenangkan Seperti Dulu dari mas Muhammad Liudin, yang mungkin lebih dikenal dengan Shiq4. Membaca tulisan ini juga mengingatkan saya sendiri akan kerinduan akan dunia blogging yang dulu.

***

kegiatan ngeblog menjadi menyenangkan

Cara Ngeblog Menjadi Menyenangkan ala Shiq4

Banyak hal berubah sejak saya pertama ngeblog di tahun 2014. Awalnya kegiatan ngeblog hanya sebatas hobi untuk mengekspresikan diri saja. Saya menulis artikel dengan segenap hati dan tidak pernah peduli apakah tulisan tersebut jelek atau bagus. Sesekali saya juga meluangkan waktu untuk membaca tulisan blogger lain dengan antusias. Rasanya menyenangkan.

Kalau dingat-ingat, statistik wordpress.com menunjukan bahwa tulisan saya hanya dibaca oleh 10 sampai 20 orang saja. Tapi perasaan saya seakan terbang dan merasa bangga mengetahui hal tersebut. Apalagi jika ada satu atau dua orang yang meninggalkan komentar, itu cukup membuat saya tersenyum dan puas dengan apa yang saya lakukan.

Kemudian secara tidak sengaja saya menemukan blog yang membahas tentang tips-tips ngeblog. Saya membacanya. Saya mempelajarinya. Ada keyakinan di hati yang mengatakan “saya bisa melakukannya” setiap kali saya selesai membaca sebuah tutorial ngeblog.

Mimpi buruk pun dimulai.

Saya begitu bersemangat dan mulai mengaplikasikan apa yang saya pelajari. Saya mulai menulis dengan serius, berharap bisa menghasilkan konten berkualitas seperti apa yang dikatakan para blogger profesional di tutorial yang mereka tulis.

Juga blogwalking agar tulisan saya mendapat komentar-komentar yang bagus. Intinya bekerja keras.

Blog saya pun mendapat ribuan pengunjung. Tapi saya tidak bisa membohongi diri sendiri. Saya tidak merasa senang sebagaimana ketika pertama kali ngeblog. Dalam banyak hal, saya merasa terbebani. Sungguh aneh sekali.

Seharusnya yang terjadi adalah seperti ini : “Semakin sukses suatu blog, semakin nyaman pemiliknya. Juga semakin mudah mengelolanya”. Tapi hal itu tidak pernah terjadi. Pikiran saya pun berkata “buat apa ngeblog kalau saya tidak lagi merasa senang”.

4 Cara Membuat Kegiatan Ngeblog Menjadi Menyenangkan Seperti Dulu

Setelah melakukan analisis sederhana, saya pun menemukan cara membuat kegiatan ngeblog menjadi menyenangkan seperti dulu kala. Berikut analisanya:

1. Menulislah Untuk Diri Sendiri

Banyak tutorial di internet yang mengatakan “Jika ingin sukses dalam ngeblog, buatlah konten berkualitas yang dibutuhkan orang lain”. Tidak ada yang salah dengan pernyataan tersebut. Satu-satunya yang harus digarisbawahi adalah saya bukan blogger profesional yang bertujuan menghasilkan uang dari blog.

Memang ada masa dimana saya benar-benar menulis untuk orang lain. Rasanya tidak enak. Saya merasa tertekan. Padahal sudah jelas-jelas bahwa tujuan ngeblog saya adalah untuk bersenang-senang. Bukan mencari uang.

Kemudian saya mengingat masa-masa awal saya ngeblog. Dulu saya tidak tahu apa-apa. Tidak ada perasaan tertekan untuk menghasilkan tulisan yang bagus. Saya hanya menulis untuk dibaca sendiri. Ketika saya membacanya, saya merasa senang.

Sejak saya menyadarinya, saya tidak lagi menulis untuk orang lain. Saya menulis untuk diri sendiri. Kalau pun statistik menunjukan angka diatas 200 orang yang membaca tulisan saya, itu cuma kebetulan yang menyenangkan.

2. Blogwalking yang Benar

Sebenarnya saya pernah terobsesi dengan blogwalking. Tujuannya adalah untuk mendapat komentar sebanyak-banyaknya. Logika sederhananya: “semakin sering berkomentar di blog orang lain, semakin banyak komentar yang saya terima”. Tapi itu adalah logika yang salah.

Kebanyakan kasus, jika logika yang digunakan seperti di atas (saya pernah melakukannya), maka kejadiannya akan seperti ini:

“Karena ingin tulisan saya dikomentari oleh banyak orang, saya harus berkomentar di blog orang lain. Itu juga berarti saya harus membaca tulisan blogger lain dalam jumlah banyak. Ini adalah kegiatan yang cukup melelahkan, bahkan bagi orang yang punya hobi membaca seperti saya. Akibatnya, kadang-kadang saya tidak membaca artikelnya (berbuat curang) dan langsung menuju kotak komentar.”

Tidak ada yang tahu bukan kalau kita tidak membaca artikelnya?

Saya biasanya hanya membaca sedikit tulisan (paling-paling satu paragraf) dan menulis komentar yang sekiranya relevan. Itu yang terjadi selama beberapa waktu. Dan ya….

Masalahnya adalah saya tidak merasakan emosi apapun. Padahal di awal-awal ngeblog, saya merasa senang sekali ketika mendapat komentar. Setelah ditelusuri, ternyata itu disebabkan karena saya tidak memiliki hubungan emosional dengan orang lain.

Di awal-awal ngeblog, saya selalu membaca tulisan blogger lain. Sedikit demi sedikit, saya merasa akrab, terbawa emosi karena rutin berkunjung di blog mereka. Saya seolah mengenal blogger lain dari tulisan-tulisan yang mereka publikasikan. Dan ketika mereka berkunjung di blog saya, lalu meninggalkan komentar, rasanya fantastis (karena mendapat komentar dari orang yang kita kenal).

Sejak saat itu saya hanya blogwalking di sedikit blog (membaca semua tulisan mereka). Saya ingin merasakan ikatan emosi dengan blogger lain. Itu yang membuat ngeblog menjadi kegiatan yang menyenangkan.

3. Manajemen Waktu yang Baik

Gara-gara ngeblog banyak hal negatif yang menimpa saya. Itu membuat saya merasa tidak senang, bahkan membenci kegiatan ngeblog untuk beberapa saat. Bahkan di suatu waktu saya pernah berpikir untuk berhenti ngeblog saja karena merasa ngeblog itu tidak ada gunanya sama sekali.

Tapi setelah dipikir-pikir, hal-hal negatif seperti lupa makan, lupa mandi, begadang, bingung mau nulis apa, atau tiba-tiba menjadi penyendiri merupakan efek tidak langsung dari kebodohan saya yang tidak bisa mengatur waktu. Itu membuat kehidupan saya “sedikit” berantakan. Dan ya…. saya tidak lagi senang ketika ngeblog.

Kemudian saya mulai mengatur waktu untuk semua kegiatan ngeblog saya dan disiplin menjalankannya. Hasilnya, saya lebih produktif menulis, mendapat lebih banyak komentar, jumlah kunjungan meningkat, dan yang terpenting, saya merasa senang dengan apa yang saya lakukan.

Orang yang tidak bisa mengatur waktu untuk kegiatan ngeblognya cenderung lebih mudah mengalami stres karena hilangnya keteraturan dalam hidupnya

4. Jangan Membandingkan

Salah satu sifat buruk manusia adalah suka membanding-bandingkan. Dalam ngeblog pun saya pernah membandingkan pencapaian blog saya dengan apa yang dicapai blogger lain. Kadang saya juga merasa iri mengapa blog orang lain kok memiliki banyak komentar, atau tampilan kok bagus sekali, bahkan alexa rank yang sangat ramping.

Perasaan iri membuat kegiatan ngeblog saya tidak lagi menyenangkan. Saya mengamati blogger lain dengan keterlaluan. Meniru tulisannya, melihat bagaimana ia berkomentar, bahkan frekuensi updatenya pun saya tiru. Saya berpikir bahwa jika saya melakukan hal yang sama, maka saya pun mendapat hasil yang sama pula.

Setelah lama berusaha, semua sia-sia. Apa yang saya inginkan tidak pernah terwujud. Saya pun memikirkannya dalam waktu yang lama. Setelah dipikir-pikir, kegiatan ngeblog itu menyenangkan jika kita bisa menjadi diri sendiri. Jadi, jangan pernah membandingkan dengan blogger yang lebih sukses. Nanti malah iri dan melakukan hal-hal yang tidak berguna. Cobalah lihat ke bawah, maka Anda akan banyak bersyukur dengan apa yang sudah Anda capai.

***

Nah itu tulisan dari Shiq4 terkait pengalamannya ngeblog. Saya suka baca tulisan-tulisannya terutama yang terkait dengan dunia blogging, tips blogging-nya itu keren-keren. Jadi kalau yang mau baca tips blogging bisa mampir ke blognya itu.

Kalau kalian sendiri gimana? Merasakan yang sama gak dengan dia? Kalau iya, gimana sih cara membuat kegiatan ngeblog kembali menyenangkan seperti dulu ala kalian sendiri? Share yakkkk…

Advertisements

70 Comments

  1. Teguh Cahyono 14 Oktober 2016
    • Febriyan 14 Oktober 2016
  2. Anwari 12 Oktober 2016
    • Febriyan 12 Oktober 2016
  3. fivinf 30 Agustus 2016
    • Febriyan 1 September 2016
  4. rosyid 24 Maret 2016
    • Febriyan 24 Maret 2016
  5. bayu 17 Maret 2016
    • Febriyan 17 Maret 2016
  6. Yudhi Hendro 15 Maret 2016
    • Febriyan 15 Maret 2016
  7. academic Indonesia 11 Maret 2016
    • Febriyan 11 Maret 2016
  8. Aireni Biroe 10 Maret 2016
    • Febriyan 10 Maret 2016
  9. arlisajati 9 Maret 2016
    • Febriyan 9 Maret 2016
  10. Ardiba 9 Maret 2016
    • Febriyan 9 Maret 2016
  11. shiq4 8 Maret 2016
    • Febriyan 8 Maret 2016
  12. Umami 8 Maret 2016
    • Febriyan 8 Maret 2016
  13. monda 8 Maret 2016
    • Febriyan 8 Maret 2016
  14. Prita 8 Maret 2016
    • Febriyan 8 Maret 2016
  15. Aprillia Ekasari 8 Maret 2016
    • Febriyan 8 Maret 2016
  16. Ihwan 8 Maret 2016
    • Febriyan 8 Maret 2016
  17. inayah 8 Maret 2016
    • Febriyan 8 Maret 2016
  18. Dita 8 Maret 2016
    • Febriyan 8 Maret 2016
  19. Deny 8 Maret 2016
    • Febriyan 8 Maret 2016
  20. dewi 7 Maret 2016
    • Febriyan 8 Maret 2016
  21. Arif Rahman 7 Maret 2016
    • Febriyan 7 Maret 2016
  22. Ie 7 Maret 2016
    • Febriyan 7 Maret 2016
  23. eggimaru 7 Maret 2016
    • Febriyan 7 Maret 2016
      • eggimaru 7 Maret 2016
      • Febriyan 7 Maret 2016
  24. @danirachmat 7 Maret 2016
    • Febriyan 7 Maret 2016
  25. Jarwadi MJ 7 Maret 2016
    • Febriyan 7 Maret 2016
  26. mrs muhandoko 7 Maret 2016
    • Febriyan 7 Maret 2016
  27. Vita 7 Maret 2016
    • Febriyan 7 Maret 2016
  28. kartina ika sari 7 Maret 2016
    • Febriyan 7 Maret 2016
  29. Adelina 7 Maret 2016
    • Febriyan 7 Maret 2016
  30. Safitri Sudarno 7 Maret 2016
    • puputs 7 Maret 2016
      • Febriyan 7 Maret 2016
    • Febriyan 7 Maret 2016
  31. eryudya 7 Maret 2016
    • Febriyan 7 Maret 2016
  32. Sashy 7 Maret 2016
    • Febriyan 7 Maret 2016

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: